Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
CINTA SUCI


__ADS_3

"Selamat siang Pak Hans,!"Sapa Pak Sitorus ramah.


"Siang Pak Sitorus ."


"Saya ingin Bapak mencabut laporan penganiayaan yang dialami Istri Saya tadi pagi.


"Kenapa Mesti dicabut Pak ?"Saya akan memastikan kasus ini kita menangkan dan kita akan menuntut mereka dengan tuntutan ysng maksimal."ucap Pak Sitorus berapi -api penuh semangat.


"Itu sudah menjadi keputusan istri saya, dan Saya tidak bisa menolak keinginannya itu." Ucap Hans sambil menghela nafas berat .


"Saya ingin Anda membuat suatu surat perjanjian dengan mereka sebagai syarat penarikan laporan itu.


"Saya ingin mereka berjanji untuk tidak membuat masalah dengan istri saya dan saya ingin mereka meminta maaf dengan benar kepada istri saya dan temannya itu.


"Dan satu lagi mulai hari ini saya tidak mau Bu marni terlihat berada didekat Hotel maupun resort ."Saya tidak mau dia ikut campur lagi dengan pekerjaan suami maupun anaknya.


"Seperti nya itu saja untuk Saat ini.


"Hanya itu saja Pak ,Apa Anda tidak mau menuntut


Agar memberikan epek jera pada Bu Marni?" Tanya Pak Sitorus merasa tidak puas dengan persyaratan yang diminta Hans karena dia merasa persyaratan itu sangat mudah dan tidak memberikan epek jera pada Bu marni.


"Saya rasa cukup itu saja, Karena kalau nanti saya mempersulit pencabutan laporan itu dengan persyaratan seperti yang Anda inginkan.kalau Istri Saya tahu dia bisa marah dan Saya gak ingin mengambil resiko itu.


Karena istri saya ingin semua cepat selesai .


"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan anda .


"Saya akan segera membuat Akta perjanjiannya sekarang .


"Tapi kemungkinan Besok pagi semua nya bisa kita lakukan pencabutan laporan karena saya harus membuat konsep perjanjiannya dulu.


"Terserah Anda Saya ingin secepatnya masalah ini selesai .


"Saya rasa merasakan satu malam tidur dijeruji besi sudah cukup membuat Bu Marni merasa jera."Ucap Hans lagi.


"Kalau begitu Saya permisi dulu Pak Hans."Ucap Pak Sitorus sambil keluar dari ruangan kerja milik Hans.


Sementara itu Bu Marni kini tinggal didalam Selnya sendirian,Karena dia masih berada disel milik polsek. karena berkasnya belum sampai kepengadilan . dan disana hanya Bu Marni tahanan wanita disana sedangkan disel sebelahnya ada beberapa orang Napi laki laki.


Yah tadi memang Pak Yanto dan Maya disuruh Bu Marni Untuk pulang . Agar mereka bisa beristirahat karena sudah semalaman mereka tidak bisa tidur .


Lagi pula jam untuk berkunjung juga sudah Habis.


Walaupun dengan berat Hati Maya dan Pak Yanto terpaksa meninggalkan Polsek tersebut.


Hans membuka pintu kamarnya dilihatnya seorang perawat duduk disofa sambil tertidur begitu juga Saina dan Karin yang sudah tertidur di tempat tidur.


"Maaf pak saya tertidur ."Ucap perawat itu yang baru saja terbangun mendengar langkah kaki Hans dan Bram yang memasuki kamar itu.


"Tidak apa-apa ." ucap Hans.


"Bagaimana keadaan Istri Saya."Tanya Hans pada perawat yang menjaga Saina.


"Nona Saina keadaannya sudah sangat baik semuanya normal dan tadi setelah diperiksa oleh Dokter , infusnya sudah bisa dibuka.


"Kata Dokter sudah tidak ada yang musti dikhawatirkan lagi.


"Dan tadi Nona sudah makan dan minum Obatnya."ucap perawat itu menjelaskan semua nya kepada Hans.


"Maaf pak saya ketiduran disini "Ucap karin yang terbangun ketika mendengar pembicaraan Hans dan perawat tadi.

__ADS_1


Wajah nya bersemu merah karena merasa malu ketika melihat ada Bram juga disamping Hans.


"Jangan terlalu sungkan begitu."Ucap Hans kepada Karin.


"Terimakasih kalian sudah menjaga dan merawat Saina ." Sekarang silahkan kalian beristirahat , biar Saya yang menjaga dan merawat Saina.


"Bram atur kamar untuk mereka .


"Satu lagi atur agar Karin pindah kekamar yang ada disebelah kamar milikmu agar nanti dia bisa lebih dekat dengan Saina .


"Bram mengangguk mengerti mempersilahkan perawat itu dan Karin untuk mengikutinya.


Sepeninggal Bram ,Karin,dan Perawat itu, Hans berjalan mendekati Saina yang masih tertidur lelap.


Usapnya pipi Saina lembut lslu memberikan ciuman dikening Saina.


Setelah memastikan Saina tertidur lelap ,


Hans beranjak menuju kamar mandi.


Hans keluar dari kamar mandi setelah lebih kurang setengah jam berada didalam kamar mandi.


Dibukanya kimono mandinya


dan kini dia hanya bertelanjang dada dengan hanya memakai celana kolor.


Hanspun naik ketempat tidur setengah duduk sambil memandangi wajah Saina yang sedang tertidur lelap.


Diraihnya jemari Saina dan dibawanya kebibirnya ,lalu mencium lembut jemari istrinya itu.


"Maafkan Aku gak bisa melindungimu ."ucapnya lirih


masih merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Saina waktu itu.


Dan malam itu Hans menghajar penjambret itu sampai babak belur, menluapkan semua kemarahannya karena mereka telah menyebabkan Saina terluka.


Hans merasa menyesal andai dia tak terbawa emosi terbakar dendam untuk membalas para penjambret Saina waktu itu, Mungkin Saina tak akan terluka lagi seperti ini.


Makanya pagi itu Hans langsung melaporkan Bu Marni karena dia ingin membuat Bu Marni membayar semua perbuatannya itu dipenjara dan dia ingin Bu marni dihukum dengan berat.


Tapi semua itu sekarang tak bisa dilakukan nya karena Saina tak ingin mempermasalahkan kejadian itu lagi.


Semua kata kata Saina waktu itu Sudah membuka mata dan pikirannya.


Dia Saina telah mengajarkan bahwa memaafkan itu lebih indah dari pada harus membalas dengan perbuatan yang sama.


Bahwa apa pun didunia ini semua perbuatan tingkah laku kita pasti ada balasannya .


Saina telah mengajarkan padanya tentang sebuah hubungan pertemanan dan persahabatan yang begitu indah.


Saina juga telah mengajarkannya untuk tidak bersikap mementingkan diri sendiri.


Ya Saina rela meninggalkannya waktu itu agar tidak menghancurkan kebahagian keluarganya.


walaupun karena hal itu dirinya lah yang harus merasakan kepedihan dan kehancuran .


Hidup ini tak kan indah


Tanpa kau ada dihati


Ceria ini tak kan ada

__ADS_1


Tanpa kau ada disini


Kekasihku kau bunga mimpiku


Tiada yang lain hanya dirimu


Yang kusayang dan slalu kukenang


Kan slalu bersama dalam suka dan duka


Dirimu satu yang kumau


Tak kan lagi ada selain dirimu


Cinta suci Hanyalah untukmu


Dengarlah kasih kaulah dambaanku


Walau kan datang badai menghadang


Kita kan slalu bersama


Tetap satu dalam cinta


Tiada yang mampu merubah.


Dirimu satu yang kumau


Tak kan lagi ada selain dirimu


Cinta suci hanyalah untukmu


Dengarlah kasih kaulah dambaanku


Wajah manis yang lembut dan ayu


Bagaikan untaian mutiara


Tak akan kulepas hingga akhir masa


Kan slalu bersama dalam suka dan duka.


Dirimu satu yang kumau


Tak kan lagi ada selain dirimu


Cinta suci hanyalah untukmu


Dengarlah kasih kaulah dambaanku


Dengarlah kasih kaulah dambaanku


 


**Cinta Suci**


 


By STINKY


 

__ADS_1


 


__ADS_2