Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Pembalasan Bu Marni...


__ADS_3

"Kalian ...!"Jadi kalian berdua yang sudah membuat anak saya terluka.Ucap Bu marni sembari tangannya


dengan cepat menampar pipi Lola dan Sonya.


Bu marni seperti orang yang kerasukan menampar dan menjambaki rambut Lola dan Sonya.


" Ma . sudah Ma.. ! Jerit Maya panik melihat apa yang dilakukan Bu marni kepada Lola dan Sonya yang tidak melawan dengan semua yang dilakukan Bu Marni kepada Mereka


Pak Yanto segera menarik istrinya menjauh dari Lola dan Sonya.


Bu Marni meronta tidak mau melepaskan jambakannya dirambut Lola .


Akhirnya beberapa orang penjaga keamanan hotel datang melerai.


Tempat itu pun jadi ramai karena para karyawan yang lain datang menonton kejadian itu.


Wajah Hans terlihat memerah menahan amarah nya.


Hans memanggil Bram berbisik sesuatu , Lalu berdiri dan mengajak Saina ikut dengannya .


Bram memerintahkan anak buahnya untuk membawa Lola dan Sonya.lalu dia mendekati Bu marni yang masih meronta sambil mulutnya tak henti mengucapkan kata makian dan kata kata kotor kepada Lola dan Sonya.


Kalau anda tidak mau berhenti dan tetap bersikap


Brutal seperti ini jangan salahkan saya bersikap kasar kepada Anda."ucap Bram tegas dan penuh penekanan dengan Raut wajah yang membuat Bu marni berhenti meronta .Dan memandang takut pada Bram yang memandangnya tajam dan dingin.


" Pak Yanto bawa anak dan istri anda menemui Boss diruangannya sekarang juga.


"Yang lain bubar !"Ini bukan drama yang harus kalian tonton , lanjutkan acara kalian.


Dan selamat bersenang senang "perintah Bram tegas pada karyawan yang sedang menonton kejadian itu .


Bram pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu


menuju keruangan tempat Hans dan Saina berada.

__ADS_1


Sementara itu Bu Marni dan Pak Yanto beserta Maya mengikuti dari belakang.


"Mama ini suka bertindak diluar kendali"ucap pak Yanto marah.


"Berdoa saja semoga Bos tidak marah"ucap Pak Yanto lagi.


"Tapi Mama gak salah 2 wanita itu memang sudah seharusnya diberi pelajaran seperti itu agar mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa "Ucap Bu Marni tidak mau disalahkan atas perbuatannya.


Pak Yanto Hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan istrinya itu.


Sementara itu Hans dan Saina sudah sampai diruangannya.Hans duduk dikursi sambil mengepalkan tangan nya menahan amarah yang ada didadanya.


Saina melihatnya sedikit takut, berlahan lahan Saina mendekati Hans .


"Mas minum Air putih ini. Biar Mas merasa lega"ucap Saina pelan sambil memberikan Air minum yang tersedia diruangan itu.


"Wanita itu seperti Orang yang tidak berpendidikan"Ucap Hans kesal.


"Memang yang dilakukan Bu Marni itu Salah tapi itu mungkin karena dia merasa marah ,anak kesayangannya terluka karena mereka berdua.


"Tapi tetap saja apa yang dilakukan nya itu salah"ucap Hans kesal.


"Ya benar tapi coba mas pikirkan kalau Mas berada diposisi seperti Bu Marni kalau anak kesayangan mas adik atau seseorang yang Mas sayangi terluka dan melihat orang yang melakukan itu ada didepan mata Mas, apa yang akan Mas lakukan?" Mungkin Mas akan seperti Bu marni juga.


"Ah itu berbeda"ucap Hans pelan


Tapi didalam hati membenarkan apa yang dikatakan Saina.


Saina tidak tahu kenapa Bram satu harian tadi tidak nampak berada diacara karena dia sedang memastikan para penjambret yang melukai Saina sudah tertangkap oleh polisi .Dan sekarang mungkin para penjambret itu tak akan pernah bisa menjambret lagi karena Hans memerintahkan untuk memberikan ganjaran yang setimpal karena sudah melukai istrinya walaupun dia harus memberikan kompensasi yang besar .


"Kemarilah !"Panggil Hans pada Saina yang masih berdiri didepannya.


"Gak mau!" kecuali Mas sudah gak Marah lagi"Ucap Saina sambil tersenyum berharap kemarahan Hans reda.


"Benar ni Gak mau!" ucap Hans sedikit mengancam.

__ADS_1


Saina mendekat kesamping Hans , dengan terpaksa karena dia gak mau ntar Hans tambah marah.


Hans menarik Saina duduk dipangkuannya.


Saina yang terkejut tapi gak bisa menolak ketika Hans langsung mencium bibirnya.


Hans ******* bibir Saina .


Sainapun membalas ******* Hans dibibirnya.


mereka berciuman cukup lama sampai Saina terengah engah karena hampir kehabisan nafas, Barulah Hans melepaskan ciuman nya.


Dan sekarang ciuman Hans berpindah keleher Saina


Sedangkan tangannya sudah bergerilya dibalik kaos yang dipakai Saina .


"Mas Sudah ! Ntar ada yang lihat masuk kemari"ucap Saina lirih.


"Gak kan ada yang berani masuk kemari tanpa izin dari ku" Ucap Hans Sambil kembali menciumi Saina.


membuat Saina hanya bisa pasrah menikmati Yang dilakukan suaminya itu pada Tubuhnya.


"Tok Tok Tok...!terdengar suara orang mengetuk pintu beberapa kali.


"Mas ada yang mengetuk pintu"Ucap Saina pelan mencoba menghentikan Hans yang masih terus mencumbunya.


"Mas sudah Mas!"Ucap Saina sambil mendorong tubuh Hans pelan.


Hans menghentikan cumbuannya dan memandang kesal kearah pintu.


Saina berdiri merapikan pakaiannya lalu tersenyum pada Hans .


Saina berjalan ketoilet untuk merapikan rambut dan riasannya.


Hans menarik nafas untuk meredakan nafsunya yang harus terhenti .

__ADS_1


dirapikannya pakaiannya setelah itu diraihnya remot untuk membuka pintu.


__ADS_2