
Hans memanggil anak buahnya menyuruh mereka membawa barang barang belanjaan yang sudah dibayar, lalu berjalan keluar dan memasuki mobilnya.
Saina keluar dari dalam toilet ,tiba tiba saja kebelet pipis tadi.
Saina celinggukkan melihat kesana kemari mencari keberadaan Hans.
"Cari teman mbak ya? " itu sudah keluar tadi nunggu dimobil , ucap pelayan toko ramah.
"0h ya makasih mbak ! ucap Saina sambil buru buru keluar dari toko itu.
" DASAR SINTING MAIN TINGGAL PERGI SAJA MANA GAK JADI BELI LAGI ,BIKIN MALU AJA NI ORANG !. gerutu Saina kesel
Saina masuk kedalam mobil , dilihatnya Hans sudah duduk didalam melipat tangannya dan memejamkan matanya .
"Bruakkk... Saina menutup pintu mobil dengan keras.
Hans membuka matanya dan memandang marah kepada Saina.
Bukan nya takut Saina malah balik melihat Hans, memelototkan matanya.
" Sudah makin berani Sekarang ,ucap Hans sambil mendorong tubuh Saina merapat ke pintu mobil.
__ADS_1
"Jalan...! perintah Hans pada supir .
Saina mendorong tubuh Hans agar tidak menghimpit tubuhnya.
Hans memicit tombol ,dan tiba tiba sebuah tirai sudah menutup dan sekarang Saina tidak dapat melihat kedepan melihat supir didepan ,karena pandanggan nya sudah tertutup tirai dan tiba tiba saja kursi yang mereka duduki bergerak dan kursi itu menjadi melebar seperti dipan.
Saina melihat semuanya memandang takjub ini mobil kok bisa seperti itu canggih benar ni mobil pikir nya.
Tapi ketika dia kembali melihat kearah Hans,wajah nya langsung pucat karena sekarang Hans sedang memandang nya seakan ingin menelannya hidup hidup.
"Apa yang ingin kau lakukan. lepaskan aku, tubuh ku bisa penyet kalau kau himpit begini ,seru Saina.
" Si .. siapa yang menentangmu tadi aku sudah menuruti semua perintahmu, jawab Saina lirih mulai merasa takut dengan kemarahan Hans.
Hans mendekatkan wajahnya kearah Saina , lalu menlumat bibir gadis itu dengan kasar.
Saina kelabakan , Hans menciuminya sampai
nafasnya terengah engah karena gak bisa bernafas.
Hans melepaskan ciumannya dibibir Saina sekarang bibirnya sudah berpindah menciumi leher gadis itu.
__ADS_1
sedang kan tangan nya bergerilya didada Saina meremas payudara gadis itu lembut. membuat Saina mendesah gak bisa lagi menahan gejolak ditubuhnya.suara desahan Saina membuat Hans makin terbakar nafsunya.
dibukanya satu persatu kancing baju yang dipakai Saina dilihatnya dua gundukkan yang terpampang indah dihadapannya yang dulu juga pernah diisapnya
tangannya satu meremas sedangkan bibirnya yang satu menghisap menciumi gundukan itu, membuat tanda merah dimana mana.
Saina gak bisa menolak Hans karena tubuhnya seakan mengingginkan hal itu, hal yang pernah dia rasakan yang dilakukan Hans padanya dulu .
Saina memejamkan matanya menerima semua sensasi yang dirasakan tubuhnya sesuatu yang sudah lama sekali dirindukannya .
Saina meremas rambut hans digigitnya bibirnya ketika tangan Hans mulai menjelajahi daerah sensitif ditubuhnya
Hans tersenyum menang ketika melihat Saina bak cacing kepanasan
Dia menghentikan aksinya tidak bertindak lebih jauh lagi ,menarik nafasnya mencoba meredam gejolak adik kecil nya .
Saina membuka mata nya dilihatnya Hans duduk menjauh dari nya sambil memejamkan mata.
Saina melihat malu, dibenahi nya baju dan roknya yang sudah terangkat keatas sehingga celana dalamnya kelihatan.
Dia melihat kedepan merasa malu sekali semoga pak supir tidak tahu apa yang diperbuat Hans padanya tadi . untung saja ada musik jadi pasti tadi pak supir gak mendengar suara desahanan Saina tadi
__ADS_1