
Semua yang hadir melihat kearah Saina dan Karin .
Karin mendorong kursi roda yang diduduki Saina.
Hans memberi Isyarat kepada pengawalnya untuk menghentikan Pak Yanto.
"Kalian kenapa membiarkan mereka kemari."Ucap Hans marah pada dua pengawal yang mengikuti Saina dan karin.
Terlihat juga ada dua orang perawat dan seorang Dokter mengikuti dibelakangnya .
"Kenapa kau ada disini Na ," Ucap Hans sambil berlutut didepan Saina yang duduk dikursi rodanya.
Terlihat kekhawatiran diwajahnya.
"Aku ingin memastikan Mas tidak melakukan Hal yang diluar batas, ternyata Apa yang aku khawatirkan benar terjadi."Ucap Saina pelan.
"Dokter tolong periksa keadaan mereka ."Ucap Saina memanggil Dokter yang Ada dibelakangnya.
"Dokter Sinaga dan dua perawat itupun maju meminta persetujuan dari Hans."Yang dibalas anggukan kepala Hans tanda dia setuju dengan apa yang diperintahkan Saina.
"Hans berdiri ,dia tahu sekarang ini Saina sedang marah padanya.
Dokter memeriksa keadaan Bu marni dan Maya yang sudah tak berdaya .
Sementara Pak Yanto terduduk melihat keadaan anak dan istrinya itu. Dengan penuh penyesalan menampari dirinya sendiri, pengawal yang tadi membawanya kembali memegangi Pak Yanto.
Semua orang yang ada diruangan itu terlihat tegang dengan adanya peristiwa yang terjadi didepan mata mereka.
Tidak ada luka yang serius yang dialami Bu Marni dan Maya hanya luka memar diwajah dan luka disudut bibirnya akibat tamparan Pak Yanto.
"Gimana keadaan mereka Dok ?"Tanya Saina kepada Dokter Sinaga yang Sudah selesai mengobati Maya dan Bu Marni.
"Nona gak usah khawatir gak ada luka serius hanya memar diwajah dan sedikit Syok saja."Ucap Dokter sinaga menjelaskan keadaan Maya dan Bu Marni kepada Saina.
"Na ,Rin maafkan Kami, Maaf kan Mama ."Ucap Maya sambil berusaha berjalan mendekati Karin dan Saina dibantu seorang perawat.
"Gak usah minta maaf kamu tidak bersalah ."Ucap Saina sambil berpelukan dengan Maya.
"Aku minta maaf terlambat datang kemari sehingga membuatmu ikut terluka."Ucap Saina lagi sambil ikut menangis.
Yah Saina memang merasa menyesal tidak datang lebih cepat karena dia tadi ketika mau kembali kehotel harus berusaha menyakinkan Dokter dan pengawal yang ada untuk mau membawanya kembali kehotel.
Bagaimanapun Maya itu adalah temannya dan dulu mereka pernah akrab. karena walaupun Maya berpenampilan orang yang berada tapi dia gadis yang supel dan baik tidak memilih milih dalam berteman, berbanding terbalik dengan sikap Ibunya Bu Marni .
__ADS_1
Dia sering memborong risol yang Saina jual dikampus dan dibagikan keteman temannya yang lain dan kadang dia memberikan uang lebih dalam pembayarannya ,tapi Saina tak pernah mau mengambil kelebihan uang Maya itu ,dia selalu mengembalikannya karena dia tak pernah mau dikasihani ,dia melakukan semua itu hanya ingin membantu Neneknya ,dan untuk membantu orang yang membutuhkan lainnya.
Ya walaupun Nenek tak pernah menyuruh Saina untuk membantunya ,karena dari hasil kebun peninggalan Kakek dan orang tua Saina ,sudah Sangat cukup untuk kebutuhan mereka sehari hari dan untuk pendidikan dirinya dan Andra .
Tapi Saina selalu menyisihkan keuntungan penjualannya dalam sebulan . Dia akan membelanjakan nya untuk keperluan anak anak yatim disebuah Panti Asuhan yang ada didekat rumahnya.
Ya semua itu karena dia merasa merupakan bagian dari mereka anak yatim piatu, yang membedakan nya dengan mereka hanyalah dia masih mempunyai seorang Nenek yang merawatnya.
Itulah mengapa Saina begitu sedih melihat Maya seperti itu dan merasa menyesal karena terlambat menolong Maya dari kemarahan Pak Yanto.
Hans yang melihat Saina dan Maya berpelukan sambil menangis hanya bisa menghela nafas
memandang takjub atas kebesaran hati Saina.
"Terbuat dari apa hatinya ,Mudah sekali memaafkan orang yang menyakitinya."Kata hati Hans membuat Hans merasa makin mencintai Istrinya itu .
Bu marni yang melihat itu menangis tersedu sedu dia sekarang benar benar merasa menyesali semua perbuatannya itu,dia benar benar terharu melihat Saina dan karin orang yang sudah disakitinya itulah yang malah menolongnya.
"Maaf selamat Siang ".ucap seorang perwira polisi yang tiba tiba sudah ada diruangan itu bersama dengan tiga orang polisi lainnya.
"Kami kemari mau melakukan penangkapan kepada seseorang yang bernama Saudari Marni atas tuduhan pencemaran nama baik dan kasus penganiayaan Nona karin dan Nona Saina."Ucap Polisi itu menerangkan tujuan nya datang kesana.
"Saya Marni Pak Polisi Tangkaplah Saya, Saya mengakui semuanya Saya pantas dihukum.
Hukum saya Pak ."Ucap Bu Marni berjalan mendekati
"Ma.. apa yang Mama katakan itu tarik kembali kata kata itu Ma."Ucap Pak Yanto.
"Tangkap Saya saja Pak Sayalah yang seharus nya bertanggung jawab atas kejadian ini.
"Lepaskan Istri saya biar saya saja yang dihukum Pak"ucap Pak Yanto meminta polisi itu untuk menangkapnya menggantikan istrinya.
"Tidak pak Suami saya tidak bersalah dia tidak terlibat masalah ini sayalah yang merencanakan semuanya saya yang melakukan semua nya sendiri.
"Ucap Bu marni lagi Sambil meminta polisi itu untuk segera membawanya.
"Kami Hanya menjalankan perintah dan sesuai laporan yang dibuat Bu Marnilah yang menjadi tersangkanya.
"Ayo bu silahkan."ucap polisi itu pada Bu marni .
"Baik pak , cuma bisa Saya minta waktu sebentar berbicara pada Suami dan anak saya Pak."mohon Bu marni kepada Perwira Polisi itu.
"Silahkan saya kasih waktu beberapa menit." ucap Perwira itu.
__ADS_1
"Pa .tolong biarkan Mama menjalani hukuman atas perbuatan Mama .
"Maaf kan Mama selama ini gak bisa menjadi istri yang baik buat Papa .
Tolong relakan biarkan Mama menebus dosa dosa Mama selama ini."Ucap Bu Marni Sambil memeluk Pak Yanto.
Pak Yanto memandang istrinya takjub baru pertama kali dia melihat istrinya seperti itu.
"Papa akan selalu mendukung keputusan Mama mudah mudahan semua ini bisa membuat Mama menjadi pribadi yang lebih baik Ma. "ucap Pak Yanto sambil memeluk istrinya itu.
Setelah pamit pada Suaminya kini Bu marni mendekati Maya yang berdiri didekat Saina dan Hans.
"May. Maafkan Mama Nak mama sudah membuatmu malu ,Mama bukan mama yang baik jangan pernah seperti Mama Nak .
Mama selalu berdoa semoga kau bahagia ."ucap Bu Marni Sambil memeluk Maya .
Maya Hanya bisa menangis hanya bisa mengangguk sambik memeluk Ibunya itu.
Bu Marni melepaskan pelukannya, dan kini mendekati Saina dan Karin.
"Ibu tidak pantas meminta maaf pada kalian, karena selama ini banyak sekali dosa dosa yang sudah Ibu buat pada Kalian berdua.
Tapi kalian tak pernah membalas kejahatan ibu kepada kalian .
Terutama Nak Saina kamu benar benar wanita yang sangat baik walaupun ibu selalu kasar padamu tapi kau tak pernah membalas nya dengan kasar.
Semoga Allah membalas perbuatan baikmu Nak.
Semoga kau selalu bahagia "ucap Bu Marni tulus.
"Nak Hans semua kejadian ini tidak ada hubungannya dengan suami saya dan Maya anak saya .
"Sayalah yang bertanggung jawab atas semua ini
"Saya Mohon jangan hukum mereka karena perbuatan saya."Ucap Bu Marni sambil mengangkat tangannya memohon .
"Sudah Bu waktunya sudah habis ."ucap perwira itu sambil memegang Bu Marni.
"Maaf Pak Saya dan teman Saya sebagai korban tidak ingin memperpanjang masalah ini. kami akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja."Ucap Saina kepada Perwira Polisi itu.
"Maaf Nona kalau memang mau diselesaikan secara kekeluargaan harus mencabut laporan dulu.
"Kalau begitu Saya akan cabut laporannya ."ucap Saina .
__ADS_1
"Maaf Anda tidak bisa mencabut laporan disini itu butuh proses Administrasi dan itu hanya bisa dilakukan dikantor.
"Lagi pula Laporan itu Harus dicabut oleh pelapor sendiri ,dalam hal ini yang melaporkan Bu marni adalah Saudara Hans Prasetyo Pratama selaku Suami salah satu korban.