
"Pastikan kalian melindungi Istri Saya dengan Baik.
" Walaupun nyawa kalian taruhannya."Ucap Hans tegas.
"Hans dan Bram pun keluar yang disambut dengsn pengawal dan supir pribadinya.
Didalam mobil menuju Hotel , Hans baru membuka ponselnya melihat rekaman Cctv yang dikirim Anak buahnya , Karena tadi malam Hans tidak sempat untuk melihat Rekaman Cctv tersebut.
Itu semua karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Saina sehingga dia fokus dengan perawatan Saina dan memastikan Saina baik baik saja.
Hans mengeram marah melihat adengan ketika Bu Marni menampari dan menjambak Karin , Dia melihat Saina berusaha memberontak ingin melepaskan diri dari pegangan dua sekuriti suruhan Bu Marni dan Pak Yanto.
Disaat itulah luka yang ada dilengan Saina mulai terbuka, dan darah mulai terlihat dilengan Saina yang dipegang kuat oleh sekuriti itu.
Akhirnya Saina berhenti memberontak dan berbicara pada Bu Marni memohon untuk melepaskan Karin pada waktu itu .
Sampai Akhirnya Saina berhasil melepaskan dirinya dan melumpuhkan dua sekuriti yang memegangnya itu.
Semua peristiwa yang terjadi itu terekam , Membuat Hans mengepalkan tangannya menahan Amarah nya yang tak terkendali.
Matanya memerah dan wajahnya terlihat begitu tegang memperlihatkan gurat gurat kemarahan yang tak tertahankan.
kirimkan rekaman Cctv terkini disana ."perintah Hans.
kepada Bram .
Tak lama setelah itu Bram menyambungkan hasil reka rekaman Cctv Hotel ke Tv yang ada dimobil mereka.
Terlihat Semua orang yang ada diruangan itu gelisah menanti .
Ada yang duduk tertidur maupun mengobrol .
terlihat wajah wajah resah gelisah.
Terutama wajah Bu Marni dan Pak Yanto yg terlihat kusut.
"Bagaimana ini Pa ?Apa yang Harus kita lakukan.
"Bagaimana Papa sudah Suruh Maya kemari.?
"Sudah Papa Sudah menyuruhnya untuk berbicara pada Presdir.
"Mama gak menyangka Nak Hans bisa semarah ini.
"Mereka kan hanya karyawan biasa seperti yang lain waktu itu ketika Mama marah menyerang Sekretaris nya dia tidak semarah seperti Sekarang ini.
__ADS_1
"Semoga Maya bisa meluluhkan Hatinya ."Doa Bu Marni.
Sepanjang malam itu Bu marni dan Pak yanto gelisah tak bisa memejamkan matanya, begitupula dengan para karyawan dan para pimpinan yang ada disini
mereka memandang marah dan kesal pada Bu marni dan Pak Yanto karena ulah mereka berdua sekarang mereka kena imbasnya juga.
Sementara itu diluar ruangan Terlihat Maya duduk menunggu karena dia tidak diperkenankan untuk masuk.
Ya malam itu sebelum kejadian itu Bu Marni menyuruh seorang karyawan hotel untuk membawa Maya keluar ,dan mengurung Maya Dikamarnya .
Agar Maya tidak menganggu rencana Bu Marni.
Terlihat dua orang pria berpakaian hitam hitam memasuki ruangan dengan membawa sebuah proyektor lalu mereka menghidupkan proyektor itu dan menyorotkan kedinding
Semua orang yang ada diruangan itu perhatian mereka sekarang fokus pada dinding yamg disorot oleh Proyektor tersebut.
Terlihat disana adengan ketika Bu Marni berbicara pada Saina dan Karin lalu meminjam kosmetik milik Karin.
terlihat juga disana ketika Bu Marni membuka cincin berlian yang dipakainya lalu memaduksnnya kedompet kosmetik milik Karin yang dipinjam nya.
Semua orang yang menonton itu memandang marah pada Bu marni.
Sedangkan Bu Marni yang melihat hal itu wajah nya kini berubah makin bertambah pucat ,terlihat lingkaran hitam dibawah matanya karena tidak bisa tidur sepanjang malam itu.
Bu Marni terkulai lemas dipapah Pak Yanto untuk duduk.
Hans dan Bram memasuki ruangan itu ketika semua orang sedang fokus melihat ke dinding yang menampilkan adengan demi adengan seperti sedang menonton sebuah drama sinetron.
"Kalian Sudah melihat Semua nya ."Ucap Hans memecah kesunyian diruangan itu.
Sekarang semua mata tertuju kepada Hans dan Bram Yang berdiri tegak disana dengan wajah dinginnya.
"Sekarang Kalian tahu siapa dalang dari semua peristiwa ini.
"Dan yang sangat saya sesalkan kenapa kalian tidak mencoba untuk menghentikan perbuatan keji Perempuan Iblis ini kepada kedua gadis itu.Hanya satu orang , Pak Roy yang mencoba untuk menolong mereka.
"Ampun Nak Hans ampuni Saya."Saya khilap Nak Hans Saya berjanji tak akan berbuat sesuatu yang buruk lagi ." Ucap Bu Marni bersimpuh bersujud dibawah kaki Hans yang diikuti Pak Yanto suaminya.
Maya yang ikut masuk ketika Hans dan Bram datang, ikut bersujud memohon ampun untuk ibunya.
Dia bisa masuk karena dia memohon pada Hans untuk diizinkan ikut masuk dan Hans mengizinkannya agar Maya bisa melihat Apa yang dilakukan orang tuanya kepada Saina dan Karin.
"Saya bukan Tuhan tak perlu Anda bersujud kepada Saya."Ucap Hans keras.
Pak Yanto bangun dan masih berlutut dan berkata.
__ADS_1
"Maaf kan kami Nak Hans ,Istri Saya memang Salah Saya akan menanggung semua kesalahan istri saya.
Kalau mau menghukum silahkan Hukum saya saja , tolong jangan Hukum Istri dan Anak Saya.
"Anda Tahu seharus nya Anda sebagai Suami bisa mengingatkan istri Anda ketika dia berbuat sesuatu yang Salah bukan malah mendukungnya.
"Anda tidak bisa mendidik Istri Anda.
Anda tidak bisa menjadi Pemimpin yang baik untuk keluarga Anda.
"Saya berjanji untuk selanjutnya akan mendidik istri Saya untuk menjadi lebih baik."Ucap pak Yanto lagi.
"Kalau begitu Saya ingin tahu bagaimana Cara Anda mendidik istri Anda yang berhati Iblis ini dan Saya ingin lihat bagaimana Cara anda menghukumnya. "Ucap Hans sambil mengepal tangannya menahan amarah.
Ya Hans Sekuat tenaga menahan amarahnya ketika melihat Bu Marni karena tadi dia sudah berjanji kepada Saina ketika Saina menelponnya tadi.
Untuk tidak melakukan sesuatu hal yang melanggar hukum,Saina tak ingin Hans membalas Bu marni dengan tangannya karena menurut Saina itu sama saja seperti Bu marni.
Saina tak ingin Hans menjadi moster seperti Bu Marni .
"Pak Yanto bangkit membantu Bu Marni berdiri.
Dan tiba tiba Pak Yanto menampari wajah Bu marni
berulang kali sampai Bu marni menjerit kesakitan
Pak Yanto terus Saja menampari Bu marni sampai Bu marni terhuyung huyung tubuh nya.
Maya yang melihat itu berdiri memeluk tubuh ibu nya menangis pilu.
"Sudah Pa Kasihan mama Pa."Ucap Maya mencoba menghentikan Pak Yanto yang seperti kesetanan menampari Bu marni.
Dan Akhirnya Maya yang mencoba menolong Ibunya juga menjadi sasaran kemarahan Pak Yanto beberapa tamparan keras mendarat dipipi gadis itu .
membuat gadis itu terjatuh bersama ibu nya
Melihat itu Pak Yanto gak perduli dia mendekati Bu Marni menarik rambutnya dan kembali menampari Bu marni sampai darah segar mulai terlihat dibibir Bu marni.
Bu Marni Hanya bisa menangis menahan sakit diwajah dan kepalanya.
kini dia merasakan Hal yang sama seperti yang dilakukannya kepada Karin.
"Papa Sudah Pa!,"Kasihan Mama .
"Tolong Tolong mama ."Ucap Maya sambil merangkak memeluk tubuh Bu marni yang Sudah tak berdaya.
__ADS_1
Tapi Pak Yanto tak perduli seperti kesetanan kini menampari Maya juga.
"Cukup hentikan Mas Tolong Maya ."Ucap Saina yang tiba tiba Sudah ada diruangan itu bersama Karin.