
Laki laki sekuriti itu menarik Karin dengan Kasar . Saina yang melihat Hal itu berusaha menghalangi Laki laki itu untuk membawa Karin.
"Kenapa Anda menarik tangan teman saya dengan kasar seperti itu "ucap Saina Marah karena melihat laki laki itu sedang menarik Karin dengan Kasar.
"Bawa wanita ini juga "Ucap laki laki itu pada temannya yang lain .
Para sekuriti itupun kini memegangi Saina dan Karin dan membawa mereka kehadapan Bu Marni dan Pak Yanto.
"Lepaskan kami apa yang kalian inginkan."ucap Saina marah.
"Ini Bu bukankah ini cincin yang ibu Cari."Ucap sekuriti itu menyerah kan cincin yang dipegangnya kepada Bu marni.
Bu Marni tersenyum Senang melihat cincin nya itu.
"Jadi wanita wanita ini yang mencoba mengambil cincin ini "Seru Bu marni marah.
"Benar bu Saya menemukan cincin Ibu didalam dompet perempuan ini "Ucap sekuriti itu sambil menunjuk Karin .
"Bohong Bagaimana bisa cincin itu bisa ada disana , aku tak pernah melihat dan mengambil cincin itu "Ucap Karin marah karena merasa sudah dipermalukan didepan umum seperti itu.
"Jadi kamu tidak mau mengakui bahwa kamu yang mengambil cincin ini "Ucap Bu Marni sambil mendekati Karin.
"Tidak akan pernah karena saya tidak pernah mengambilnya Ucap Karin Sambil berusaha melepaskan diri dari pegangan sekuriti yang memegangnya
Lalu seorang sekuriti menarik tangan Karin kebelakang lalu memborgol tangan gadis itu.
"Maling mana ada yang mo ngaku bahwa dia itu maling kalau tidak penjara pasti dah penuh ucap Bu marni .
Sambil menarik rambut Karin lalu menampar wajah Karin beberapa kali .
"Lepaskan "Saina berusaha memberontak ingin melepaskan diri dari pegsngan sekuriti yang dengan kuat memegang tangan nya.
"Bu marni Hentikan "Jerit Saina Marah
melihat Bu marni menarik rambut Karin dan menampari Sahabatnya Itu.
"Kamu juga pasti sama kalian berdua pasti sudah berkomplot ingin mencuri cincin berlian saya yang mahal ini.
"Ibu lah yang menjebak kami ibulah yang sudah merencanakan ini semua "Ucap Saina marah.
"Ha...ha..Menjebak untuk apa saya menjebak kalian orang orang yang tak penting.
"Tolong jangan sakiti Karin lagi "Ucap Saina sambil melihat wajah Karin yang sudah penuh dengan memar bekas tamparan Bu Marni
Saina menangis melihat karin karena gak bisa melindungi Sahabatnya itu dari Bu marni.
"Kalian kira ada yang bisa menolong Kalian dari Hukuman Saya. "Ucap Bu Marni menatap penuh keangkuhan.
Bu Marni menarik Rambut karin sehingga Gadis itu menjerit kesakitan.
Semua orang hanya bisa menonton tak ada yang berani menolong.
"Tolong Lepaskan keponakan Saya Anda tidak bisa Seenaknya memperlakukannya seperti itu."Ucap Pak Roy marah sambil berjalan mendekati Bu Marni dan Karin.
"Sebaiknya anda tidak usah ikut campur dengan urusan ini Pak Roy "Hadang Pak Yanto dingin pada Pak Roy.
"Pak Roy tidak bisa maju lagi setelah Dua sekuriti yang ada disebelah Pak Yanto menghadang jalannya.
__ADS_1
Saina dengan sisa tenaga yang ada memyikut sekuriti yang sedikit lengah memegangnya
dan mendaratkan tendangan diperut sekuriti itu.
Lalu dengan Cepat Saina menarik Bu Marni yang sedang menjambaki Karin mendorong wanita itu hingga terjatuh.
Semua Orang terpana dengan apa yang dilakukan Saina
Dua sekuriti yang memegangnya tadi pun merintih kesakitan akibat tendangan telak yang dilancarkan Saina tiba tiba.
Bu marni terduduk , Pak Yanto pun membantu istrinya untuk berdiri
Saina memeluk Karin ,Air matanya berlinang melihat Keadaan Sahabatnya itu .ada bercak darah diujung bibir sahabatnya itu.
Kalian akan merasakan akibat dari perbuatan kalian ini."Jerit Saina parau sambil menghapus Air matanya.
Dia tak perduli dengan rasa sakit dilengannya yang mengeluarkan darah.
Ya darah itu keluar dari bekas luka sayatan pisau kemarin yang kembali terbuka ketika para sekuriti itu memegang lengan Saina dengan Kuat.
Saina meraih botol minuman yang ada didekat nya lalu memukulkannya kemeja .
Lalu mengajungkan botol itu pada Sekuriti yang mencoba mendekati mereka.
"Jangan berani mendekat kesini "Ucap Saina lantang.
"Aku tak akan membiarkan kalian menyakiti Karin lagi.
Kalian semua yang disini semua pengecut tak berani menolong seorang gadis yang lemah.
"Wanita itu berbohong dia sengaja menjebak Kami
Semua Yang hadir hanya terdiam .
"Ibu seorang wanita yang tak punya hati semoga anda segera mendapatkan balasan atas apa yang ada perbuat ini .
"Na... Kepalaku sakit sekali ucap Karin yang ada dipelukan Saina.
"Rin Karin .. Saina memanggil Manggil karin yang terkulai pingsan.
"Rin bangun Rin buka matamu ,Jangan membuat ku takut Rin... "ucap Saina melemparkan botol yang dipegang nya lalu memeluk tubuh Sahabatnya itu.
"Rin buka matamu Rin, Maafkan aku Yang gak bisa menjaga dan melindungimu dari mereka."Ucap Saina sambil menguncang -guncang tubuh Karin Panik.
Sambil terus menangis mencoba menyadarkan sahabatnya itu.
Bu Marni Dan Pak Yanto melihat itu merasa sedikit panik.
"Gimana ini kenapa Mama bertindak terlalu jauh hingga membuat gadis pingsan.
Sedangkan para Karyawan wanita yang menyaksikan Saina dan Karin seperti itu pun ikut menanggis sedih merasa terharu atas persahabatan mereka.
Tapi mereka tak bisa berbuat apa apa.
"Ada Apa ini ?"Apa yang sedang terjadi disini?"Bentak Hans memasuki ruangan tersebut .
Semua Orang yang berkumpul melihat kejadian itu.
__ADS_1
pun mulai mundur memberikan jalan membiarkan Hans dan Bram memasuki ruangan itu.
"Tidak ada apa apa Nak Hans cuma kejadian kecil saja .
Itu Tadi ada seorang wanita yang ketahuan mencuri.
tapi semua sudah terkendali."Ucap Bu Marni diikuti anggukan pak Yanto.
"Bohong .."Teriak Saina keras
"Mereka Bohong."Ucap Saina pelan mulai kehabisan tenaganya karena lengannya banyak mengucurkan darah.
Hans yang mendengar itu mendorong Bu marni dan Pak yanto yang sedang menghalangi pandangannya.
Dan sekarang Hans melihat Saina yang sedang memeluk tubuh karin .
Saina tersenyum Senang melihat Hans .
Hans cepat mendekati Saina dan memeluk Tubuh Saina yang lemah karena kehabisan tenaga.
"Apa yang terjadi "NA ... kenapa kalian berdua bisa seperti ini .
"Mas. .. Tolong Karin Mas .tolong Karin.."ucap Saina sebelum akhirnya dia pun jatuh pingsan dipelukan Hans .
Bram pun datang mengambil tubuh Karin yang pingsan dalam pelukan Saina .
Hans mengeram Marah.
"Siapa yang melakukan ini "bentak Hans sambil Mengendong tubuh Saina yang pingsan .
Matanya memerah karena menahan marah .
Jangan Ada yang keluar dari ruangan ini ."Perintah Hans pada para sekuriti dan pengawalnya yang baru saja Datang .
Lalu Hans berjalan cepat Keluar ruangan itu Sambil membawa tubuh Saina dalam gendongannya .
Bram mengikuti dibelakangnya dengan mengendong tubuh karin.
Hans berjalan Cepat memasuki mobil nya begitu pula dengan Bram .
Hans memeluk tubuh Saina "Di koyaknya lengan baju yang dipakai Saina lalu membuka dasinya lalu membalut lengan Saina yang terluka.
**Ketika menulis ini Author terbawa emosi
Ikut ikutan mewekππππ
Bagaimanakah kelanjutannya
Apa yang akan dilakukan Hans
Bagaimanakah keadaan Saina dan Karin.
PENASARAN
Jangan LUPA LIKE DAN VOTE KOMENNYA YA
πππ Biar Author Tambah semangat nulisnya
__ADS_1
Makasih untuk Like Dan Vote nya Selama ini.ππ»ππ»ππ»πππ€©π€©π€©**