
Saturday afternoon..
Weekend..
Dengan tubuh banjir keringat, Rayend mengusap leher nya dengan handuk kecil berwarna putih. Ia baru saja selesai fitness di ruangan khusus tempat koleksi berbagai macam alat fitness di apartemennya.
Tak salah laki-laki itu memiliki tubuh atletis dengan otot tercetak sempurna di tubuh maskulin nya. Karena ia selalu menjaga pola hidup sehat dengan olahraga dan menjaga asupan yang sehat pula untuk tubuh nya.
Rayend mengambil minuman Shake pisang yang sudah tersaji di atas meja di ruang fitness. Minuman rutin yang selalu di minumnya setiap hari.
Minuman itu selalu dibuatkan oleh bi Salma pelayan yang dipekerjakannya semenjak ia kembali ke Jakarta. Bi Salma berada di apartemen Rayend dari pagi hingga sore saja.
Shake pisang termasuk menu diet yang sangat efektif dalam hal meningkatkan energi dan libido seseorang.
Dalam sebuah pisang, terdapat enzim yang disebut bromelain serta vitamin dan mineral yang memberikan banyak stamina dan energi serta membantu dalam memproduksi hormon yang bisa membangkitkan gairah seseorang.
Huhh.
Rayend meluruskan kakinya sambil menaruh gelas shake. Kedua netranya menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul lima sore. "Selepas senja aku akan menjemput gadis pemarah itu. Kita akan bertemu lagi".
Rayend beranjak dan melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membersihkan tubuh. Tubuhnya terasa sangat lengket sekali. Tetapi setelah melakukan olahraga badan akan terasa lebih segar kembali. Aktivitas yang padat dari Senin hingga Jumat membuat jadwal olahraga Rayend hanya di hari Sabtu dan Minggu saja. Bahkan jika ada pekerjaan mendesak, di hari Sabtu pun ia dan Gerry asisten nya akan bekerja di kantor.
Setelah beberapa saat kemudian, laki-laki itu keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih untuk menutupi area kejantanan nya.
Sementara handuk lainnya mengucek rambut yang masih meneteskan air sisa mandi beberapa saat yang lalu.
Rayend memasang kancing-kancing kemeja yang membungkus tubuh atletis nya. Kemudian Ia memasang jam tangan bermerk ke pergelangan tangan. Sesaat ia menelisik penampilan di depan cermin besar yang ada di kamar nya.
__ADS_1
"Huhh weekend begini pasti jalanan Jakarta macet", ucap Rayend sambil menyemprotkan parfum aroma Woody yang sangat maskulin ke tubuhnya.
Rayend mengambil kunci mobil, dan melangkahkan kaki menuju ke garasi khusus miliknya.
Saat ini langit benar-benar berganti warna menjadi lebih pekat. Lampu jalanan mulai di hidupkan membantu pengendara yang melaju di atas jalanan yang mulai lancar, tidak seperti beberapa saat yang lalu terjadi penumpukan laju kendaraan.
Jarak antara apartemen Rayend ke rumah Tiya tidak terlalu jauh. Karena hal itulah kemungkinan yang menyebabkan mereka bertemu di toko buku legendaris itu.
Mobil Rayend masuk ke pekarangan rumah Tiya. Untuk sesaat Rayend masih berdiam diri di mobil, karena sedang menerima telpon dari asistennya Gerry yang melaporkan reservasi atas namanya sudah di lakukan.
Sesaat kemudian Rayend turun dari mobil menuju pintu rumah Tiya. Rayend menekan bel. Tak butuh waktu yang lama pintu terbuka oleh gadis cantik yang ingin di temuinya.
Seakan terhipnotis, netra Rayend menatap tak berkedip gadis di hadapannya. Rambut terurai dengan dress selutut berwarna putih sang pas di tubuh mungilnya. Tiya menyapukan makeup soft flawless, membuat wajahnya terlihat lebih segar.
"Silahkan masuk pak, saya pamit pada ibu dulu", ujar Tiya menghentikan lamunan sesaat Rayend.
Saat Tiya hendak membalikkan badannya, ternyata wanita yang ingin di temuinya sudah keluar kamar. Rayend yang melihat wanita paruh baya itu menghampiri mereka segera mengucapkan salam dan menyambut tangan Aryati.
Aryati tersenyum ramah. "Iya nak, pulangnya jangan malam-malam".
"Iya, bu".
"Tunggu sebentar", ujar Tiya membalikkan badannya masuk ke ruangan lainnya.
Menit berikutnya gadis itu kembali keluar menggenggam clutch berwarna hitam dengan senada wedges yang dipakainya.
"Kita pergi sekarang?"
__ADS_1
Tiya menganggukkan kepalanya. Sambil pamit pada ibunya. Juga pada bi Yana yang memang sering menginap bersama mereka.
Rayend membukakan pintu untuk Tiya, kemudian ia mengitari mobil duduk di belakang kemudi. Tiya terlihat kebingungan memasang sabuk pengaman di mobil itu. Tidak seperti mobil yang pernah ia naiki.
Rayend tersenyum melihatnya. Laki-laki itu mencondongkan tubuhnya mendekati Tiya dan memasangkan sabuk pengaman di tubuh gadis itu.
Tindakan Rayend tentu saja membuat tubuh Tiya bergidik gemetaran. Wajah laki-laki tampan itu begitu dekat dengannya. Bahkan parfum musk miliknya menyeruak memenuhi indera penciuman Tiya. Sekuat tenaga Tiya menahan nafasnya. Ia sangat malu.
Kalau mau jujur, Tiya sangat gugup pergi berdua saja dengan Rayend. Namun sekuat tenaga ia berusaha menutupi kegugupan yang melanda hatinya.
...***...
VOTE YA🙏
KALAU BANYAK YANG KOMEN AUTHOR UP CEPAT NIH 🤗
YUK BACA JUGA:
MARRIAGE AGREEMENT
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MENJADI YANG KEDUA
__ADS_1
FIRST LOVE LAST LOVE