
"Makasih ya mas sudah menolong Maya kemarin" ucap Maya tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya kepada Hans .
"Itu sudah jadi kewajiban Saya menolong orang yang lagi membutuhkan pertolongan"ucap Hans bijak sambil menyambut salam Maya.
"Iya nak Hans kami sekeluarga sangat berterima kasih sekali karena Nak Hans sudah sangat perduli membawa Maya kerumah sakit kemarin"Ucap bu Marni dengan tersenyum ramah seakan sudah sangat Akrab .
Hans Hanya menganguk dan bersikap biasa saja.
Maya dan Bu Marni pun duduk disebelah kiri Hans.
Sambil Bu Marni melirik kearah Saina dan Karin yang duduk disebelah Hans.
"Kenapa perempuan perempuan itu bisa duduk
disebelah Nak Hans ... merusak pemandangan saja"pikir Bu Marni dalam hati.
Sekarang Hans duduk diafit dua wanita cantik.
Bak seorang raja yang diafit 2 permaisuri.
"senang dong duduk disebelah wanita cantik .
Saina mengirim Sms kepada Hans.
"Tentu saja Sangat senangππ"Balas Hans.
"Sebel......."tulis Saina.
"Makasih... sebel tu senang betul kan"Balas Hans jahil.
"Ih..Benci...Benci benci...π€¨"Balas Saina.
"Sama ππ" balas Hans.
"kok cemberut ntar cantiknya hilang"tulis Hans
__ADS_1
Saina tak membalas sms dari Hans lagi .sekarang matanya memandang kedepan dengan wajah kesal.
"kok gak dibalas.
"Benar berani sumpah,Mas Benci banget sama wanita disebelah yang sedang memegang Hp sambil cemberut.
"BENCI.... (BENAR BENAR CINTA).
MY WIFE l LOVE YOU πππ
EVERY DAY
EVERY TIME
I LOVE YOU FOREVER.
Wajah cemberut Saina berganti tersenyum sumbringah setelah membaca sms dari Hans.
Sementara karin hanya bisa geleng geleng kepala melihat sahabatnya itu yang seperti remaja sedang dimabuk cinta cemberut senyum senyum sendiri seperti orang gila.
Acara demi acara terlewati ada luckydraw dan acara pemberian hadiah untuk para karyawan yang berdedikasi tinggi , semua bergembira .
Dan tiba acara makan bersama yang diadakan diluar ditaman hotel sambil melihat kearah Danau Toba yang indah.
Hans dan Saina juga Karin dan para petinggi perusahaan berdiri hendak menuju ke luar ke tempat khusus yang sudah di sediakan panitia acara untuk mereka.
"Maaf Nak Hans bisa tolong Ibu mendorong kursi roda Maya, Ibu mau kekamar kecil sebentar "Ucap Bu Marni kepada Hans dengan Wajah memelas.
"Ma. .....! "Gak usah mas Maya bisa sendiri kok "Ucap Maya sungkan merasa gak enak hati.
"Biar Saya saja tante "Ucap Karin sambil maju lalu mendorong kursi Roda yang dinaiki Maya.
Sementara Hans Hanya menganguk pelan pada Bu marni .lalu menarik Tangan Saina tuk berjalan disampingnya.
Mereka berjalan dibelakang Karin yang sedang mendorong kursi roda Maya.
__ADS_1
Sementara itu Bu Marni Hanya bisa memandang kesal pada Karin dan Saina.
karena rencananya untuk membuat Hans mendorong kursi roda Maya , agar Maya dan Hans terlihat dekat gagal karena karin.
Apalagi tadi dia sempat melihat Hans menarik tangan Saina mengajaknya berjalan bersama.
membuat dadanya mo meledak menahan marah pada Saina.
"Pa kemari sebentar ,Mama mo bicara "panggilnya pada Pak Yanto yang berdiri tak jauh darinya.
Pak Yanto merupakan kepala bagian dihotel dan dipercaya memimpin resort yang baru.
Bu Marni membawa suami nya tuk bicara di sudut ruangan didekat toilet wanita.
"Papa tahu sama wanita yang bersama Nak Hans itu?"Tanya Bu marni kesal.
"Hm.. tidak bukannya dia karyawan perusahaan yang ada di Medan.
"Kemarin dia juga datang bersama PRESDIR
menurut yang Papa dengar kemarin dia itu
Asisten pribadi PRESDIR yang baru.
"Hu kenapa dia bisa punya jabatan penting seperyi itu" Ucap Bu Marni.
"Papa bisa gak buat dia dipecat.
"Mama gak mau tahu papa harus cari cara agar 2 wanita itu dipecat.
"Agar rencana Mama untuk mendekatkan Maya dan Nak Hans berjalan lancar tanpa hambatan.
Bu Marni mengultimatum suaminya agar bisa mencari cara tuk memecat Saina dan Karin.
( π€£π€£ Belum tahu dia siapa Saina)
__ADS_1