SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-21


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


Ellena tampak anggun mengunakan gaun berwarna hitam dengan aksen Turtle neck bermotif putih di bagian dada nya, sehingga tidak perlu menggunakan banyak aksesoris lagi penampilan nya sudah terlihat mempesona.


Aaron seperti biasa selalu tampil memukau, dengan style semi formalnya plus Loafers membuat malam itu milik nya.


Semua mata tertuju padanya , pandangan decak kagum setiap yang melihatnya.


Mereka duduk di meja utama, disalah satu restoran mewah yang ada di Jakarta.


Mereka duduk diruang yang sangat privacy, dengan view ibu kota yang sangat indah.


Alunan musik romantis terdengar lembut.


Hidangan dengan menu western tertata di atas meja.


"Tuan, selamat menikmati hidangan malam ini. Jika tuan dan nyonya membutuhkan yang lainnya, kami siap melayani", ucap kepala pelayan hormat.


"Untuk saat ini saya kira sudah cukup", ucap Aaron tersenyum puas dengan pelayanan restoran tersebut.


"Baik lah tuan, selamat menikmati hidangan dari restoran kami", ucap pelayan dengan hormat.


Sekarang di ruangan itu hanya ada mereka berdua,


Ellena tampak bingung mau makan yang mana dulu.


"Aaron, aku bingung cara memakannya", bisik Ellena, dengan mimik wajah lugu dan polosnya.


Aaron tersenyum melihat wajah istrinya itu. Dengan telaten Aaron membimbing Ellena, mulai dari cara menggunakan peralatan yang benar dan memulai dengan menu yang mana terlebih dahulu.


Aaron hanya memandang istrinya yang sangat menikmati semua menu, ia makan dengan lahap.


"Sayang kenapa menatap ku seperti itu, apakah kau tidak makan? Makanan ini enak semua loh", seru Ellena antusias.


"Aku sangat lapar, kau membuat ku kelelahan sih", ucap Ellena menggoda suaminya.


"Benarkah? kalau begitu kau boleh makan semua yang ingin kau makan, biar tenaga mu kembali lagi dan nanti kita lanjutkan permainan kita", Aaron membalas godaan Ellena.


Setelah selesai makan hidangan penutup, Aaron mengajak Ellena ke ruang outdoor yang terhubung langsung dengan tempat mereka.


Ellena mengikuti suaminya.

__ADS_1


"Wow, di sini indah sekali sayang ucap Ellena terkagum-kagum.


Area outdoor yang romantis, dengan konsep taman dengan beraneka tanaman hias beratapkan langit luas dengan juta bintang yang bersinar terang.


"Suasana disini semakin malam semakin indah, lihat bintang-bintang itu", seru Ellena.


Aaron tersenyum melihat tingkah istrinya, ia memeluk pinggang ramping Ellena.


"Mari kita duduk di kursi itu", Aaron mengajak Ellena.


Ellena merebahkan kepalanya ke bahu Aaron sambil menggenggam tangan suaminya.


"Sayang, apakah kau bahagia menikah dengan ku?", tanya Aaron sambil mencium kening istrinya.


Mendapat pertanyaan seperti itu, spontanitas tangan Ellena memeluk leher Aaron dan mencium mesra bibir suaminya.


Aaron yang diserang tiba-tiba, membuatnya kaget, tapi menyukai nya.


Aaron tidak membalas ciuman istrinya ia hanya diam, ia ingin mengetahui sampai dimana kemampuan mencumbu istrinya itu .


Semenjak menikah, Ellena tidak pernah memulai atau meminta pertama kali. Aaron lah yang selalu memintanya .


Melihat Aaron tidak membalas ciuman-ciumannya, Ellena kesal dan penasaran. "Apakah suamiku tidak menyukainya?", batin Ellena kesal.


"Ayo kita pergi", bisik Ellena dengan suara menggoda, mata nya tampak sayu menatap Aaron, dengan tangan masih bergelayut mesra di leher suaminya.


Aaron menuruti perkataan istrinya, yang sebenarnya ia pun sulit sekali menahan dirinya tidak membalas belaian-belaian lembut istrinya tersebut.


Setelah berbincang sebentar dengan manager, Aaron dan Ellena menuju mobil Lamborghini milik Aaron.


Didalam mobil, Aaron menghidupkan mesin mobil dan air conditioner.


Tanpa diduga Aaron, Ellena melanjutkan aksinya yang tertunda tadi.


Kali ini sentuhan Ellena semakin liar dan erotis, ciuman lembut dibibir seolah meminta Aaron membuka mulutnya agar membiarkan ia memasuki semakin dalam.


Merasa Aaron belum merespon, Ellena semakin nekat ia merubah posisi duduknya. Pindah ke pangkuan Aaron, menindih paha Aaron. Ellena senang ia memakai dress pendek saat itu sehingga memudahkan kakinya bergerak dengan leluasa.


Aaron yang tidak menduga tindakan istrinya, dengan spontan menurunkan sandaran kursi.


Tidak bisa dipungkiri tindakan istrinya itu membuat aliran panas ditubuhnya.

__ADS_1


Ia mulai mengerang menahan gairah yang sudah di ubun-ubun. Bahkan bagian bawahnya sudah mengeras.


Aaron tidak bisa menahan diri lagi, ia membalas dengan ganas tindakan istrinya itu.


Lidahnya menari-nari di dalam mulut Ellena. Seperti orang kelaparan Aaron melahap mulut istrinya. Bibirnya memenuhi mulut Ellena, seolah ingin menunjukkan siapa pemenang nya.


Tangan nya meremas dada Ellena didepannya, dan memainkan puncak yang sudah membusung itu.


"Aawhh aahhh..


Erangan Ellena lolos membuat Aaron semakin bergairah.


"Sayang, apakah kita melakukan nya disini?" suara Ellena terdengar bergetar menahan hasrat nya yang sudah memuncak.


Aaron tersadar mereka masih diparkiran, ia merasa tidak nyaman melakukannya di mobil, "Kita lanjutkan di apartemen", ucapnya dengan suara berat.


Ellena dan Aaron menghentikan aktifitas erotis yang mereka lakukan, Ellena kembali duduk disampingnya sambil membetulkan pakaian dan rambutnya yang sudah berantakan.


Aaron menyandarkan kepala nya sebentar, mengatur nafasnya yang masih terdengar menderu. Wajahnya tampak gusar seperti menahan sesuatu .


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Hati-hati sayang", ucap Ellena sambil bersandar di bahu Aaron, tangannya memeluk mesra pinggang suami nya.


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MARRIAGE AGREEMENT


__ADS_1


__ADS_2