Semua Karena Cinta...

Semua Karena Cinta...
Maafkan kami....


__ADS_3

Hans , Saina ,Karin,Maya dan beberapa orang petinggi perusahaan Sampai disebuah bangunan yang berada diatas bukit yang dibawahnya terbentang pemandangan Danau Toba yang indah.


Dan bangunan itu seperti joglo sehingga ketika kita ada didalamnya bisa melihat pemandangan disekelilingnya.


Saina tak kuasa menahan rasa takjubnya akan keindahan Alam Danau Toba yang membuatnya merasa bahagia memandang keindahan alam tersebut.


"Ya ALLAH sungguh indahnya alam ciptaanmu ini. "Ucap Saina dalam hati .Tanpa disadari oleh Saina dia berjalan Sampai kepinggir bukit.


Matanya terus memandangi dan mengagumi keindahan alam yang terpampang didepan matanya.


"Ah... !"Hampir saja Saina terjatuh tergelincir, Untung Hans dengan cepat meraih tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Na kau tidak apa apa ucap Karin yang melihat kejadian itu dari tempatnya dan Maya duduk.


Saina mencoba tersenyum sambil mengelengkan kepalanya kepada Karin.Wajahnya pucat karena terkejut dan merasa takut.


Hans masih memeluk Tubuh Saina yang masih terlihat takut.


Hans membawa Saina dan mendudukkannya dikursi.


Karin membawa kan air putih lalu memberikannya pada Saina.


"Sudah merasa baikan? "Tanya Hans pelan sambil menggengam erat jemari Saina yang terasa dingin.


"Hm..... iya makasih !"ucap Saina pelan takut melihat kearah Hans karena takut Hans marah padanya karena sudah ceroboh dan hampir membuat dirinys celaka , untuung Hans cepat tanggap mengawasi Saina.


"Sudah mari kita makan " ucap Hans sambil duduk disebelah Saina.


Semua orang yang ada disana pun ikut duduk.


Dalam pikiran mereka timbul berbagai pertanyaan ,Kenapa Hans begitu perduli pada Saina.


Begitu juga Maya dan beberapa karyawan wanita yang melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Kenapa Hans terlihat sangat perduli dan perhatian pada Saina"


Dan kenapa Saina terlihat begitu dekat dengan Hans"kecamuk pikiran Maya.


Hans dan para petinggi perusahan mulai menikmati hidangan yang tersedia.


Hans menyanduk nasi meletakkannya dipiring miliknya dan juga Saina lalu mengambil beberapa lauk pauk yang tersedia.


Saina mengambil Sendok dan mulai menyuap makanan yang sudah diambilkan Hans kepiringnya.


Setelah Hans mengengam jemarinya dari bawah meja sambil memandang kearahnya seakan memberi kekuatan kepada Saina.


Ketika Semua orang sedang menikmati hidangan yang sudah tersedia.Tiba tiba Bu marni Datang Kemeja bersama beberapa Orang pelayan membawa beberapa hidangan.


"Nak Hans silahkan cicipi masakan Ibu ini ya.


"Ini masakan khas disini Ibu khusus membuatnya untuk Nak Hans.


"Masakan ini nama nya Arsik ikan mas , ini adalah masakan khas daerah sini, Dan ikan mas ini hasil dari tangkapan didanau sekitar sini"Ucap Bu Marni panjang lebar mencoba menarik simpati Hans.


"Bagaimana rasanya?"Enak kan?"Tanya Bu Marni Antusias.


"Lumayan enak !"ucap Hans sambil mengambil sepotong lagi dan meletakkannya dipiring Saina.


"Coba makanlah !"perintahnya pada Saina.


Saina yang melihat itu Hanya bisa mengelengkan kepalanya.


"Maaf saya gak suka makan ikan besar seperti itu Pak" ucap Saina pelan


Hans mengambil kembali potongan ikan itu dari piring Saina lalu memakannya.


Sedangkan Bu Marni memandang tak suka kepada Saina.Apalagi dia melihat Hans mengambilkan potongan ikan itu pada Saina membuat rasa tak sukanya kepada Saina makin bertambah besar saja.

__ADS_1


"Silahkan cicipi ucap Hans pada yang lain yang duduk satu meja dengan mereka.


Bu Marni hanya bisa tersenyum masam karena sebenarnya dia berharap Hans menyukai masakkannya dan menyantap nya sendiri bukan malah memberikannya untuk yang lain.


Setelah selesai menyantap hidangan demi hidangan yang tersedia mereka duduk sambil menikmati pemandangan disekitar.


Hans tampak berbicara hangat dengan beberapa petinggi diperusahaan yang ada satu meja dengan mereka.Sedangkan Saina dan karin asyik melihat pemandangan yang indah didepan mereka.


Sedangkan Maya Hanya duduk diam memperhatikan Hans dan yang lainnya.


Tiba tiba Lola dan Sonya muncul dengan Wajah yang memelas dan pucat karena takut .


Dibelakang mereka terlihat Bram mengikuti.


Bram mendekati Hans berbisik pelan ditelinga Hans.


Hans memandang dingin pada Lola dan Sonya,Membuat tubuh dua gadis itu bergetar.


keduanyapun jatuh berlutut dihadapan Hans sambil menangis terisak isak.


"Ampun Bos Maafkan kami ucap Lola memelas sambil menangis.


Hans menarik nafasnya yang terasa berat, karena menahan marah.


Kalian sudah tahu kesalahan kalian ? "Jadi minta maaflah pada orang yang sudah kalian celakai, karena nasib kalian sekarang ada ditangannya.


Kalau dia tidak mau memaafkan kalian tanggung sendiri resiko konsekwensi atas perbuatan kalian"Ucap Hans tegas.


Membuat Lola dan Sonya semakin ketakutan.


Lola dan Sonya lalu berdiri mendatangi Maya Yang duduk tak jauh dari sana.


Mereka berdua bersujud dikaki Maya memohon maaf dan ampunan dari gadis itu sambil menangis meminta Agar Maya tidak melaporkan mereka pada polisi.

__ADS_1


Maya memandang mereka , hanya diam gak tahu harus melakukan apa pada dua orang gadis yang sudah membuat dirinya terluka itu.


__ADS_2