
Saina duduk dengan lesu dikursi Makan.
Selera makannya pun tiba tiba hilang karena kejadian tadi.
"Ma,Pa ,Oma ." Saina permisi kekamar dulu"Ucap Saina sambil berdiri dan berjalan menuju kekamarnya.
Pak Artha,Bu Hani, dan Oma hanya bisa mengangguk, menggiyakan.
Membiarkan Saina untuk beristirahat dikamarnya.
Karena Kata -kata hiburan yang diberi kan Bu Hani kepada Saina tak bisa membuat Saina merasa tenang tadi.
Saina duduk diatas tempat tidur sambil menangis merenungi apa yang baru saja terjadi.
"Kasihan Selin kenapa dia bisa seperti itu?
"Selin Sangat mencintai Hans ." Aku gak tahu apa aku bisa mencintai Hans sebesar cinta Selin pada Hans."pikir Saina kalut.
Saina berbaring mencoba melupakan kejadian tadi.
Tak berapa lama Saina pun tertidur, karena hati dan pikirannya yang terasa lelah memikirkan masalah Selin.
Hans membuka pintu kamar berlahan- lahan.
Dilihatnya Saina sudah tertidur pulas sekali.
Hans kekamar mandi menganti pakaiannya, lalu naik ketempat tidur, menarik selimut untuk menyelimuti Saina,mencium kening Saina lembut .
Lalu dia pun tidur disebelah Saina sambil memeluk tubuh istrinya itu.
"Hmm.Ah.."Saina terbangun dari tidurnya .
Pelan pelan digesernya tubuhnya mengangkat tangan Hans yang memeluk tubuhnya .
Lalu Saina meletakkan tangan Hans diatas guling yang tadi dipeluknya.
Saina tersenyum melihat Hans tertidur pulas.
Berlahan -lahan Saina turun dati tempat tidur, lalu mengambil teko air minum yang ada diatas nakas tempat tidur.
"Airnya habis"Ucap Saina dalam hati.
Saina pun keluar kamar menuruni anak tangga menuju dapur utama untuk mengambil air minum.
Saina mengisi Air minum di teko , lalu minum sepuasnya.
Setelah itu Saina kembali lagi kekamar.
ketika melewati ruang keluarga Saina mendengar orang yang sedang berbicara sambil menangis sedih.
"Yang Sabar ya jeng Lina Nanti kita cari jalan keluar atas masalah Selin ini" Ucap Bu hani kepada Bu lina , mama nya Selin.
"Apa ada jalan keluarnya Mbak?
"Menurut Dokter Selin bisa segera Sembuh bila dia diberikan perhatian dan cinta dari orang orang yang disayangi dan dicintainya,agar dia bisa merasa bahagia dan melupakan depresinya.
"Maka nya Selin minta untuk tinggal disini karena orang yang dicintai dan menyayanginya ada disini.
"Kebahagian terbesar Selin itu disini.
"Karena Selin dari dulu mengimpikan untuk menjadi istri Hans, Hidup bersama dengan Hans selamanya.
__ADS_1
"Tapi itu sekarang sudah tak mungkin lagi .
"Aku takut sekali kehilangan Selin Mbak , mungkin kalau waktu itu Selin wafat , Aku juga akan ikut dia karena untuk apa lagi aku hidup Mbak tanpa ada Selin disisiku.
Dia satunya penerus keluarga kami."Ucap Bu Lina sambil menangis pilu.
"Maaf kan Kami yang sudah menyusahkan keluarga Mbak selama ini."Ucap Bu Lina lagi.
"Jangan berbicara seperti itu itu memang sudah menjadii kewajiban kami .
Dari dulu juga Selin sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga ini.
Selin sudah seperti anak kami sendiri.
"Kita akan berusaha untuk mrnyelesaikan masalah tentang kesehatan Selin ini.
"Percayalah semua masalah pasti ada jalan keluarnya.
"Dan Allah tak pernah menguji hambanya diluar batas kemampuannya."Ucap Bu Hani bijak.
"Selin pasti bisa sembuh dari depresinya itu.
Dan mengenai keadaan kakinya yang masih lemah belum bisa berjalan , Mas Artha sudah menghubungi Dokter Carlos di Singapura .
Dokter Carlos yang mengobati Hans dulu. Dan mungkin lusa kita sudah bisa membawa Selin kesana"Ucap Bu Hani lagi
"Mudah mudahan Mbak makasih atas bantuan dan dukungan Mbak kepada Kami"Ucap Bu lina sambil mengusap Air matanya .
*****
Saina sampai di dalam kamar, diletakkan air minum yang dibawanya diatas nakas.
"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan, semua masalah yang sedang dihadapi oleh Selin adalah karena hamba.
"Ternyata apa yang dikatakan semua orang di media sosial itu benar.
"Aku lah yang menyebabkan ini semua,Tak seharusnya aku berada diantara Selin dan Hans.
"Akulah yang sudah merebut cinta Hans dari Selin.
"Andai kan waktu itu ,aku dan Hans tidak bertemu,
pasti sekarang Hans dan Selin sudah bahagia tanpa harus menderita seperti ini .
"Kalau waktu itu Selin mati , Hans pasti akan sangat menderita karena merasa bersalah dan berdosa pada Selin dan keluarganya.
"Dan akan banyak orang yang menderita karena hal ini.
"Sekarang saja Hans terlihat sangat menderita karena merasa bersalah.
"Ya Allah ,"apa yang harus aku lakukan.
"Aku gak ingin melihat Hans menderita seperti ini,aku gak ingin membuat semua orang menderita karena aku .
*****
Saina terbangun, dilihatnya kesamping Hans sudah tak ada lagi disamping nya.
Saina cepat berdiri dilihatnya jam menunjuk kan pukul 10 pagi.
"Ah kenapa aku bisa kesiangan begini.
__ADS_1
Kenapa Hans gak membangunkanku."pikir Saina dalam hati.
Saina membuka tirai jendela setelah tadi dia selesai mandi.Saina melihat lurus kedepan .
Terlihat Hans sedang mendorong kursi Roda yang dinaiki Selin.
"Mas aku mau bunga itu " ucap Selin sambil menunjuk bunga mawar merah yang sedang berbunga lebat di taman itu.
Hans pun berjalan memetik beberap tangkai bunga mawar .
"Yang itu juga "Ucap Selin lagi
Hans pun berjalan mengambil bunga ysng ditunjuk Selin itu.
"Mas yang sana juga "tunjuk selin lagi.
Hans pun dengan Sabar mengambil bunga itu .
Dan akhir Hans mengambilkan semua bunga mawar itu yang berbagai warna, lalu menyerahkannya pada Selin semuanya.
Selin tersenyum senang menerima bunga yang diberikan Hans itu.
"Mas aku mau naik ayunan itu, nanti Mas ayunkan seperti dulu .
Hans tersenyum lalu ,Hans mengendong Selin .
Selin tersenyum Senang melingkarkan tangannya dileher Hans.
Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bercengkrama ditaman.
Hans meletakkan tubuh Selin diatas ayunan , lalu mulai mengayunkan selin.
Selin tersenyum sambil tertawa bahagia.
Setelah beberapa lama Selin meminta Hans untuk berhenti mengayunkan ayunannya.
"Aduh mas mata ku sakit "Ucap Selin sambil mengucek -ucek matanya.
Hans mendekati Selin berjongkok sambil melihat mata Selin , Lalu mulai menghembus nata Selin pelan dsn mengambil seperti serpihan daun kecil yang keluar dari ujung mata Selin.
Saina berdiri terpaku melihat Hans dan Selin yang sedang berada ditaman itu.
"Sudah siang sebaiknya kau istirahat .ucap Hans kepada Selin.
Hans pun kembali mengendong Selin bermaksud meletakkannya dikursi rodanya.
"Mas aku mau digendong sampai kedalam ,"Ucap Selin manja sambil menyandarkan kepalanya didada Hans.
Hans pun Akhirnya mengendong Selin sampai kedalam.
Selin tersenyum Senang sambil matanya melirik kearah Saina berada.
***********
Selin menatap Hans sedih.
"Mas gak ikut bersama kami,"ucapnya sambil menghapus air matanya.
"Nanti Mas menyusul , mas gak bisa pergi sekarang karena ada pekerjaan yang harus mas kerjakan."ucap Hans memberi alasan kepada Selin.
"Benar Lin kan ada Mama, dan Hana yang menemani mu" ucap Bu lina mencoba membujuk Selin agar mau berangkat ke Singapura untuk melakukan serangkaian pengobatan disana .
__ADS_1