
"Semua nya Baik ,dan normal"Ucap Dokter Sinaga setelah memeriksa keadaan Saina.
"Hanya tinggal penyembuhan lukanya saja "ucap Dokter Sinaga lagi.
"Terimakasih Dok karena sudah merawat mengobati Istri Saya dengan baik " Ucap Hans lagi.
"Sama Sama Pak Hans."Saya permisi dulu !"Ucap Dokter Sinaga mohon diri kepada Saina dan Hans.
Setelah Dokter Sinaga dan perawat keluar.
Kini tinggal Saina dan Hans dikamar itu karena Bram dan Karin keluar kamar ketika Dokter Sinaga datang tuk memeriksa Saina tadi.
"Sudah siang apa Mas tidak kerja?"Tanys Saina pada Hans yang duduk disampingnya.
"Bram Sudah menghendel semua nya.
"Kenapa kau tidak Senang Mas menemanimu disini."Ucap Hans pura pura kesal.
"Kalau begitu Mas pergi saja ya"Ancam Hans pada Saina
"Gitu aja pake acara marah merajuk"Sungut Saina Sambil pura pura merajuk balik.
"Kalau memang mau pergi ya sudah pergi sana ."ucap Saina lagi sambil wajah nya dibuat cemberut.
"Ya sudah Mas pergi dulu ."Ucap Hans sambik berdiri .
"Ih sebel !Bukannya dirayu malah beneran mau pergi ."Gerutu Saina dalam hati.
Hans sudah berjalan menuju pintu.
Saina yang melihat itu merasa kesal menarik selimutnya dan tidur sambil memeluk guling.
Hans berbalik tersenyum melihat kearah Saina lalu berjalan pelan kembali mendekati Saina.
lalu berbaring dan memeluk Saina dari belakang .
Saina yang masih kesal hanya diam saja.
Tapi dasar Hans jahil melihat Sakna diam saja.
jahilnyapun kumat,
dia mulai meraba dan mengelitiki pinggang dan ketiak Saina.
Membuat Saina tak tahan akhirnya meronta dan tertawa kegelian .
"Ampun Mas Sudah geli !"Ampun....ha ha....."Ucap Saina sambil tertawa.
"Sudah Mas aku capek tertawa,"Ucap Saina
Sambil memeluk Hans.
__ADS_1
Hans berhenti mengelitiki Saina memandangi Wajah Saina yang sedang tersenyum bahagia.
"Mas aku mau jalan jalan keluar lihat pemandangan diluar ,rasanya sumpek satu harian kemarin dikamar saja.
"Hm ya sudah mo jalan kemana Tuan putri"ucap Hans sambil tersenyum menggoda.
"Kalau gitu Mas tunggu diluar Aku mau ganti pakaian dulu, kan gak mungkin aku keluar pakai baju tidur begini.
"Ya sudah ganti baju Mas tunggu disini"Ucap Hans sambil duduk ditepi tempat tidur.
"Gak boleh Mas harus tunggu diluar" Ucap Saina lagi sambil menarik Hans untuk berdiri dan menarik nya kearah pintu.
"Kenapa musti malu Mas kan dah lihat semuanya."Ucap Hans masih tetap bertahan tidak mau keluar .
"Kalau mas tetap didalam yang ada nanti bisa gak jadi jalan jalannya ."jadi tunggu diluar dulu ya Sayang"Ucap Saina sambil mencium pipi dan kening Hans mesra, lalu membuka pintu menyuruh Hans menunggu diluar.
Hans akhirnya pun mengalah.
Saina pun menutup pintu kamar dan tersenyum lega,
Tapi tiba tiba pintu kamar kembali terbuka dan Hans tiba tiba melongokkan kepala dan masuk kembali membuat Saina terkejut.
"Ada yang ketinggalan. "ucapnya kepada Saina
"Apa yang ketinggalan ."Tanya Saina merasa heran.
"Ini nya yang ketinggalan."Ucap Hans sambil menarik tubuh Saina lalu Hans langsung mencium bibir Saina .
Saina yang masih terkejut dengan apa yang dilakukan Hans hanya bisa menatap bengong kepergian Hans.
setelah Hans menutup pintu barulah dia tersadar dari keterkejutannya itu.
"Hu dasar "Ucap Saina sambil tersenyum senyum.
lalu mengunci pintu takut ntar Hans nongol lagi.
"Ma ..Alhamdulilah Akhirnya Mama bisa bebas Ma."Ucap Pak Yanto sambil memeluk Istrinya Bu Marni .Mereka berpelukan bertiga sambil menangis bahagia .
Yah setelah semua urusan pencabutan laporan yang dilakukan Pengacara Hans Pak Sitorus.
Akhirnya Polisipun menyatakan Bu Marni bebas.
Togar dan Pak Sitorus yang menyaksikan kegembiraan keluarga itu menjafi ikut terharu.
"Makasih Pak sitorus dan Nak Togar karena sudah mau membantu menyelesaikan kasus saya ini.
Saya berjanji untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi ,Saya benar benar kapok sampai kapanpun gak ingin kembali ketempat seperti ini lagi.
"Mudah mudahan Saina dan Karin mau menerima permintaan Maaf Saya nanti."ucap Bu Marni .
"Pak Sitorus Saya ingin secepatnya menemui Saina dan Karin ,Apakah Bapak bisa mengatur pertemuan kami karena Saya tidak diizinkan untuk datang kehotel lagi .
__ADS_1
"Nanti akan Saya sampaikan kepada Pak Hans kalau Pak Hans mengizinkan nanti Saya aksn menghubungi Ibu.
"Maaf Saya permisi dulu karena urusan Saya disini Sudah selesai.
"Selamat atas kebebasan Anda,"ucap Pak Sitorus pada Bu Marni lalu menyalami Pak Yanto dan Maya juga.
" Dan Saudara Togar sampai jumpa lagi dilain waktu,
senang bertemu dengan Anda disini."Ucap Pak Sitorus sambil menjabat tangan Togar erat.
Setelah Kepergian Pak Sitorus Maya membantu Bu Marni membereskan barang barangnya .
Setelah itu merekapun berpamitan keluar dari tempat itu .
Setiba diparkiran mobil Togar mohon diri.
"Terimakasih banyak Nak Togar karena sudah mau membantu Tante."Ucap Bu Marni tulus berterima kasih kepada Togar yang sudah membantunya mendampingi Bu Marni tadi dalam penanda tanganan berkas berkas pencabutan laporan Hans tadi.
"Saya gak membantu apa apa Tante."Ucap Togar .
"Saya permisi dulu semoga Tante bisa mengambil hikmah pelajaran dari kejadian yang menimpa Tante ini." Ucap Togar sambil menjabat tangan Bu Marni.
"Terimakasih sekali Nak Togar karena sudah mau membantu keluarga Om." Ucap Pak Yanto sambil menepuk nepuk bahu Togar .yang disambut Togsr dengan anggukan.
"Makasih Bang Togar "Ucap Maya Sambil tersenyum kepada Togar.
"Ya sama sama"Ucap Togar sambil tersenyum kikuk karena tadi ketika melihat Maya tersenyum dia sempat terpesona memandang senyuman Maya yang pasti membuat semua laki laki akan terpesona dengan senyuman Maya dengan dua lesung pipi nya itu, Dan Togar tak bisa menolak pesona senyuman Maya itu.
"Kalau Nak Togar gak keberatan Nanti malam Makan malam dirumah kami untuk merayakan kepulangan saya kembali kerumah.Ucap Bu Marni mengundang Togar kerumahnya untuk makan malam .
"Saya usahakan untuk datang Tante."ucap Togar
sambil melirik kearah Maya .
Sementara itu Hans yang menunggu Saina diluar mulai gak sabar menunggu karena sudah setengah jam lebih Saina belum juga keluar kamar.
"Kenapa lama sekali, jangan jangan terjadi sesuatu didalam ."Pikir Hans merasa khawatir dengan keadaan Saina.
Baru saja Hans berdiri hendak menyusul Saina ke kamar ,dilihatnya Saina sedang berjalan menuju kearah nya berada sekarang.
Saina memakai celana ponggol putih dengan panjang dibawah lutut, dengan atasan baju kaos berlengan panjang berwarna kuning dan mengenakan sepatu kets putih.
Saina mengikat rambutnya tinggi.
Membuat penampilan terlihat santai tapi elegan.
Hans tersenyum memandangi Istrinya itu dari kejauhan.
"Sudah Siap Ayo jalan"Ucap Saina sambil menarik tangan Hans yang masih berdiri sambil tersenyum memandangi wajah istrinya yang sudah terlihat segar dan sehat lagi.
Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan dan berkata...para pembaca :
__ADS_1
PLEASE LIKE DAN VOTE NYA DONGππππππππ»ππ»ππ»ππ» MAKASIH YANG SUDAH NGASIH LIKE DAN VOTE NYA SELAMA INI...π₯°π₯°π₯°