SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-45


__ADS_3

"Aku tidak akan ikut dengan mu...pulanglah!", ketus Ellena sambil menghentakkan tangannya dengan keras melepaskan cengkraman tangan Aaron pada pergelangan tangannya.


Aaron menatap tajam manik istrinya. Dengan raut wajah dingin dan rahang kian mengeras Aaron mendekatkan tubuhnya pada Ellena.


"Kau Istri ku, ingat itu Ellena!", ketus Aaron dengan tatapan tajamnya.


Ellena tak gentar sedikitpun. Wanita itu membalas dengan tajam tatapan Aaron. Tak ada air mata sama sekali. Kali ini Ellena tidak akan menangis dihadapan laki-laki itu.


"Jadi kau mengakui aku istri mu, hah? Apa kau bisa menjelaskan ucapan mu yang masih mencintai Davina? Apa maksudnya kau memiliki perasaan mendalam pada perempuan itu!".


"Kau harus tahu Aaron, aku akan pergi dari hidup mu jika kau masih mencintainya dan memiliki perasaan mendalam pada wanita lain. Detik ini juga aku siap pergi dari sisi mu!", ketus Ellena dengan tegas dan menggebu-gebu tanpa mengalihkan pandangannya pada manik hitam Aaron yang terlihat semakin menggelap. Bahkan wajah laki-laki itu semakin terlihat dingin.


Ucapan Ellena mampu membuat Aaron terdiam. Bahkan kedua tangannya sudah terkepal kuat.


Menit berikutnya Aaron kembali mencengkram kuat tangan Ellena dan menariknya.


"Lepaskan aku...!", teriak Ellena.


"Hei kau menyakitinya brengsek. Kau dengar... Ellena tidak mau ikut dengan mu!", hardik Rayend berdiri dan berusaha melepaskan genggaman tangan Aaron pada tangan Ellena.


"Kau jangan coba-coba ikut campur urusan rumah tangga ku! Ini masalah ku dan istriku!". Spontan Aaron mendorong keras dada Rayend hingga terhuyung ke belakang.

__ADS_1


Aaron bersiap kembali menghantamkan tangannya yang sudah terkepal kuat pada wajah Rayend.


"Hentikan!! Kau jangan coba-coba memukul kak Rayend lagi Aaron. Ia sudah membantu ku tadi. Aku akan ikut dengan mu sekarang", jawab Ellena sambil membantu Rayend berdiri.


"Ck..."Terdengar suara berdecak kesal Aaron melihat Ellena begitu perhatian pada Rayend.


Tanpa pikir panjang, laki-laki itu menarik paksa tangan istrinya. Dan melangkahkan kakinya menuruni tangga.


"Ellena... segera hubungi aku jika ba*ingan itu menyakiti mu", teriak Rayend dari pagar besi lantai dua Penthouse mewah milik nya melihat Aaron menyeret tangan Ellena mengikuti langkah cepat kakinya.


Tidak ada jawaban dari Ellena, karena wanita itu mengikuti langkah cepat Aaron yang masih nampak begitu memendam amarah dalam dirinya.


"Masuk!", ketus Aaron sambil mendorong tubuh Ellena untuk masuk ke dalam mobilnya.


Sesaat setelah di dalam mobil...


"Apa mau mu sebenarnya Aaron?!", teriak Ellena kesal. Ellena meluapkan emosinya pada laki-laki yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan Brooklyn menuju Manhattan.


Aaron sama sekali tidak menjawab hardikan istrinya itu. Ellena tidak perduli, ia mengalihkan perhatiannya pada luar jendela. "Kalau mereka kecelakaan saat ini paling juga mati", batin Ellena. Dan ia tidak akan menghadapi sikap semena-mena Aaron dan melupakan semuanya. Melupakan masalah yang menerpa hidupnya. Bukankah itu lebih baik. Batin Ellena miris.


Tidak butuh waktu yang lama Mereka sampai di apartemen. Tanpa menghiraukan Aaron, Ellena turun dari mobil lebih duluan.

__ADS_1


"Huhhh... ternyata aku tidak jadi mati", gumam Ellena sambil menghentakkan kakinya berjalan lebih duluan meninggalkan suaminya yang berjalan dibelakangnya.


Melihat tingkah Ellena seperti itu, membuat Aaron tersenyum lucu. Amarahnya yang tersulut beberapa waktu yang lalu hilang seketika. Baginya sekarang Ellena sudah bersamanya lagi itu lebih dari apapun.


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1


MENJADI YANG KEDUA



__ADS_2