
Saina terbelalak begitu membaca berita tentang pernikahannya dan Hans disosial media miliknya.
Juga mengenai tragedi percobaan bunuh diri Selin Waktu itu .
Ternyata berita tentang mereka masih hangat dibicarakan disosial media .
Dan masih menjadi trending satu ,berita terpopuler di dalam negeri.
Saina membaca komentar komentar para netizen yang menyalahkan dirinya ,mengatakan dia sebagai perempuan yang tak punya hati , telah merebut calon suami orang, perempuan hina ,sundal,******* dan kata kata buruk lainnya
Membuat air matanya jatuh tak tertahankan .
"Apakah aku ini memang terlalu buruk dimata mereka?
Aku gak pernah ingin menyakiti siapapun termasuk menyakiti Selin.
"Aku gak pernah menguna -gunai Hans agar mencintaiku seperti yang mereka tuduhkan itu.
"Apakah salah kalau aku menerima cinta Hans?
Apakah aku salah karena aku juga jatuh cinta padanya.?
"Kenapa mereka begitu kejam menghakimiku dengan
kata kata mereka.
"Ya ALLAH tolong aku apa yang harus aku lakukan
apa memang benar aku yang bersalah karena tiba tiba hadir diantara Hans dan Selin.
"Kenapa jadinya seperti ini aku gak pernah meminta Hans untuk mencintaiku dan menyebabkan Selin
seperti itu.
"Salah kah kami bila saling jatuh cinta?
"Salah kah bila aku ingin bersama dengan orang yang aku cintai?
"Mengapa harus seperti ini?
Saina menangis sambil masih memandangi ponsel miliknya itu.
Dan baru saja dia melihat berita terbaru tentang Selin.
Terlihat video Hans sedang mendorong kursi roda yang diduduki oleh Selin ,keluar dari rumah Sakit.
Selin terlihat tersenyum walaupun wajahnya terlihat masih sedikit pucat.
Saina tersenyum melihat berita itu karena itu berarti Selin sudah sembuh.
Tok ,tok ,tok....
"Non Saina "panggil seorang pembantu rumah tangga yang melayani segala keperluan Saina.
"Ya sebentar mbak" sahut Saina sambil menghapus air matanya .
__ADS_1
Saina kekamar mandi mencuci wajahnya lalu keluar mengoleskan sedikit bedak diwajahnya agar tak kelihatan dia baru saja menangis.
"Non disuruh Nyonya besar kebawah karena ada tamu yang akan datang "Ucap mbak Yani pembantu rumah tangga itu.
"Kalau begitu Mbak duluan turun dulu , Saya mau menganti pakaian dulu"Ujar Saina kepada Mbak Yani.
"Ya Non saya turun dulu"ucap Mbak yani berlalu meninggalkan Saina.
Saina pun masuk kembali menutup pintu kamarnya lagi.
Saina memilih pakaian santai berwarna putih bermotif bunga kecil kecil berwarna biru muda .
walaupun hanya model terusan yang sederhana tetapi ketika dipakai oleh Saina terlihat sangat pas sekali.
Saina terlihat sangat anggun dengan rambut yang dibiarkannya tergerai lepas,menambah kecantikannya.
Saina melangkah menurunin anak tangga .
Ketika sampai dipertengahan tangga , matanya bersinar dan tersenyum senang melihat Hans berada dibawah tangga hendak naik keatas.
Hans yang semula ingin naik keatas menjemput Saina ,mengurungkan niatnya begitu melihat Saina sedang menuruni tangga.
"Mas sudah pulang" ucap Saina ngirang .
Hans tersenyum meraih pinggang Saina membawanya kepelukkannya.
Saina membenamkan wajahnya dipelukan Hans.
Perasaannya sangat bahagia sekali.
Hans mencium kening Saina mesra lalu mengajaknya keruang makan dimana semua orang sedsng berkumpul menantinya.
Hans mengajak Saina untuk memperkenalkannya kepada Dokter Cipto dan Istrinya itu .
"Ini Saina istri Saya Om , Tante "Ucap Hans memperkenalkan Saina kepada Dokter cipto dan istrinya.
Saina tersenyum menyalami Dokter Cipto dan Bu lina,dengan santun dan hormat mencium tangan mereka.
Bu Lina terlihat memandang sinis kepada Saina.
"Hm...ini wanita yang telah merebut Hans dari Selin . Biasa saja masih jauh cantikan Selin dari pada dia
Apa yang sudah dilakukan wanita ini sehingga Hans begitu tergila gila padanya."Nguman bu lina dalam hati.
Saina pun beralih melihat kearah Selin yang duduk disebelah Bu lina.
Saina tersenyum menyalami Selin.
"Alhamdulilah, Kamu sudah sembuh "Ucap Saina tulus kepada Selin.
Selin hanya diam menatap Saina , mengengam tangan Saina dengan kuat.
Sampai saina mengaduh kesakitan karenanya.
Hans yang melihat itu menarik tangan Saina agar lepas dari genggaman Selin.
__ADS_1
Selin menjerit histeris sambil tetap menggengam tak mau melepaskan tangan Saina.
"Mas Hans itu milik ku jangan rebut dia dariku .
"Kumohon jangan rebut cintaku..." ceracau Selin sambil menangis sedih.
Hans dan Pak cipto mencoba menenangkan Selin.
Pak cipto mengambil jarum dan obat dari tas yang selalu dibawanya.
Lalu menyuntikkan nya pada Selin.
Dan Akhirnya Selin melemah dan jatuh tertidur setelah obat yang disuntik kan Dokter cipto bekerja.
Lalu Hans pun mengendong Selin membawanya kekamar Yang berada disebelah kamar Hana, diikuti oleh pak Cipto dan Bu lina yang menangis sedih melihat keadaan putri semata wayang nya itu.
Hans membaringkan Selin diatas tempat tidur dan menyelimutinya.
"Bagaimana Selin bisa bertingkah seperti ini Pa?"mama takut dia seperti orang yang tidak waras begitu." Ucap Bu lina mengkhawatirkan keadaan putrinya itu.
"Mungkin dia histeris karena melihat Saina membuat dia menjadi seperti itu."Ucap Dokter Cipto kepada istrinya itu.
Tak lama Kemudian Dokter Hilda datang memeriksa keadaan Selin.
Dokter hilda adalah seorang spesialis ahli kejiwaan atau seorang psikiater.
Dia melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan kepada Selin.
Bisa kita bicara diruangan lain Dok ?"ajak Dokter Hilda kepada Dokter Cipto dan Hans yang ada diruangan itu .
Dokter Cipto pun keluar bersama Hans sedangkan Bu lina dan Hana tetap berada dikamar menemani Selin yang sedang tertidur jarena pengaruh obat penenang yang disuntikkan Dokter Cipto tadi.
Hans membawa Dokter Hilda dan Dokter Cipto keruangannya.
"Silahkan Dok " Ucap Hans mempersilahkan Dokter Hilda dan Dokter Cipto masuk keruangan kerja miliknya.
Saya ingin menyampaikan tentang kondisi Fiskis hasil dari diagnosis saya kepada nona Selin .
Selin mengalami depresi yang cukup berat.
Dia merasa hidupnya tak berarti karena orang yang sangat dicintainya meninggalkannya.
Pada kasus seperti ini sebaiknya pasien selalu didampingi kalau bisa buat dia melupakan masalahnya.
"Dampingi dia beri perhatian dan kasih sayang buat dia merasa disayangi dan dicintai, Ini kalau bisa dilakukan oleh orang yang dekat dengannya dan mencintainya agar kepercayaan dirinya kembali lagi dan agar dia melupakan keinginannya untuk mengakhiri hidupnya.
"Jadi saya saran kan buat dia merasa bahagia hindari yang membuat dia merasa tertekan.
"Nanti saya akan meresepkan obat ,dan melakukan Psikoterapi kepada Selin agar emosinya bisa Stabil .
"Mudah mudahan dengan adanya pengobatan psikoterapi dan dukungan penuh dari keluarga dan dari orang yang dicintainya, kondisi Psikologi Selin akan cepat membaik.
Hans dan Pak Cipto mendengarkan penjelasan Dokter Hilda dengan Cermat.
Setelah menjelaskan tentang kondisi Selin , Dokter Hilda pun permisi Pulang diantarkan oleh Dokter Cipto keluar.
__ADS_1
Sedang kan Hans berada sendiri diruang kerjanya .
Dengan wajah serius sedang memikirkan ,semua perkataan Dokter Hilda tadi.