
Hari ini Selin baru saja sampai ditemani oleh Bu lina dan Hana.
Ketika Saina hendak kedapur Saina berpapasan dengan Bu lina.
"Maaf Nak Saina bisa kita bicara sebentar ada yang ingin saya sampaikan ."Ucap Bu lina kepada Saina .
"Tentu Bu , ibu mau bicara apa?Tanya Saina ramah
Bu lina mengajak Saina kekamarnya.
"Saya mau minta tolong ma Nak Saina, tolong izin kan Hans menikahi Selin , karena dengan menikah dengan Hans Selin bisa bahagia gak menderita seperti ini.
"Tolong izinkan karena Ibu gak ingin kehilangan Selin , dia merupakan putri kami satu satunya .
"Tolonglah Kami.."Ucap Bu lina sambil bersujud dikaki Saina dan menangis sedih.
"Saya gak bisa berjanji Bu "Ucap Saina sambil berlutut juga dihadapan Bu Lina.
"Karena saya hanyalah wanita biasa "saya juga punya perasaan cemburu dan saya tak pernah ingin berbagi suami saya dengan wanita lain.
"Ibu juga pasti tahu rasanya jikalau berada diposisi saya ,karena ibu adalah seorang istri.
"Gak ada wanita yang rela dimadu ,kalaupun ada dia pasti wanita mulia ,seorang wanita ahli surga.
"Saya bukan wanita seperti itu ,saya hanya seorang istri biasa .
"Tapi saya juga gak bisa melihat seseorang kehilangan nyawanya karena keegoisan saya.
"Saya juga gak ingin melihat seorang Ibu harus kehilangan putrinya karena Saya
Saya hanya bisa menjanjikan kepada ibu ,Saya akan berusaha memikirkan cara agar ibu tidak kehilangan putri ibu."Ucap Saina sambil berdiri keluar dari kamar itu.
Bu lina hanya bisa menangis sedih tak bisa membantah kata kata Saina itu.
karena semua kata kata Saina itu benar adanya.
Saina kembali kekamarnya.
Pikirannya kalut memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Pagi ini Saina meminta izin pada Hans . untuk belanja kosmetiknya yang sudah habis.
Hans ingin mengantarkannya tapi Saina menolaknya dengan mengatakan bahwa dia mau pergi ditemani Mbak yani pembantu mereka ,Saina beralasan mau membeli bumbu dapur karena dia ingin memasak masakan khas sumatera yang bumbu tidak ada dijual di mall ataupun supermarket tapi bumbu itu hanya dijual dipasar tradisional.
Ya Saina ingin membuat daun ubi tumbuk, dan salah satu bumbunya itu bunga kinjung yang gak ada dijual dimall .
Hans akhirnya mengizinkan dengan syarat harus ditemani supir dan pengawalnya.
Saina setuju karena gak ingin membuat Hans berubah pikiran tak mengizinkannya pergi .
Saina pun berangkat belanja setelah melepas Hans pergi kekantor.
"Hati hati jaga diri "Ucap Hans mencium kening Saina sebelum dia memasuki mobilnya.
__ADS_1
Saina tersenyum melambaikan tangannya kepada Hans.
Saina dan mbak yani berbelanja ke Mall ternama dikota itu.
"Seorang pengawal mengikuti mereka dibelakang mengikuti kemanapun mereka pergi.
Setelah mereka , keluar Mall Saina pun mengajak mereka untuk belanja di pasar tradisional disana
tepatnya dipasar tanah abang yang selalu ramai .
Saina dan mbak lina berbelanja dikios yang menjual segala jenis bumbu dapur .
Setelah membeli semua bumbu yang diperlukannya .
Saina pun mengajak mbak yani pulang.
"Aduh mbak saya pegen buang air kecil ni"ucap Saina kepada Mbak yani.
"Ya udah Non cari wc umum dekat sini saja, tapi Non biasanya kalau wc umum dipasar seperti ini jorok dan bau"Ujar Mbak Yani memberitahu kan Saina tentang keadaan wc umum dipasar.
"Gak papa kok mbak dari pada ntar beser dijalan"Ucap Saina pada mbak yani.
Mbak yani pun menyuruh pengawal Hans untuk menanyakan dimana wc umum dipasar itu
Sang pengawal pun berjalan membawa mereka menuju wc umum dipasar itu.
Sisampai nya disana Saina meminta Mbak yani dan Pengawal itu untuk menunggu diluar .
Saina masuk kedalam wc umum khusus untuk wanita.
wc umum itu disekat dari luar juga agar antara wc untuk wanita dan pria terpisah dan tak terlihat.
Mbak yani dan pemgawal itu menunggu diluar sambil berbincang bincang akrab.
Setelah 30 menit berbincang bincang sang pengawal pun mulai merasa khawatir kenapa Saina belum terlihat keluar dari Sana.
Sedangkan dari tadi sudah ada beberapa orang yang keluar.
"Mbak coba lihat Nona muda kedalam kok lama sekali berada didalam "Saya takut ntar ada sesuatu yang terjadi" Ucap pengawal itu kepada Mbak yani.
"Mbak yani pun mengiyakan lalu masuk kedalam mencari keberadaan Saina
Mbak yani mengetuk Semua pintu Sambil memanggil manggil Saina.
ada yang baru keluar tapi bukan Saina dan wc terakhir yang diketuk mbak yani pun terbuka .
Dan orang yang berada diwc itu bukan Saina.
Mbak yani pun menangis lemas.
"Pak Non Saina tidak ada didalam " Ujarnya sambil menangis didepan pengawal itu.
Pengawal Hans pun masuk kedalam memeriksa semua wc yang ada disana.Tapi tetap tak menemukan Saina.
__ADS_1
Pengawal itupun menyisir tempat itu dengan bertanya kepada para pedagang disana.
"Maaf Pak apa bapak melihat wanita berpakaian putih lewat sini"Tanyanya kepada seorang pedagang yang berjualan di dekat wc umum itu.
"Banyak tadi wanita yang pakai baju putih" Ucap pedagang itu lagi.
pengawal itu pun mengajak mbak yani berkeliling pasar mencari Saina.
Sudah beberapa jam mereka mengelilingi pasar untuk mencari Saina tapi tetap tak bertemu.
Sampai pengawal itu pun meminta bagian informasi pasar untuk mengumumkan tentang kehilangan Saina.
Tetap saja tak ada hasil.
"Jangan jangan Non Saina sudah pulang drngan supir " ujar pengawal itu pada Mbak yani yang terlihat pucat
"mudah mudahan Non Saina sudah pulang bersama pak supir "Harap Mbak yani .
Merekapun pergi keparkiran sesampai diparkiran .
Mobil masih ada diparkiran dan pak Supir sedang duduk sambil tidur didekat mobil mereka.
"Pak bangun "pengawal itupun menguncang tubuh supir itu agar bangun dari tidurnya.
"Maaf ketiduran, kok lama sekali?"Ucap pak Supir iyu sambil berdiri.
"Apa tadi Nona gak ada kemari?Tanya pengawal itu kepada supir itu.
"Gak ada saya dari tadi nungguin disini sampai tertidur"Ucap Supir itu lagi.
Pengawal itu menghela nafasnya .
lalu meraih ponsel milik nya menelpon Bram.
dan mengabarkan apa yang sedang terjadi.
"Mbak yani dan Pak supir pun gelisah .pikiran mereka kacau karena merasa takut akan kemarahan Hans nantinya.
Bram sampai kepasar itu bersama anak buahnya.
Bram menemui pengelola pasar dan meminta ingin melihat cctv pasar untuk Hari ini.
Bram tidak memberitahukan tentang kehilangan Saina kepada Hans .
karena Hans rencananya sore ini akan menanda tangani perjanjian pernikahannya dengan Selin.
Dan besok mereka akan menikah .
Bram melihat memeriksa seluruh cctv pasar, tapi tetap tak menemukan Saina.
"Halo Bram kenapa Hp Saina tak bisa dihubungi"tanya Hans kepada Bram.
"Saina hilang dipasar Bos"Ucap Bram kepada Hans.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Saina menghilang begitu saja, bagaimana kalian menjaganya" Teriak Hans marah.