SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-31 (VISUAL AARON-ELLENA)


__ADS_3


"Selamat sore tuan muda", ucap kepala keamanan dengan hormat.


"Sore", balas Aaron sambil memeluk pinggang Ellena mengajaknya segera masuk kedalam rumah menemui kedua orang tuanya.


Seorang pelayan yang melihat kedatangan Aaron menyapa dengan membungkukkan badannya.


"Di mana mama dan papa ku?", tanya Aaron.


"Nyonya dan tuan ada di taman dekat kolam tuan", jawab pelayan berwajah latin itu dengan hormat.


Aaron menganggukkan kepalanya. "Aku dan istriku akan menemui papa dan mama", balas Aaron sambil menggenggam erat jemari tangan istrinya.


Terlihat dari jauh seorang laki-laki paruh baya sedang membaca buku sambil menikmati cemilan dan minuman yang ada di atas meja dihadapannya.


Sementara wanita berwajah bule sedang merawat bunga-bunga indah di taman yang tak jauh dari kolam.


"Itu papa dan mama, mereka sedang bersantai", ucap Aaron sambil mengajak Ellena menemui keduanya.


"Pa..


"Ma..


Sapa Aaron pada kedua orangtuanya yang langsung menoleh kepadanya.


"Aaron..Kau sudah datang nak. Kemari lah", ucap Wijaya ayah Aaron sambil menutup buku bacaannya.


Sementara Betric mamanya cepat-cepat melepaskan sarung tangan dan segera mencuci tangannya di wastafel.


"Kapan kalian sampai, kenapa tidak menginap di sini", ucap wanita Betric yang masih terlihat cantik di usianya.


"Ma...pa, ini Istri Ellena. Kalian sudah melihatnya melalui video call yang sering aku lakukan, sekarang aku membawa Ellena untuk menemui mama dan papa secara langsung", ucap Aaron.


Tanpa ragu, Ellena mengulurkan tangannya pada kedua orang tua suaminya yang di temuinya untuk yang pertama kali.


"Ternyata Ellena sangat lebih cantik di lihat secara langsung. Pantas saja anak kita langsung jatuh hati padannya ya pa?", ucap Betric mamanya Aaron.

__ADS_1


"Siapa dulu papanya..", gurau Wijaya di sambut tawa semuanya.


"Aku dan Ellena selain mengunjungi mama dan papa, juga akan berbulan madu yang tertunda. Makanya aku memutuskan tinggal di apartemen ku saja. Tidak apa-apa kan ma, pa?".


Betric dan Wijaya saling bertukar pandang. "Tentu saja kami tidak akan keberatan kalau itu gunanya akan memberikan kami cucu. Iya kan ma?", ujar Wijaya sambil menggenggam tangan istrinya.


"Tentu saja", balas Betric tersenyum.


Ellena tersenyum malu-malu mendengar perkataan kedua orang tua Aaron.


"Mama dan papa, tenang saja. Doakan saja istri ku segera hamil supaya bisa menjadi penerus Brylee groups", jawab Aaron.


"Tentu saja mama dan papa mendoakan yang terbaik untuk kalian, nak", ucap Betric tersenyum.


"Kau harus menjadi suami yang baik untuk istri mu dan anak-anak mu kelak, Aaron. Jadilah suami yang bertanggung jawab dan setia. Begitu juga Ellena, jadi lah Istri yang baik untuk suamimu. Jika kalian bisa menjaga cinta kalian, sekeras apapun godaan yang datang tak kan mampu menggoyahkan hubungan kalian berdua. Sesibuk apapun pekerjaan mu, keluarga tetaplah yang paling penting dan utama", ucap Wijaya memberikan nasihat kepada Aaron dan Ellena.


Aaron dan Ellena mendengarkan petuah-petuah yang di berikan kedua orangtuanya.


Bagi Ellena yang baru kali ini bertemu langsung dengan kedua orang tua Aaron dapat merasakan kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga Wijaya.


Dan apa yang di katakan Aaron tentang kedua orang tuanya ternyata memang benar. Wijaya dan Betric adalah orang tua yang moderat. Tidak membedakan kelas sosial manapun. Bahkan Betric beberapa kali mengusap lembut wajah menantunya itu. "Kau sangat cantik sayang", ucapnya.


Keempatnya berbagi cerita sambil menikmati kudapan sore yang di suguhkan juru masak di mansion itu. Mereka berbincang dalam suasana kekeluargaan dan kehangatan.


*


Tak terasa langit sudah berganti menjadi kelam. Aaron dan Ellena pamit pulang kepada kedua orang tuanya.


"Kalian harus berkunjung kesini lagi nak", ucap Betric meminta pada putranya Aaron.


"Mama tenang saja aku dan Ellena dua minggu berada di sini, kami pasti mengunjungi mama lagi", balas Aaron sebelum naik ke mobilnya.


Keduanya melambaikan tangan mereka pada Wijaya dan Betric yang mengantarkan sampai ke depan.


Sesaat kemudian Aaron melajukan mobil mewahnya keluar kompleks mewah tempat tinggal orang tuanya. Tepatnya di kota Manhattan.


Aaron mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Meskipun sudah malam kota terpadat itu terlihat masih macet.

__ADS_1


Ellena menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.


"Apa kau ingin jalan-jalan sekarang?", tanya Aaron sambil mengusap lembut wajah istrinya.


Ellena mendudukkan tubuhnya. "Kemana? apa kita akan menonton layar tancap?", tanya Ellena dengan lugunya.


Perkataan Ellena membuat Aaron tertawa. "Mana ada layar tancap di sini sayang. Kau ini ada-ada saja", seru Aaron mencubit hidung Ellena.


"Bagaimana kalau untuk malam ini kita dinner romantis saja. Besok baru aku akan mengajakmu mengunjungi tempat wisata yang ada di kota ini", ucap Aaron.


"Benarkah sayang, besok kau akan mengajak ku jalan-jalan. Tentu saja aku mau sayang", jawab Ellena sambil bergelayut manja pada lengan suaminya.


"Malam ini kita makan menu Amerika saja. Kau harus mencobanya. Aku yakin kau pasti menyukainya", ucap Aaron.


"HM...Apakah di restoran itu ada yang menjual nasi goreng dan sate pada sayang? Aku menginginkannya", ujar Ellena dengan serius.


Lagi-lagi Aaron tidak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Ellena. "Tentu saja tidak ada nasi goreng dan sate, Ellena. Kau bisa memasak nasi goreng di apartemen kita", jawab Aaron menahan tawanya sambil tangannya mengucek rambut Istrinya itu.


"Kalau begitu kita kembali saja ke apartemen mu, aku mau memasak nasi goreng saja. Dari kemarin makanan di sini tidak cocok dengan lidah ku, sayang. Tidak apa-apa kan lain kali saja kita dinner di luar", ucap Ellena sedikit memohon.


Aaron tersenyum mendengarnya. "Tentu saja. Oke sekarang kita pulang ke apartemen. Kau bisa memasak yang kau sukai di sana", ucap Aaron.


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


YUK BACA JUGA:



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


FIRST LOVE LAST LOVE



__ADS_2