Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Menanti.


__ADS_3

Saina mengeliat sambil mengerjabkan matanya.


Dilihatnya Karin masih tertidur disebelahnya.


Saina bangun melihat jam di dinding menunjukkan pukul lima sore.


"Hm sudah sore ternyata."nguman Saina sambil melihat Karin yang masih tertidur .


Saina pun keluar kamar dilihatnya Nenek dan Bi Darmi sedang menyiapkan makanan untuk makan malam nanti .


"Kau sudah bangun Na?"Tanya Nenek yang melihat Saina.


"Kenapa nenek tidak membangunkan Na tadi."ucap Saina sambil memeluk Nek Sri dari belakang.


"Tadi siang Nenek sudah kekamar mau menyuruh kalian makan siang, Tapi Nenek lihat kau dan Karin tertidur nyenyak sekali ,kelihatannya kalian sangat lelah ,jadi Nenek putus kan untuk tidak membangunkan kalian berdua."ujar Nek Sri pada Saina.


"Iya Nek tadi Na memang mengantuk sekali badannya terasa lelah capek sekali karena capek diperjalanan kemarin.


"Sekarang makanlah Nenek sudah masakkan sayur dan sambal kesukaanmu,Sayur daun ubi tumbuk sama sambal teri jos."ucap Nek Sri sambil menyuruh Saina duduk dikursi makan.


"Iya Nek perut Na udah lapar banget."Ucap Saina manja.


Nek Sri mengambilkan Nasi dan lauknya untuk Saina.


"Dah lama Nenek gak suapin Na." ucap Saina kepada Nek sri sambil tersenyum manja.


"Nak wedok dah gedi dah iso bikin Anak,mangan minta di sulangin ,Opo gak isin toh nduk dilihat wong,"Ucap Nek Sri sambil menyuapi Saina.


"Biarin kenapa mesti malu, tuh yang lihat paling iri juga pegen disuapin juga ."Ucap Saina manja.


Nek Sri pun menyuapi Saina dengan wajah tersenyum bahagia ,karena memang walaupun Saina sudah besar Nek Sri sering menyuapi Saina untuk makan setiap Hari karena Saina kalau sudah belajar sering lupa makan jadi Nek Sri menyuapi Saina sambil Saina belajar.


"Nek Karin juga mau disuapin ."ucap Karin yang tiba tiba sudah muncul diruangan itu.


Nek Sri pun menganguk Senang .


Dan Akhirnya Nek Sri menyuapi dua bayi kolotnya makan .sedangkan Bi darmi hanya tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepala melihat nya.


Setelah makan dan membereskan meja . Saina dan Karin pun duduk duduk diruang keluarga sambil menonton tv.


"Aduh rin aku lupa didepan bukannya ada pak supir dan pengawal Hans.


"Kasihan mereka pasti belum makan .


"iya Na , yok lihat mereka suruh istirahat dan makan."ucap Karin mengajak Saina keluar.


Saina pun keluar dilihatnya Supir dan pengawal Hans duduk diteras.


"Maaf bapak bapak Saya lupa, bapak berdua ada disini ,


"Ayo masuk Pak makan didalam ."ucap Saina mempersilahkan mereka untuk masuk dan makan di dalam rumah .


"Gak usah Non kami tadi baru saja makan diantarin sama Bi darmi."ucap sang pengawal hormat kepada Saina.


"Oh kalau begitu sebaiknya bapak bapak istirahat saja di kamar sebelah , kalian pasti capek belum istirahat."Ucap Saina lagi.


"Gak usah Non kami bisa istirahat disini saja, nanti Bos bisa marah kalau kami malas malasan tidak melakukan tugas dengan baik."Ucap pengawal Hans lagi kepada Saina.


"Jangan takut ntar Saya yang bicara Sama Bos,sekarang istirahatlah ,lagi pula kalau Bapak Ba pak tetap disini ntar orang yang gak tahu berpikiran kami gak memperlakukan tamu dengan baik.


"Bi Darmi!"tolong antar Bapak Bapak ini untuk istirahat di paviliun sebelah." Ucap Saina kepada Bi Darmi.

__ADS_1


Dan akhirnya pengawal dan supir Hans gak bisa menolak dan membantah perintah Saina ,mereka gak ingin membuat istri Bos nya itu Marah.


Mereka pun mengikuti Bi darmi yang membawa mereka ke paviliun samping rumah Nek Sri.


Saina masuk kembali kerumah setelah melihat pengawal dan supir Hans itu mengikuti Bi Darmi untuk istirahat di paviliun sebelah.


Saina melihat Karin lagi asyik berbicara dengan ponsel ditelinganya.


Saina masuk keamarnya gak ingin mengusik Karin yang sedang asyik berbicara diponsel.


Saina meraih tasnya lalu mengeluarkan ponsel miliknya.


dilihatnya dan diperiksa nya layar ponsel miliknya tak ada panggilan mau pun pesan masuk.


"Mengapa Hans belum memberi kabar tidak ada panggilan telpon maupun pesan dari nya ."pikir Saina dalam hati mulai merasa gelisah.


"Apa aku telpon dia saja "pikir Saina lagi.


"Ah nanti kalau aku nelpon atau sms dia nanti dia malah merasa terngangu dengan urusannya disana.


"Dia sekarang lagi sibuk makanya gak sempat memberi kabar kepadaku atau jangan jangan sakit Bu Hani makin parah ,"Kecamuk dalam pikiran Saina.


Saina memengang Ponsel milik nya melihatnya dengan gelisah, Pikirannya menebak nebak apa yang sedang dilakukan Hans disana.


"Apa Hans sudah melupakan ku ,"Pikir Saina kalut .


"Kenapa tiba tiba aku merasa sangat merindukannya seperti ini.


"Aku ingin mendengar suaranya ,aku ingin dia berada didekatku.


"Ya Allah kenapa aku jadi seperti ini aku jadi merasa takut sekali ,Aku takut kehilangan dia ,aku takut dia melupakanku,aku takut hal yang buruk sedang terjadi disana sehingga dia tidak bisa menelpon dan mengabari ku."pikir Saina semakin kalut.


Saina memeluk bantal guling sambil mulai menangis membayangkan kalau Hans tak kembali dan melupakan dirinya.


Saina tak mengerti kenapa dia menjadi merasa sangat takut kehilangan Hans.


Ini baru beberapa jam saja berpisah dari Hans dia sudah merasa sangat rindu dan merasa sangat kehilangan.


Apalagi dia belum mendapat Kabar apa pun dari Hans .


"Apa aku menelponnya saja ya." pikir Saina lsgi.


"Ah aku gak bisa seperti ini menebak nebak yang terjadi disana.


Akhirnya Saina memutuskan untuk menelpon Hans , dengan perasaan kalut,dipicitnya Kontak Nomor Hans yang ada diponselnya.


Terdengar nada dering memanggil , tut ...,tut ..tut.


tanda panggilan masuk.


tapi panggilan itu tidak diangkat.


Saina mencoba menelpon lagi sampai berkali kali.


yang terdengar adalah.


"Nomor telpon yang anda tuju sedang sibuk silahkan meninggalkan pesan setelah nada berikut ini.


Saina akhirnya menghentikan panggilan telponnya lalu mengirim sms.


Mas ..kenapa gak memberi kabar?

__ADS_1


Saina melihat ponsel miliknya berharap Hans menelpon kembali atau membalas sms dari nya.


Akan tetapi setelah menunggu sekian menit Hans tak kunjung menelpon atau pun membalas sms dari nya.


Saina duduk sambil memeluk bantal matanya berlinang menangis sedih.


**MASIH KAH KAU INGAT SAYANG


GADIS YANG PERNAH KAU SAYANG


DIA MENUNGGUMU SAYANG


CINTANYA


KAU BERIKAN DIA MIMPI


kAU BERIKAN DIA SENYUM YANG INDAH


KAU NYANYIKAN LAGU SAYANG


TENTANG REMBULAN YANG INDAH


SEMUA LAGU LAGU INDAH DARI MU


KAU BERIKAN DIA JANJI


KAU BERIKAN CINTA YANG INDAH


JANGAN JANGAN KAU SAKITI HATINYA


JANGAN LAGI SAYANG


JANGAN JANGAN KAU HANCURKAN CINTA NYA


JANGAN LAGI SAYANG


SEDANGKAN BUNGA TAK INGIN LAYU


SEDANGKAN HUJAN BERNYANYI MERDU


JANGAN JANGAN LAGI


KAU REDUPKAN CINTA YANG INDAH INI


JANGAN KAU BERSEDIH SAYANG


ESOK KAN BERGANTI SAYANG


MASIH ADA LAGI SAYANG


GANTINYA.


 


\*Jangan sakiti hatinya*\


 


\*\*\* By. IIS SUGIANTO\*\*\*


 

__ADS_1


 


.


__ADS_2