Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Seperti putri bunga.


__ADS_3

Meneger Hotel itu membawa Saina dan Karin kelantai 10 Hotel itu.


Meneger Hotel membukakan sebuah kamar dan memberikan kartu sebagai kunci kamar kepada Karin.Lalu mengajak Saina pergi kekamar sebelahnya .


"Maaf kenapa kami tidak satu kamar saja Ucap Saina lagi di iyakan juga oleh Karin.


"Maaf Nona saya hanya menjalankan tugas saya untuk menempatkan tamu tamu kekamar mereka masing masing.


"Semua ini adalah bagian dari pelayanan kami untuk tamu khususnya tamu untuk acara pesta pernikahan besok.


Karena Hotel ini dalam beberapa hari ini sudah disiapkan untuk acara pernikahan ini.


Dan para tamunya merupakan prioritas kami untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para tamu.


Dan khusus untuk Anda berdua sang pengantin menginginkan agar Anda diperlakukan secara khusus karena Anda berdua merupakan para sahabat dari sang pengantin.


Dan rencana nya hari ini kami sudah mendatangkan terapis spa agar besok anda berdua bisa terlihat lebih fres untuk mendampingi sang pengantin diacara besok.


Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kepada Anda berdua semoga anda berdua bisa beristirahat dengan nyaman agar bisa menjalani acara demi acara besok dengan baik."Ucap Meneger Hotel itu panjang lebar menjelaskan semuanya.


Membuat Saina dan Karin tak bisa menolak lagi atau pun komplen .


Karena semua penjelasan yang dikatakan meneger Hotel itu sangat masuk akal sekali.


Akhirnya Sainapun mengikuti Meneger Hotel itu untuk memasuki kamarnya sendiri.


Setelah meneger Hotel itu pergi Saina pun .


membereskan pakaian yang dibawanya.


Baru saja Saina duduk ingin istirahat tiba tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.


Saina pun bergegas membuka pintu , terlihat 3 orang wanita seorang berpakaian pegawai Hotel sedangkan yang 2 lagi berpakaian sama tapi berbeda dengan pakaian pegawai Hotel yang satunya.


"Maaf Nona ini terapis spa yang akan membantu anda melakukan perawatan untuk acara besok,"Ucap pengawai Hotel itu memberitahukan tujuan kedatangan mereka ke ksmar Saina.


"Oh ya tadi ibu meneger sudah memberitahu kan kepada saya."Saina pun mempersilahkan mereka untuk masuk.


Para terapis itu masuk sambil membawa seluruh peralatan mereka.


Saina disuruh menganti pakaiannya dengan pakaian Khusus.


Sainapun mengganti pakaiannya sambil menelpon Karin.


"Halo Rin kenapa lama sekali kau menjawab telepon dariku." Ucap Saina karena dia berkali kali menelpon karin tidak diangkat oleh Karin.


"Maaf Na aku lagi facial baru dimaskerin ni Na ,jadi agak lama jawab telponmu lagi tanggung ni baru aja selesai dan setelah ini mo diurut dan pake luluran.


"Oh ya udah aku juga baru mau diterapi ni."Ucap Saina kepada Karin .


"Dah Rin aku tutup dulu."Ucap Saina sambil mematikan sambungan telponnya.

__ADS_1


"Hm Karin dah diterapi juga ,Ada ada saja si Sarah pake acara luluran dan terapi segala,Tapi gak apa juga sih lumayan dapat perawatan gratis ."Pikir Saina sambil tersenyum Senang.


Akhirnya Saina pun menjalani berbagai terapis perawatan dari facial, maskeran setelah itu baru diterapi urut baru luluran .


Saina menjalani semuanya dengan gembira apalagi ketika tubuhnya diurut sangking keenakan dipijat sebelum luluran Sainapun sampai hampir tertidur.


setelah menjalani berbagai macam perawatan yang selesai setelah jam menunjukkan pukul 10 malam.


Ya karena disela perawatan itu terhenti beberapa Saat karena Saina harus makan malam dikamar dengan para terapis itu juga.


"Makasih Mbak atas pelayanannya ."Ucap Saina kepada para terapis itu.


"Sama sama Mbak ."Ucap terapis itu


Para terapis itupun meninggalkan kamar Saina setelah menyelesaikan tugasnya.


Saina membaringkan tubuhnya yang terasa sangat segar setelah menjalani serangkaian perawatan yang memakan waktu berjam jam itu.


Ya dari facial ,pijat ,luluran ,Spa ,Sampai creambat rambut .


Membuat tubuh Saina terasa segar dan enteng membuat nya tertidur lelap karenanya.


Saina menggeliat membuka matanya ketika mendengar Suara ketukan dipintu kamarnya.


Dengan pelan Saina bangun sambil mengumpulkan segenap kesadarannya lalu bangkit berjalan membuka kan pintu kamarnya.


"Selamat Pagi Mbak maaf menganggu , ini Saya mengantarkan Sarapan pagi untuk Mbak,"Ucap pelayan itu sambil meminta izin Saina untuk masuk meletakkan Sarapan pagi untuk Saina.


Sainapun menutup pintu kamarnya lalu bergegas mandi setelah itu dia pun sarapan.


Saina takut nanti terlambat menghadiri acara pernikahan Sarah dan Hendra nanti.


Setelah selesai sarapan Saina pun hendak memilih gaun untuk dipakainya diacara Pernikahan Sarah nanti.


Tok tok tok...


Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk kembali.


Sainapun membuka pintu.


"Maaf Mbak ,ini perias yang akan merias Mbak ."ucap seorang pengawai hotel membawa dua orang wanita yang dikatakannya orang yang akan merias Saina.


Saina mengangguk mempersilahkan mereka untuk masuk.


Para perias itu pun membawa peralatannya untuk masuk.


Sainapun duduk didepan meja rias menunggu para perias itu mempersiapkan peralatan mereka untuk merias wajahnya.


Saina meraih Ponsel miliknya lalu melakukan video call pada Karin.


Karin menerima panggilan video call dari Saina .

__ADS_1


"Halo Na ada apa ? Tanya Karin terlihat dia sedang dirias juga oleh seorang perias .


"Gak ada apa apa aku mo tahu apa kau dah siap apa belum ."Ucap Saina sambil tersenyum melihat wajah Karin yang sedang dirias karena terlihat wajah Karin putih semua baru saja dioles foundition oleh periasnya jadi Wajahnya terlihat lucu oleh Saina.


"Udah Na ntar Mbaknya terngangu kalau kita video call begini aku tutup dulu ya."Ucap Karin mengakhiri video call nya dengan Saina.


Sainapun meletak kan Ponselnya lalu periaspun mulai merias diri nya.


Perias yang satu merias wajah Saina sedangkan yang satunya lagi merias rambutnya.


Setelah beberapa Saat para perias itu pun selesai merias Saina .


Saina meminta mereka untuk merias nya senatural mungkin karena dia gak suka dengan riasan yang terlalu glamour dan tebal.


Para perias itupun membantu Saina untuk memakai gaun berwarna putih dengan leher model sabrina,dan


Dengan riasan rambut panjang terurai yang ujung ujung nya dibuat bergelombang natural .


Lalu para perias itu meletak kan rangkaian bunga bulat dipuncak kepala Saina.


Saina memandangi dirinya merasa takjub dengan hasil riasan para perias itu.


Begitu pula dengan para perias juga merasa puas dengan hasil kerja mereka.


Saina berputar melihat pantulan tubuh dan wajahnya dicermin.


"Mbak cantik sekali seperti putri Bunga ."Ucap seorang perias.


"Ini semuakan karena Mbak berdua saya jadi kelihatan cantik seperti ini ."Ucap Saina tersenyum senang.


"Makasih ya mbak,Saya suka sekali dengan hasil riasan Mbak , Terlihat natural dan gak menor."Ucap Saina memuji hasil riasan para perias tersebut.


"Kami sangat senang kalau Mbak suka hasil riasan kami.


"Oh ya Mbak Saina ini sepatunya dipakai perias itu mennyuruh Ssina memakai sepatu putih yang begitu tinggi namun sangat cantik dengan hiasan mutiara disekelilingnya.


"Ini Mbak perhiasannya belum dipakai "ucap seorang perias mengambil sebuah kotak beludru biru.


Didalamnya terlihat ada satu set perhiasan seperti berlian yang sangat indah.


perias itu memakaikan anting berlian berbentuk air jatuh, Memakaikan gelang dan sebuah kalung berlian yang simpel .


Saina terlihat makin cantik dan bersinar dengan perhiasan yang dipakainya.


"Aduh Mbak Saya sedikit risih memakai perhiasan seperti ini , ntar kalau jatuh hilang ,Saya gak bisa mengantinya nanti."Ucap Saina merasa takut kalau sampai perhiasan yang dipakainya jatuh dan hilang.


"Gak papa Mbak .!"Gak bakalan hilang kok."ucap perias itu menyakinkan Saina.


"Oh ya Mbak Sepertinya acara akan segera dimulai ,Ayo saya antar Mbak turun kebawah untuk menjumpai teman teman Mbak yang lain."Ucap Perias itu kepada Saina.


Saina pun berjalan dibantu para perias keluar dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2