
Semua orang yang mendengar perkataan polisi itu.
menjadi terkejut.
Begitupula dengan Bu Marni dan Maya.
"Maksud bapak Nak Hans yang mana?"Tanya Bu Marni bingung.
"Ya Pak Hans yang sedang ada dihadapan Saya ini .
Yang telah melaporkan anda karena Istrinya yang bernama Nona Saina Namira adalah salah satu yang menjadi korban atas penganiayaan yang anda lakukan.
Semua orang terpelonggo mendengar keterangan Perwira Polisi itu , terjawab sudah teka teki sikap Hans kepada Saina selama ini.
Mengapa Hans sangat Murka ketika melihat Saina terluka.
Bu marni yang mendengar itu semakin merasa takut apalagi terbayang lagi dibenaknya kata- katanya yang buruk ,dan betapa sombong dan angkuhnya dia dulu kepada Saina.
Sedangkan Maya mendengarnya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya itu.
"Sudah Bu marni Ayo waktunya sudah habis."ucapPerwira Polisi itu Sambil membawa Bu marni keluar ruangan itu.
Pak Yanto dan Maya hanya bisa memandangi kepergian Bu marni.
"Saudara saudara sekalian sebelumnya tadi telah mendengar apa yang dikatakan oleh Bapak Polisi tadi .
Benar Saya yang Sudah melaporkan kejadian tadi malam kepada pihak yang berwajib karena Bu Marni sudah memfitnah istri Saya dan Sahabatnya ini
Saya dan istri saya menikah 11 bulan yang lalu, diJakarta.
Dan karena suatu hal kesalah pahaman yang membuat Istri saya pergi meninggalkan Saya kembali kekota kelahiran nya.
Dan beberapa Hari yang lalu kami bertemu kembali.
setelah beberapa bulan tak bertemu.
Dan istri saya meminta Saya untuk tidak memberitahukan Status nya kepada semua orang.
Sampai peristiwa ini terjadi dan Saya tidak bisa menyembunyikan Hal ini lagi dari kalian .
Cerita Hans panjang lebar.
Saya Harap nanti nya tidak terjadi gosip yang buruk tentang saya dan istri saya diluaran sana nanti.
Dan Sekarang saya persilahkan saudara saudara semuanya beristirahat, kembali kekamar kalian masing -masing , lupakan kejadian tadi.Ucap Hans mengakhiri semua kisahnya.
Saina hanya bisa diam mendengar apa yang dikatakan Hans.
setelah semua orang pergi meninggalkan ruangan itu .
Kini Hanya tinggal Hans , Bram ,Karin ,Saina ,Pak Yanto ,Maya dan beberapa pengawal yang masih berjaga jaga.
"Maaf Nak Hans selama ini kami tidak tahu tentang status Nak Saina"ucap Pak Yanto lagi.
"Saya dan Maya permisi mau menemani istri Saya dikantor polisi.
Pak Yanto pun mengajak Maya meninggalkan ruangan itu.
Maya memandang Saina dan Hans sebentar mengangguk Hormat lalu melangkah pergi bersama Pak Yanto.
__ADS_1
"Ayo kembali kerumah sakit"Ucap Hans sambil
berjongkok memandang Saina.
"Aku gak mau kembali kerumah Sakit aku mau disini Saja. Ucap Saina masih terlihat kesal pada Hans.
Baiklah biar Dokter Haris yang merawatmu disini.
"Ayo Mas Antar kekamar biar Istri Mas yang cantik ini bisa istirahat."ucap Hans merayu mencoba membuat
Saina tersenyum.
"Aku gak mau, Aku mau Mas cabut dulu laporan Mas itu kekantor polisi.Ucap Saina dengan wajah sedihnya.
"Itu adalah konsekuensi yang harus dia terima atas perbuatannya .Ucap Hans masih dengan Nada gusar.
"Kalau Mas tidak mencabut laporan Mas itu sampai kapanpun aku gak akan maafin mas.
"Sudah aku gak mau lagi bicara Sama Mas."Ucap Saina kesal.
Hans mengaruk kepalanya yang gak gatal.
Bingung menghadapi Saina.
"Sudah sekarang istirahat dulu dikamar kau belum Sehat benar."bujuk Hans lagi.
"Saina diam membuang pandangannya tak mau melihat pada Hans.
"Baiklah kalau itu maumu ."Ucap Hans akhirnya menyerah , karena mana mungkin dia bisa tahan didiami Saina seperti ini.
Apalagi melihat wajah Saina yang masih terlihat Sedih.
"Benar Mas mau menarik Laporan itu."Tanya Saina sambil tersenyum senang.
"Sekarang kita kekamar dulu kau harus istirahat."ucap Hans sambil membelai wajah Saina pelan.
Saina mengangguk Setuju .
Hans pun mendorong kursi roda yang di duduki Saina menuju kamar mereka.
Sementara Karin dan Bram mengikuti dibelakang.
Setelah sampai dikamar Hans mengendong Saina membaringkannya ditempat tidur .
dan seorang perawat membantu membetulkan jarum infus di tangan Saina.
"Mas bisa pergi sekarang biar Karin yang menemaniku disini."ucap Saina sambil tersenyum.
"Biar mas mau lihat kau istirahat dulu."Ucap Hans sambil menbenarkan posisi tubuh Saina.
"Mas pergilah sekarang kasihan Maya dan Bu marni.
mereka pasti sangat sedih dan takut sekarang.
"Mas aku gak punya Ibu aku gak ingin Maya
seperti aku gak mempunyai ibu yang mendampinginya.
"Aku juga gak ingin Mas menjadi Orang yang pendendam , memaaf kan itu lebih indah Mas dari pada harus menyimpan dendam.
__ADS_1
lagi pula aku sudah sehat dan keadaanku ini bukan sepenuhnya kesalahan Bu Marni .
Ini karena lukaku yang sudah ada terbuka.
Dulu Nenek selalu berpesan kepada kami:
JANGAN BUANG WAKTU MEMBENCI DAN BALAS DENDAM.
BALAS DENDAM MEMANG DAPAT MEMUASKAN HATIMU .
TAPI ITU TIDAK AKAN MEMGUBAHMU MENJADI LEBIH BAIK.
JIKA JAHAT DIBALAS KEJAHATAN MAKA ITU ADALAH DENDAM.
JIKA KEBAIKAN DIBALAS KEBAIKAN MAKA ITU PERKARA BIASA.
TAPI JIKA KEJAHATAN DIBALAS KEBAIKAN ITU ADALAH MULIA DAN TERPUJI.
BIARLAH ....
KARENA ORANG YANG MENYAKITI AKHIRNYA MENERIMA KARMANYA SENDIRI TANPA HARUS KAU MEMBALAS MENYAKITI.
Hans mendengarkan semua kata kata yang diucapkan Saina sambil tersenyum bahagia
Sungguh luas hati yang dimiliki istrinya ini sehingga dengan sangat mudah memaafkan orang yang sudah menyakitinya.
Hans merasa bersyukur memiliki istri yang tidak hanya memiliki wajah yang cantik tapi juga memiliki hati yang cantik .
"Baiklah aku akan menelpon pengacara untuk menemaniku mencabut laporan itu.
"Tapi kau harus janji jangan bersedih lagi dan istrihat agar kesehatanmu segera pulih.ucap Hans sambil mencium kening Saina lembut.
Saina menganguk Senang sambil memberikan senyumannya kepada Hans .
Hans bangkit mencium sekali lagi kening Istrinya itu.
sambil berkata:
I LOVE YOU 💓💓💓
I LOVE YOU TO 💗💗💗
"Balas Saina pelan .
Sementara itu Bu Marni sudah dimasuk kan ke sel tahanan .Dia Hanya bisa menangis menyesali perbuatannya
Tak lama berselang Pak Yanto dan Maya tiba Disana
Pak Yanto memohon agar penahanan istrinya ditangguhkan.
Akan tetapi Bu Marni menolak permintaan Pak Yanto karena dia beranggapan Kalau dia tidak menjalani Hukumannya maka nanti dia takut Hans akan membalas dendam menghancurkan keluarganya
dengan memecat suami dan anaknya.
"Biarkan Mama disini Pa biarkan Mama menjalani hukuman yang harus Mama terima karena perbuatan Mama."Ucap Bu Marni Sambil mencoba untuk tidak menangis karena dia tak ingin Pak Yanto dan Maya menjadi bertambah Sedih .
Maya memeluk Bu Marni sambil menangis sedih.
"Ma Maya harus bagaimana kalau gak ada Mama.
__ADS_1
"Maya gak tahu apa Maya bisa hidup tanpa Mama ."ucap Maya sambil menangis sedih.
Bu Marni yang semula mencoba tegar dengan tidak menangis tak dapat lagi menahan air matanya melihat Anak semata wayangnya menangis sedih.