Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Rindu.....


__ADS_3

"Na kau kenapa Na ."Tanya Karin yang tiba tiba sudah berada dikamar Saina.


"Gak apa apa kok Rin."Ucap Saina sambil mengelap air matanya dengan punggung tangan nya.


"Maaf tadi Bram menelpon jadi aku gak menemanimu karena keasyikan nelpon."Ucap Karin sambil duduk disebelah Saina.


"Apa Hans sudah menelpon memberikan kabarnya?"tanya Karin kepada Saina.


Saina mengeleng kan kepala sambil matanya menerawang entah kemana.


"Sabar Na mungkin Hans disana sedang sibuk dengan perihal sakit Ibunya itu.


Mungkin sakit yang di derita ibu nya makin parah sehingga dia gak sempat untuk memikirkan hal yang lain."Ucap Karin mencoba menenangkan Saina dengan pemikiran yang positif tentang Hans.


"Iya Rin mudah mudahan tidak ada kejadian yang buruk menimpa mereka disana.Semoga Hans dan keluarganya baik baik saja ."Doa Saina sambil menghela nafasnya.


Saina memang selalu berpikiran positif terhadap Hans ,dia mencoba menyingkirkan pikiran pikiran negatif yang merasuki pikirannya.


Tetapi tetap saja rasa rindu kepada Hans membuat pikirannya menjadi kacau.


Saina gak mengerti kenapa dia merasa seperti itu.


karena selama ini dia tak pernah merasakan begitu merindukan seseorang seperti dia merindukan Hans seperti sekarang ini .


**KU TULISKAN SYAIR INI HANYA UNTUKMU


KU NYANYIKAN LAGU INI HANYA UNTUK


WALAU JAUH ENGKAU DISANA


HATI RINDU INGIN BERJUMPA


HANYA GAMBARMU YANG SLALU KUPANDANGI


BETAPA BESAR CINTA INI PADAMU KASIH


KU CURAH KAN KASIH SAYANG HANYA PADAMU


BULAN SAJA MENGERTI DIRIKU


AKU INI SEDANG JATUH CINTA PADAMU SAYANG


APA MEMANG TIADA KAU MERASA


ATAU MEMANG TIADA DIRASA


GETARAN JIWA


MASIH TERGIANG SLALU


MERDU SUARAMU KASIH


KU TULISKAN SYAIR INI HANYA UNTUKMU


KU NYANYIKAN LAGU INI HANYA UNTUK.


 

__ADS_1


*NYANYIAN RINDU*


 


*BY. EVIE TAMALA*


 


 


"Na bangun Na ."panggil Karin sambil menguncang tubuh Saina yang masih tertidur pulas.


Ya setelaj Shalat subuh tadi Saina kembali tidur untuk menghilangkan kegelisahan hatinya sambil mendengarkan lagu lagu cinta melalui henset yang dikenakannya.


"Ada apa Rin ."Ucap Saina sambil masih menutup Matanya.


Ya hari ini Saina merasa sangat malas untuk bangun semangat nya seakan hilang .


"Itu lihat didepan ."Ucap Karin sambil menarik Saina memaksa saina untuk bangun.


Karin menarik Saina membawanya keluar kamar.


Terlihat Nenek, Bi Darmi , dan Andra sedang berdiri menatap bingung keruang tamu.


"Ada apa ini."ucap Saina terpelonggo menatap Barang barang yang diletakkan oleh beberapa Pria disana.


"Ini barang barang Nona Saina yang tertinggal dihotel


ucap ."Seorang pengawal Hans yang tinggal dipaviliun sebelah .


"Assalammuaikum .


Mereka bertiga pun berpelukan lagi.


"Nek ..!"Sarah kangen banget sama Nenek ."ucap Sarah sambil menyalami dan memeluk Nek Sri .


"Sarah Nenek sampe pangling tadi ,kamu makin ayu "Ucap Nek Sri merasa senang melihat Sarah.


Sarah kemudian menyalami Bi Darmi dan Andra.


"Nek ini kenalin Mas Hendra calon Suami Sarah."ucap Sarah memperkenalkan Hendra pada Nek Sri.


"Alhamdulilah kau dan Karin Sudah punya Calon suami yang ganteng ganteng dan Baik, Mudah mudahan Saina juga Nanti secepatnya mendapatkan Jodoh seperti kalian berdua.


Sarah dan Karin Hanya bisa tersenyum mendengar kata kata Nek Sri itu.


Didalam hati mereka berkata Nek cucumu itu sudah punya bojo yang tampan kaya lagi.


"Aamiin Nek jangan takut cucu Nenek yang satu itu pasti bisa mendapatkan suami yang jauh lebih baik dari kami."Ucap Sarah sambil melirik Saina .


Saina hanya bisa mendelikkan matanya kepada Sarah takut kalau Sarah keceplosan ngomong mengatakan tentang dirinya dan Hans.


"Begini Nek Sarah kemari mau mengajak Nenek ,Bi Darmi ,Andra ,Karin dan Saina untuk kejakarta sekarang untuk menghadiri pesta pernikahan kami."Ucap Sarah sambil tersenyum mengandeng tangan Hendra.


"Kenapa begitu mendadak ."Ucap Saina heran karena kemarin Sarah tidak mengatakan hal itu sewaktu mereka ada dihotel.


"Karena kemarin tidak sempat memberitahukannya pada kalian .

__ADS_1


Sudah sekarang Nenek dan yang lain bersiap siap karena pesawatnya akan berangkat siang ini.


Dan tiketnya sudah dibooking loh kan sayang hangus kalau kalian gak jadi berangkat ,"Ucap Sarah dengan wajah memelas pura pura sedih.


"Kalau Nenek dan yang lain gak mau ikut ntar Siapa yang mendampingi Sarah ,Rah ingin Sahabat Sahabat Rah Dan Nenek ada disana menyaksikan pernikahan kami."Ucap Sarah lagi sambil menghapus air matanya yang jatuh di pipinya.


Saina memijit hidung Sarah lalu memeluk sahabatnya itu sembari berkata.


"Dasar cengeng gitu aja pake acara nangis segala,


Ayo Rin ,Semuanya cepat bersiap siap ntar bisa bisa rumah ini jadi banjir air mata."Ucap Saina sambil


menyuruh yang lainnya untuk bersiap siap.


"Sarah tersenyum senang mengedipkan matanya pada Hendra , ketika Saina dan yang lainnya langsung membubarkan diri untuk bersiap siap berangkat.


Mereka berangkat kebandara setelah lebih dulu sarapan dan Nek Sri berpamitan kepada para tetangga untuk menitipkan rumahnya .


Akhirnya jam lima sore merekapun mendarat dibandara Soekarno-Hatta.


Dari Bandara mereka sudah dijemput dan langsung


menuju Hotel tempat acara pernikahan sekaligus tempat menginap keluarga pengantin.


Sepanjang perjalanan Saina tak banyak berbicara karena hati dan pikirannya sedang mengembara entah kemana.


Akhirnya aku bisa kembali lagi kekota ini, Kota yang ditinggalkannya sekitar hampir setahun lalu ,Kota yang banyak meninggalkan kenangan dan juga luka dihatinya waktu itu.


Kota dimana orang yang sangat dirindukannya berada.


Saina memandangi Ponselnya ,Sampai hari ini Hans tidak menghubungi ataupun mengirim pesan singkat padanya.


Hatinya benar benar risau memikirnya.


Saina menghela Nafas menahan Air matanya yang terasa mulai mengenangi matanya ,Karena rasa sesak didadanya yang terasa setiap dia mengingat tentang Hans.


Sesampainya dihotel mereka sudah disambut oleh meneger Hotel dan para pelayan dan office boy Hotel.


Sarah dan Hendra berpamitan pada mereka karena ada yang harus mereka urus untuk acara pernikahan mereka besok.


Seorang wanita paruh baya yang merupakan meneger Hotel juga EO acara pernikahan Sarah itu


membawa mereka memasuki Hotel dan menbawa mereka menaiki lift dan berhenti dilantai 9 ,lalu dia menunjuk kan kamar kamar untuk mereka tempati yang terletak dilantai itu.


Nenek Dan Bi Darmi menempati sebuah kamar yang cukup besar disana .Sedangkan Andra menempati Kamar tepat disebelah kamar yang ditempati Nenek dan Bi Darmi.


Lalu Meneger Hotel itu mengajak Saina dan Karin menaiki lift kelantai selanjutnya.


Karena kamar untuk Saina dan Karin ada dilantai 10.


Saina meminta Andra untuk berjaga jaga kalau kalau Nenek butuh Sesuatu karena kamarnya ada disebelah kamar Nenek


Tadi sebenarnya Saina sempat meminta agar dia menginap tidur satu kamar saja bersama Nenek dan Bi darmi.


Tapi meneger Hotel itu mengatakan bahwa Sarah sudah menyiapkan kamar khusus untuk Saina dan Karin yang dekat dengan kamar yang ditempati oleh Sarah Nantinya.


Akhirnya Saina pun tak bisa menolak karena itu semua sudah diatur oleh Sarah .

__ADS_1


Saina gak ingin membuat Sarah kecewa kalau dia menolak keinginan Sarah itu .


__ADS_2