
"Cepat bawa ke UGD"Seru perawat itu pada temannya begitu Melihat Hans turun dengan mengendong Saina.
Ya para perawat itu memang sudah siaga menunggu kedatangan Hans kerumah Sakit karena diperintahkan oleh Dokter R.Sinaga untuk bersiap siap setelah Dokter itu menerima telpon dari Bram .
Saina dan Karin langsung dibawa Keruangan UGD
rumah sakit itu.
"Maaf sebaik nya Anda tunggu diluar biar kami leluasa menangani pasien."Ucap Dokter Sinaga kepada Hans dan Bram.
Dokter Sinaga yang Sudah menunggu didalam langsung bertindak cepat memeriksa Kondisi Saina.
Pasien kelihatannya banyak kehabisan darah cepat minta periksa darahnya dan lihat stok persedian darah kita.
Sementara itu Hans dan Bram yang menunggu diluar
terlihat begitu tegang .
"Bram suruh mereka mengirimkan rekaman Cctv diruangan itu sekarang !
"Dan katakan pada sekuriti dan anak buahmu yang
disana untuk jangan membiarkan satu orang pun meninggalkan ruangan itu.
"Sampai Aku izinkan mereka meninggalkan ruangan itu .
Bram langsung menelpon Anak buah nya ,menyuruh anak buah nya untuk mengirimkan rekaman Cctv diruangan itu.
Sementara Hans duduk dikursi Sambil meremas rambut dikepalanya.
Masih terbayang dimatanya ketika melihat Saina tersenyum begitu melihat dirinya.
"Ah kenapa Aku datang begitu terlambat"pikirnya kalut.
Tiba tiba pintu ruangan Terbuka , Dokter Sinaga mempersilahkan Hans dan Bram untuk Masuk.
"Bagaimana keadaan istri Saya Dokter?"Tanya Hans kepada Dokter Sinaga.
"Kalau boleh Saya Tahu Istri Anda yang Mana ya.?"Tanya Dokter Sinaga bertsnya balik.
"Istri Saya wanita yang memakai baju warna putih Dok!"Jawab Hans cepat.
"Istri anda mengalami banyak kehilangan darah karena jahitan pada lukanya terbuka . Sepertinya lukanya terbuka karena lengannya yang terluka ditekan dengan kuat yang menyebabkan luka nya terbuka jahitannya dan karena tekanan yang cukup kuat sehingga darah nya banyak keluar.
"Saya Sudah menjahit kembali luka dilengannya tapi karena dia banyak kehilangan Darah jadi kami memberikan transfusi darah padanya.
"Tapi sekarang ini persedian Stok golongan darah seperti istri anda hanya ada 2 kantung darah saja
istri Anda paling tidak memerlukan 2 kantong darah lagi.
"kami sudah berusaha menelpon rumah sakit lain tapi golongan darah O+ lagi kosong.
Hans mengeluarkan ponsel nya Menelpon Dokter Haris yang ada dimedan.
"Dokter Haris tolong periksa Stok darah dirumah sakit kita golongan O+ bawa kemari secepatnya !,
bawa semua stok yang ada disana.
__ADS_1
"Bram telpon Kapten Dennis untuk menjemput dan mengantar Dokter Haris kesini secepatnya.
"Dokter lakukan perawatan yang terbaik disini berapa pun biayanya akan Saya bayar.
"Asalkan Dokter bisa menyelamatkan Istri Saya .
"Saya Harap Anda bisa tenang untuk sementara ini keadaan istri Anda tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Istri Anda sekarang ini belum Sadar karena kondisinya sangat lemah karena kehabisan tenaganya, ditambah lagi dia kehabisan banyak darah.
"Kami memberikan infus nutrisi agar tenaganya pulih kembali dan untuk sementara Stok darah yang ada bisa kita gunakan menunggu kantong darah berikutnya.
Sedangkan gadis yang satu lagi sudah sadar dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena dia hanya mengalami luka memar diwajahnya.
"Apakah kami boleh melihat mereka .
"Silahkan pasien Sudah dibawa keruang perawatan seperti yang Anda minta.
"Terimakasih Atas penjelasan Anda Dok. "Ucap Hans sambil menyalami Dokter Sinaga.
"Seorang perawat membawa mereka keruang perawatan VViP dirumah sakit itu.
Hans dan Bram masuk melihat Karin Duduk disamping tempat tidur Saina Sambil menangis .
Karin menoleh kebelakang begitu melihat Hans dan Bram Suara tangis nya pun semakin terdengar
"Saina Tolong Saina pak "Ucapnya sambil menangis pilu.
"Istirahatlah!"Bram bawa dia dan Suruh istirahat .
Bram membawa Karin keluar .membawanya kekamar Sebelah yang sudah dipesannya juga untuk kamar perawatan Karin.
"Hans menggenggam jemari Saina dan membelai lembut Wajah Saina.
"Maafkan Aku tak ada disaat kau sangat membutuhkanku dan ini untuk ketiga Kalinya Aku melihatmu terluka.
"Maaf kan Karena aku bukan Suami yang baik untukmu , Aku belum bisa menjaga dan melindungimu dengan Baik.
"Aku...."Hans tak bisa berkata kata lagi .. Air matanya jatuh melihat Orang yang dicintainya terbaring lemah.
"Bangunlah Sayang jangan tinggalkan Aku , Aku tidak bisa kehilangan dirimu lagi.
"Aku mencintaimu , aku gak bisa hidup tanpa mu
Sadarlah aku ingin melihat senyum mu.
Hans menciumi Tangan Saina mencium kening gadis itu mesra.
Membuat perawat yang menjaga diruangan itu
memandang dengan rasa iba dan juga iri
"Beruntung sekali Wanita itu mempunyai Suami yang sangat mencintai dan menyayanginya seperti itu.
Hans terus terjaga sambil dia terus memandangi wajah istrinya itu, seakan tidak ingin berpaling walau sedetikpun.
Perawat yang ada didalam sudah menyuruh Hans untuk istirahat ditempat tidur yang disediakan untuk keluarga yang menjaga pasien .
__ADS_1
Tapi dia tetap tidak mau dia ingin terus berada didekat Saina.
Sampai akhirnya dia pun tertidur disamping tubuh istrinya dengan masih menggengam erat jemari Saina.
Dokter Haris yang datang membawa kantong darah O+ .Dia sampai disana pukul 1 dini hari.
Sesampainya disana Dokter Haris disambut oleh Bram dan Dokter Sinaga yang sedang menunggunya.
merekapun langsung keruangan Saina.
Merekapun melakukan semuanya tanpa membangunkan Hans yang tertidur.
Akhirnya penambahan transfusi darah Saina selesai pukul 2 pagi.
Bram pergi kekamar yang ditempati Karin terlihat gadis itu tertidur lelap setelah perawat memberikan obat penenang padanya.
Bram menghela nafasnya memburu menahan Marah setelah melihat rekaman Cctv yang dikirimkan Anak buahnya.
Dipandanginya wajah karin yang masih terlihat memar.
"Bu Marni kau harus membayar semua ini."Geram nya penuh dengan kemarahan.
Saina berlahan lahan membuka Matanya .
Dia melihat Hans yang masih tertidur sambil mengenggam jemarinya.
Kenapa aku ada disini?" pikirnya sambil masih memandangi Hans.
Tadi malam itu..aku bersama Karin.
Saina mulai mengingat kejadian yang menimpa dirinya dan Karin.
Dan itu membuatny menanggis kembali mengkhawatirkan Karin yang tak terlihat ada disekitarnya.
Hans terbangun mendengar suara tanggis Saina.
"Na kau sudah Sadar Sayang"Tanya Hans sambil menghapus air mata Saina lalu mencium kening Saina mesra.
"Mas Karin mana?"Tolong selamatkan Karin
jangan sampai mereka menyiksanya lagi."ucap Saina sambil masih menangis sedih.
"Karin disebelah dia baik -baik saja."ucap Hans menenangkan Saina.
"Aku ingin melihatnya"Ucap Saina lagi.
"Sabarlah Aku akan suruh Bram membawanya kemari.
Hans lalu menelpon Bram menyuruhnya membawa Karin kekamar Saina.
Tak lama menunggu ,Bram pun muncul diikuti oleh karin.
Karin Dan Saina saling berpelukan sambil menangis.
bahagia karena bisa bertemu kembali.
Hati hati luka baru Saina belum sembuh benar" ucap Hans pelan kepada Karin.
__ADS_1
.