Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Dilema Hans..


__ADS_3

Selin termenung dikamar tempat dia dirawat .


Dia baru saja menjalani serangkaian terapi,agar dia bisa berjalan lagi.


"hi hiik hiik....."tiba tiba Selin menangis sedih.


"Ada apa Li apa nya yang sakit ucap "Bu lina cemas melihat Selin.


"Selin cacat Ma Selin gak bisa berjalan".


"Bagaimana kalau Selin selamanya lumpuh seperti ini " Ucap Selin sambil masih menangis sedih.


"Kau pasti bisa kembali berjalan ,Secepatnya .


"Dokter Carlos kan sudah mengatakannya bahwa kau pasti bisa berjalan kembali.


"Sampai kapan Ma Selin gak mau disini.


"Selin ingin dirawat dirumah saja ,Selin ingin didekat Mas Hans Selin gak bisa jauh darinya.


Selin rindu sekali padanya.


"Kenapa Mas Hans gak mau menemani Selin Ma.


"Kenapa dia gak bisa mencintai Selin seperti Selin mencintainya.


"Selin sangat mencintainya , Ingin bersamanya,


menjadi Istrinya .


"Tapi dia gak akan pernah mau menikahi gadis cacat seperti Selin.


"Gak kan ada laki laki yang mau menikahi Selin Ma..."ratap Selin Sedih .


"Biar kan Selin mati Ma "Agar selin gak menderita seperti ini. Ucap Selin sambil meraung menjerit sedih.


"Bu lina dan Hana kewalahan menenangkan Selin yang menjerit jerit menarik rambutnya.


Dua Orang perawat datang membantu menenangkan Selin.


Akhirnya Selin melemah setelah perawat itu memberikan obat penenang kepada Selin.


Saina berdiri gak jadi memasuki ruang kerja Hans.


Saina berniat memberikan teh buatannya untuk diminum Hans.


"Tolong kabulkan permintaan Om ini Hans."Ucap Dokter cipto sambil berlutut dikaki Hans.


"Om Jangan Seperti ini"Ucap Hans sambil membantu Dokter Cipto untuk berdiri.


"Hans sangat ingin membantu karena hal ini juga merupakan kesalahan Hans sehingga Selin menjadi Seperti itu.


"Dia merasa putus asa ditambah lagi sekarang dia tidak bisa berjalan.


Dia mengatakan bahwa tidak akan ada laki laki yang mau menikahi gadis cacat seperti dirinya.


"Hans akan memikirkan dan membicarakan hal ini dengan Saina karena gak mungkin Hans menikahi Selin tanpa izin darinya.


"Dan kalau Saina tidak mengizinkannya "Hans tidak bisa menikahi Selin karena Hans tidak bisa menyakiti hati Saina juga.

__ADS_1


"Om bisa mengerti , Om juga gak ingin membuat kau dalam situasi seperti ini.


"Kalau memang ada jalan keluar yang lain 0m juga gak ingin menempuh jalan seperti ini.


"Tapi sekarang ini hanya dengan menikahlah yang bisa membuat Selin merasa bahagia dan melupakan keinginannya untuk bunuh diri.


"Mudah mudahan nanti ada jalan keluar dari masalah ini tanpa ada yang tersakiti."Ucap Dokter Cipto bijak.


Ya sebenarnya Dokter Cipto juga gak ingin Selin menikah dengan Hans menjadi istri kedua.


Tapi pikirannya juga sudah buntu memikirkan cara untuk menyelamatkan putrinya itu.


Saina kembali kekamarnya setelah tanpa sengaja mendengar pembicaraan Hans dan Dokter cipto tadi.


Saina berbaring ditempat tidur dengan perasaan gelisah .


Matanya tak bisa terpejam.


Hans memasuki Kamar lalu mendekati Saina yang nampak berbaring sambil memejamkan matanya.


Hans melihat ada teh diatas Nakas .


Hans pun meminum teh yang masih terasa hangat itu.


Hans berbaring disebelah Saina memeluknya dari belakang.


"Masih ingin berpura pura tidur"Ucap Hans ditelinga Saina sambil mencium telinga Saina, karena Hans tahu Saina pura pura tidur.


Sainapun merasa geli mencoba menghentikan Aksi Hans yang menciumi telinga dan lehernya itu.


"Sudah Mas geli" Ucap Saina sambil berusahs melepaskan dirinya dari peluksn Hans.


Hans tetap gak mau berhenti ,sampai Saina capek tertawa karena merasa geli.


Hans pun menghentikan Aksinya lalu membalikkan tubuh Saina yang tadi membelakanginya .


Dan sekarang posisi merrks saling berhadap hadapan.


Saina tersenyum Hans menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Saina.


sekarang merekapun saling menatap penuh cinta.


"Kenapa belum tidur ?"Tanya Hans sambil masih menatap wajah istrinya itu.


"Karena belum bisa tidur "Jawab Saina asal.


"Ada yang mau mas katakan"Ucap Hans serius sambil menatap Saina lagi.


"Mau mengatakan tentang Apa ?"tanya Saina dengan hati berdebar .


"Hans pasti ingin meminta izinnya untuk menikahi Selin "pikir Saina dalam hati ketika Hans hanya diam tidak menjawab pertanyaan Saina dengan cepat.


Hans menatap Saina lama .


"Apa yang mau Mas katakan ?"tanya Saina lagi karena merasa risih dipandangi Hans seperti itu.


"I Love you ... "Ucap Hans sambil mendaratkan ciumannya dibibir Saina.


Mereka pun berciuman cukup lama .

__ADS_1


sampai akhirnya, mereka akhirnya bercinta mencurah kan segala rasa yang ada.


Hans memeluk tubuh polos Saina.


Saina tertidur pulas dalam dekapan Hans setelah tadi mereka bercinta.


Hans mengusap wajah Saina dan menciumnya mesra.


Ya tadi sebenarnya Hans ingin mengatakan permintaan Dokter Cipto tadi pada Saina.


Tapi Hans tak sanggup untuk mengatakannya.


Hans tak ingin melihat Saina bersedih lagi seperti waktu itu ketika Saina melihatnya dan berpikir bahwa Hans mencintai Maya dan ingin kembali padanya.


Hans sangat mengingat semua kejadian waktu itu dimana Saina menangis dengan Sedihnya.


Dan semua itu membuat Hans berjanji dalam hati tak akan membuat Saina menangis seperti itu lagi.


Mudah mudahan ada jalan keluar lain atau kalau memang nanti pernikahan itu harus terjadi Hans memutuskan untuk tidak memberitahu Saina.


Saina terbangun dari tidurnya dilihatnya Hans sudah tak ada disampingnya.


Saina membereskan pakaiannya yang masih berserakkan dilantai.


Lalu Saina pun masuk kekamar mandi .


Setelah selesai mandi dan membereskan kamar.


Saina pun turun kebawah menuju dapur .


tapi ketika dia sampai diruang makan dia bertemu Bi Surti salah satu pembantu dirumah itu.


" Non Saina sarapannya siap , sudah ada dimeja , tadi Tuan muda Hans sudah sarapan duluan ."ucap Bi Surti sambil membuka penutup hidangan.


Saina mengangguk lalu mulai sarapan .


"Mas Hans sudah pergi kekantor Bi?"tanya Saina pada Bi Surti.


"Tuan muda ada diruang kerjanya Non."jawab Bi Surti kepada Saina.


Setelah selesai Sarapan Saina pun pergi menuju ruang kerja Hans.


Ketika Masuk kedalam ternyata Hans sedang menerima panggilan telpon.


"Jadi bagaimana keadaan Selin sekarang Tante? Tanya Hans kepada penelpon diseberang sana.


"Kalau dia memang ingin berada disini , biarlah dia dirawat disini saja.


"Mengenai pernikahan itu saya akan melakukannya dengan syarat tidak ada media atau siapapun yang tahu tentang pernikahan ini.


Dan kami menikah hanya diatas kertas saja.


saya tidak bisa melakukan kewajiban saya sebagai Suami padanya.


Dan saya sudah mempersiapkan surat perjanjian pernikahan ini dengan pengacara saya.


Dan nanti setelah Selin benar benar sembuh dari depresi dan bisa berjalan lagi, Selin harus mau saya ceraikan . "Ucap Hans tegas.


Nanti saya akan mengirim surat perjanjiannya .

__ADS_1


Selin , Om dan tante harus menanda tangani perjanjian itu.


Setelah itu baru kami bisa menikah."Ucap Hans mengakhiri panggilan telponnya.


__ADS_2