
"Maaf Pak maafkan Mama Saya"ucap Maya wajahnya memerah karena menahan rasa malu.
"Ma Sudah Ayo kita keluar ucap Pak Yanto gusar pada istrinya.
"Apa Maksud Nak Hans bicara seperti itu.
Apa perasaan anak Saya tidak ada artinya bagi Nak Hans.
"Dulu Maya selalu bersama Nak Hans selalu ada untuk Nak Hans .
"Dia sampai rela setiap hari memasak dirumah untuk memberikan hasil masakannya pada Nak Hans
padahal dia tidak pernah masak tapi dia rela melakukan itu semua karena dia mencintai Nak Hans
walaupun saya selalu menentangnya tapi dia tetap melakukannya walaupun harus sembunyi sembunyi dari saya.
"Kenapa Nak Hans sangat mudah melupakan itu semua"ucap Bu Marni Sambil menangis Sedih.
"Ma cukup Ma cukup "ucap Maya ikut menangis.
Hans yang melihat itu menghela nafasnya berat sambil mengepalkan tangannya.
Terbayang lagi dalam ingatannya peristiwa peristiwa ketika dia bersama dengan Maya.
Ya memang hubungannya dengan Maya dulu cukup dekat . karena waktu itu Hans baru pertama kali dikirim oleh Papanya untuk menangani proyek penambahan dan renovasi Hotel .
Hans waktu itu berpura pura menjadi seorang arsitek yang mengawasi pengerjaan renovasi Hotel waktu itu.
Tidak ada yang mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya saat itu.Dan Itu semua dilakukannya agar semua proyek tersebut bisa terlaksana dengan baik . Dan agar bisa mengetahui jikalau ada yang melakukan kecurangan dalam proyek tersebut pada waktu itu.
"Saat itulah dia bertemu dengan Maya yang bekerja sebagai Akuntan bagian keuangan Saat itu.
Mereka sering bertemu karena Hans ingin memeriksa tentang keuangan Hotel dan membicarakan tentang pembiayaan Proyek Renovasi tersebut.
Sehingga Hampir setiap hari mereka berjumpa.
Apalagi dengan karakter Maya yang supel mudah bergaul dan selalu ceria membuat Maya bisa dengan cepat mengakrabkan diri, dengan Hans yang cuek dan dingin waktu itu.
Memang pada waktu itu banyak karyawan wanita diHotel yang tergila gila tertarik dengan ketampanan wajah Hans dan berusaha menarik perhatian Hans tapi karena sikap Hans yang cool Hanya Maya lah yang berhasil dekat dengan Hans.
Setiap Hari Ketika waktu makan siang Maya membawakan bontot makanan untuknya dan Hans .
Hans pernah mengantar Maya pulang menggunakan mobil Proyek.Dan berjumpa dengan Bu Marni pada waktu itu .
Bu Marni melihat nya dari bawah sampai keatas dengan pandangan tidak suka dan meremehkan.
Apalagi setelah dia tahu bahwa Hans Hanya pegawai biasa pengawas Proyek DiHotel waktu itu.
Membuat Bu Marni semakin tak suka karena dia ingin anaknya menikah dengan lelaki yang lebih mapan dan sepadan kekayaan nya dengan keluarganya.
Hans masih ingat betul kata kata Bu Marni Waktu itu.
__ADS_1
"Maaf kamu itu punya kelebihan apa sampai berani mendekati anak Saya.Kamu pikir modal ganteng saja bisa membuat saya mengizinkan kamu mendekati anak saya !"Kamu mo kasih makan apa anak Saya nanti .Emang kenyang makan wajah tampan Doang
kamu pasti ingin jadi benalu dikeluarga saya , ingin menggerogoti Harta saya biar bisa hidup Enak"ucap Bu Marni mengejek menganggap rendah pemuda dihadapannya waktu itu.
"Ma sudah Ma kenapa Mama bicara seperti itu"Ucap Maya sambil air matanya jatuh menetes karena dia merasa malu atas perkataan Bu Marni pada Hans waktu itu.
"Saya dan Maya tidak punya hubungan apa apa
Hari ini saya mengantarkannya karena tadi ban mobil nya pecah.
"Saya rasa Ibu sudah berpikiran terlalu jauh.
"Maaf Saya permisi dulu "Ucap Hans sambil berlalu meninggalkan Bu Marni dan Maya.
Maya berusaha mengejarnya tapi ditahan oleh Bu Marni pada Waktu itu.
Ke esokan harinya Maya datang menemui Hans diruangannya.
"Maafkan perkataan Mama semalam pada Mas."Ucap Maya masih dengan menangis.
"Tidak ada yang harus dimaafkan semua yang terjadi kemarin itu cuma salah paham saja" ucap Hans sambil tersenyum kepada Maya untuk menenangkan gadis itu.
Maya menghapus air matanya dengan punggung tangannya"Jadi Mas gak marah sama kami?"tanya Maya ingin memastikan .
"Untuk apa Marah itu wajar terjadi ,Setiap ibu pasti ingin yang terbaik bagi putrinya"Ucap Hans sambil tersenyum bijak.
"Makasih Mas !"ucap Maya sambil dengan spontan memeluk Hans membuat Hans merasa sedikit risih.
"Mas kita tetap bisa seperti dulukan ? Tanya Maya kepada Hans .
"Mungkin Saya hanya tinggal beberapa hari lagi disini Karena Proyek renovasi sudah tinggal finising saja.
jadi saya harus kembali keJakarta dalam satu dua hari lagi"jawab Hans sambil mencoba memberikan alasan kepada Maya.
"Apa....? Mas mau kembali Kejakarta secepat ini, kenapa tidak menunggu Proyek nya selesai.
Apa Karena kejadian semalam itu ?"tanya Maya beruntun kepada Hans .
"Bukan seperti yang kau pikirkan itu.
Saya memang harus kembali kejakarta untuk mengurus proyek yang berikutnya.
"Tapi Mas ...!"Aku mencintai mas!"
" Selama ini aku sudah jatuh cinta pada Mas , dan aku ingin selalu berada didekat Mas .
Aku bahagia andai bisa menjadi kekasih Mas .
"Sudah lama perasaan ini aku pendam Mas,
karena berharap Mas juga merasakan hal yang sama terhadapku."Tolong tetaplah disini Mas"ucap Maya panik mendengar Bahwa Hans akan pergi kembali ke Ibukota.
__ADS_1
"Maaf bukannya Mas tidak mau tahu tentang perasaanmu itu.
"Tapi selama ini hubungan kita hanya sebetas rekan kerja saja .
kau gadis yang sangat cantik dan baik pasti banyak pria yang jatuh cinta padamu .
"Semoga kau mendapatkan lelaki yang lebih baik ,
lelaki yang juga mencintaimu dengan tulus"tolak Hans halus .
"Kenapa Mas gak bisa mencintaiku?"Aku bisa berusaha menjadi gadis seperti yang Mas sukai.
"Siapa bilang Mas tidak menyukaimu.
"Mas suka ,suka sekali ,karena kau gadis yang cantik ceria dan supel.
"Tetapi antara suka dan cinta itu jauh berbeda
"Suka itu belum tentu cinta.
"kalau cinta itu sudah pasti suka.
"Jadi Mas menyukaimu sebagai teman rekan kerja yang enak diajak ngobrol kerja sama, Akan tetapi bukan berarti cinta" Ucap Hans penuh penekanan.
"Aku akan berusaha agar Mas bisa mencintaiku.
"Tolong Mas buka hati Mas untukku.
"Masalah cinta itu soal hati kita tak bisa memaksakan nya.
Itulah kata kata terakhir Hans untuk Maya waktu itu.
Hans menghela nafas sambil memandangi Maya dan Bu Marni .
"Saya rasa ,Saya sudah mengatakan dari awal Ketika kita bertemu waktu itu bahwa diantara kami tidak pernah ada hubungan yang spesial
Dari awal Sudah saya katakan kepada Maya hubungan kami hanya sebatas rekan kerja pada waktu itu.
"Dan sekarang pun tetap sama tidak ada yang berubah.
"Itu pasti bohong !!"Nak Hans mengatakan Hal itu karena perlakuan dan perkataan saya yang kasar pada Nak Hans pada waktu itu kan"ucap Bu Marni tetap ngotot menganggap Hans mencintai putrinya .
"Saya sudah menikah dan Saya mencintai istri Saya.
Jadi gak mungkin Saya mencintai putri Anda.
"Pak Yanto silahkan anda bawa istri Anda dan pastikan dia tidak membahas tentang Hal ini lagi.
"Dan tolong , Saya tidak mau dinganggu dengan Masalah seperti ini lagi.
"Karena Saya tidak mau Hal ini membuat Istri saya ternganggu nantinya."Ucap Hans tegas sambil menatap Pak Yanto dingin .
__ADS_1
Membuat Pak Yanto sedikit merasa takut mendengar semua kata kata Hans itu.