Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
TERPESONA ...


__ADS_3

Pak Yanto melihat kepergian Hans yang diikuti Saina .


Sementara Bram masih ada didalam ruangan itu.


"Ayo Ma kita keluar dari sini "Ajak Pak Yanto pada Bu Marni sambil mengamit lengan istrinya itu yang masih memandang kepergian Hans dan Saina keluar dari ruangan itu.


"Mama gak percaya Nak Hans Sudah menikah itu


pasti alasan yang sengaja dibuat-buatnya saja"ucap Bu Marni pada Pak Yanto suami nya.


"Aku akan tetap berusaha membuat Hans mencintai Maya bagaimanapun caranya.


Bagaimanapun Maya harus bisa menjadi istri Hans agar semua impianku selama ini mempunyai menantu seorang milyader terpenuhi"pikir Bu marni Dalam hati.


"Ma sudah jangan berbuat seperti itu lagi "ucap Maya sendu.


"Maya malu Ma"Tolong Mama Jangan ikut campur lagi dengan semua kehidupan Maya.


"Maya malu sekali atas sikap Mama pada Pak Hans tadi.


"Memang benar semua yang dikatakannya tadi, bahwa diantara kami berdua tidak pernah ada hubungan yang spesial selama ini.


"Kamu kira Mama bodoh ,Mama tahu selama ini kamu sangat mencintainya makanya kamu menolak ketika mama jodohkan dengan Anak teman Mama.


"Apa kalian masih ingin membahas hal ini disini?"Tanya Bram dingin.


"Saya peringatkan jangan pernah berpikir untuk berbuat sesuatu yang akan membuat kalian menyesal nanti nya.


"Bos tadi sudah sangat jelas dengan kata kata nya tadi, jadi jangan coba -coba melakukan Hal yang lebih jauh lagi.


"Iya Pak Bram Kami tidak akan berani"ucap Pak Yanto ,lalu mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu.


Sementara itu Hans berjalan bersama Saina menuju tempat peristirahatannya.


Sepanjang jalan dia hanya diam ,Hans benar benar Marah dan dibuat pusing dengan semua yang dilakukan dan dikatakan Bu Marni.


Sesampainya di depan pintu dia berpesan kepada penjaga pintu untuk jangan membiarkan siapapun masuk kecuali Bram .karena dia tak mau ada yang menganggu istirahatnya.


Saina Hanya bisa mengikuti Hans dengan Sedikit perasaan kesal karena melihat tingkah laku suaminya itu.


Sesampainya didalam Hans langsung menuju kolam renang yang ada didalam.


Hans langsung membuka baju dan celana yang dikenakannya ,lalu langsung melompat masuk kekolam renang.


Saina ketika Hans membuka baju dan celananya cepat cepat menutup kedua matanya .


Sedangkan Hans yang melihat Saina menutup kedua matanya dengan tangan nya hanya bisa tersenyum kecil


"Dasar sudah lihat semuanya pun masih malu "pikir Hans dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu dua wanita pelayan yang ada disana hanya bisa memandangi tubuh kekar Hans dengan rasa takjub. mereka begitu terpesona dengan tubuh pria yang ada dihadapannya sampai sampai mereka tak sadar sudah terpaku bengong memandangi Hans yang masuk kekolam renang dan berenang dengan lincahnya.


Saina membuka matanya setelah mendengar suara tubuh Hans yang jatuh ke air.


Dilihatnya Hans sedang berenang dengan lincah.


Dilihatnya dua pelayan wanita itu masih bengong memandangi kearah Hans berada.


"Maaf Mbak bisa buatkan teh hangat dan bawakan beberapa cemilan atau kue kemari!"Perintah Saina ,pada dua pelayan itu .


"Bisa Mbak "jawab dua pelayan itu serempak ,masih terkejut karena Saina sudah menyadarkan mereka dari keterpanaan mereka.


Dengan wajah memerah karena malu merasa dipergoki Saina, sedang memandangi Hans.


Kedua pelayan itupun buru buru pergi untuk melaksanakan perintah Saina.


Saina menghela nafas melihat tingkah laku dua pelayan wanita itu.


"Pasti perempuan perempuan ini sedang memandangi tubuh Atletis Hans ."pikir Saina sedikit merasa tidak suka melihat suaminya sedang dipandangi dan dikagumi wanita lain.


Hans Berenang kepinggir kolam ,lalu tersenyum kepada Saina.


"Ayo mandi kau akan merasa segar "Ucap Hans kepada Saina.


Saina tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


Dia masih sedikit merasa trauma karena kejadian waktu itu.


Tak lama kemudian kedua pelayan wanita tadi sudah kembali dengan membawa teko minuman ,buah-buahan dan beberapa makanan cemilan dan kue juga ada puding yang segar.


Mereka meletakkan semuanya dimeja yang ada didekat Saina.


"Terimakasih "Ucap Saina sambil tersenyum.


"Sama sama Mbak"Ucap mereka.


"Mbak tidak ikut mandi juga?"Tanya salah seorang pelayan itu.


"Tidak Saya tidak pandai berenang ucap Saina sambil tersenyum.


Hans keluar dari dalam kolam renang .


membuat Kedua pelayan itu memandanginya sambil menelan ludah.


"Tampan sekali"seru mereka dalam hati sambil mulai berkhayal andai kan bisa dekat dan berada dalam pelukan Hans.


Hans berjalan mendekati Kearah Saina dan dua orang pelayan itu berada.


Saina yang melihat itu segera mengambil handuk dan menyerahkan kimono mandi pada Hans.

__ADS_1


Hans mengambilnya mengilap tubuhnya dengan Handuk yang diberikan Saina.


Sedangkan dua pelayan wanita itu masih berdiri bengong memandangi tubuh Atletis Hans yang sedang dilap Hans dengan Handuk.


"Kalau pekerjaaan kalian sudah selesai tinggalkan tempat ini.


"Tunggu perintah selanjutnya."ucap Hans tegas.


ketika sadar bahwa kedua pelayan itu sedang memandangi nya.


Kedua pelayan itu tersadar dan mengangguk lalu buru buru pergi meninggalkan Hans dan Saina.


Hans duduk dan meminum teh yang diberikan Saina padanya.


"Kenapa ketus begitu pada mereka ?"Tanya Saina merasa Hans bicara sedikit keras pada dua pelayan itu tadi.


"Hm.. Lalu aku harus bersikap seperti apa kepada mereka ,apa kau ingin aku bersikap sedikit genit."Tanya Hans sambil tersenyum mengoda.


Kalau begitu Aku akan panggil mereka kembali sepertinya ,enak juga kalau dipijat , Badan dan kepalaku sedikit sakit sudah lama tidak dipijat"Ucap Hans pura pura ingin memanggil kembali dua pelayan itu untuk memijatnya.


Saina berdiri lalu memukuli dada Hans kesal sambil cemberut."Awas saja kalau berani minta dipijat mereka"Ancam Saina kesal.


"Aduh..Ha ha....."Hans tertawa senang lalu menarik tubuh Saina , membuat Saina jatuh terduduk dalam pangkuan Hans.


"Sebel ... sebel.. dasar genit"gerutu Saina pelan sambil membenamkah wajahnya didada bidang Hans.


" Lalu siapa nih yang harus memijat sekarang, karena rasanya badanku sudah sakit semua karena sudah beberapa malam ini harus mengeluarkan tenaga ekstra ."Ucap Hans mengoda, dengan wajah pura pura merasa kesakitan.


"Tidak boleh gak boleh .Aku gak akan mengizinkan mereka memijatmu Mas."Ucap Saina kesal.


"Nanti biar aku yang memijat mas , Tapi gak disini Ntar kalau ada yang melihat kan bisa berabe"Ucap Saina pelan.


"Hm kalau begitu Ayo sekarang aku ingin merasakan pijatan tangan indah ini "ucap Hans sambil tersenyum dan mencium tangan Saina.


Membuat Saina tersipu malu wajahnya memerah seperti tomat.


"Nanti malam saja sekarang masih Sore ntar ada yang nyariin mas gimana?Elak Saina halus.


"Kalau malam itu bisa juga tapi aku maunya sekarang ucap Hans sambil pura pura kesakitan.


"Ya sudah tapi mijitnya disini aja ya "Ucap Saina akhirnya mengalah.


"Kenapa gak dikamar saja"ucap Hans sambil masih berpura pura merasa kesakitan.


"Disini sajalah lebih enak disini sambil lihat pemandangan "Ucap Saina memberikan alasan supaya Hans gak memintanya untuk memijatnya didalam kamar.Karena kalau sudah dikamar berdua an diruangan seperti siang tadi pasti Saina gak bisa menolak keinginan Suaminya itu.


Akhirnya Hans setuju dan Saina pun mulai memijat punggung Hans lalu memijat kepala suaminys itu


Hans berbaring tengkurap menikmati setiap pijatan tangan Saina ditubuhnya .

__ADS_1


Apalagi ketika Saina memijat kepalanya Membuat Hans merasa sangat senang.


Dia merasa seluruh tubuhnya menjadi lebih segar.


__ADS_2