SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-54


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian..


"Sayang malam nanti kau ikut dengan ku ke jamuan makan malam. Rayend mengundang kita. Ia akan melaunching produk terbaru perusahaannya sekaligus peresmian kantor cabang baru di Jakarta".


"Oh ya? Apa Rayend akan menetap di Jakarta, sayang?", tanya Ellena sambil menolehkan kepalanya pada suaminya yang sedang menyesap teh hangat. Ellena dan Aaron sedang menikmati sarapan pagi mereka di ruang makan.


"Sepertinya teman ku itu akan lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta, karena ia sudah Menggantikan ayahnya sebagai CEO di perusahan mereka".


"Aku akan pulang cepat dari kantor nanti", ujar Aaron.


"Iya sayang, nanti aku akan bersiap-siap. Aku sudah tidak sabaran, pasti teman-teman ku di undang juga ke acara tersebut. Aku rindu dengan teman baik ku Marsha, Vita dan Dewi, sayang".


"Semenjak aku stop out kami jarang bertemu, bertemu lagi beberapa waktu yang lalu di mall milik mu", ucap Ellena pelan sambil menundukkan kepalanya. Sekilas terlihat wajah sedih Ellena.


"Ada apa Ell, kenapa tiba-tiba kau nampak sedih?"


Ellena mengangkat wajahnya menatap Aaron. "Tidak apa-apa, aku hanya merasa sedih saja dengan pendidikan ku yang terputus di tengah jalan. Seandainya ayah masih ada pasti ia kecewa kepada putri sulungnya gagal menjadi sarjana", lirih Ellena.


Aaron menggenggam tangan istrinya. "Apa kau ingin melanjutkan kuliah mu lagi, hem?".


"Huhhh..." terdengar helaan nafas Ellena


"Tentu saja aku ingin sekali menyelesaikan kuliah ku, tapi aku juga sadar dengan kondisi ku sekarang ini. Aku sudah menikah dan tentu saja suami ku yang terpenting", jawab Ellena.

__ADS_1


Aaron tersenyum mendengar jawaban istrinya itu. "Dan tentu saja suami mu mengizinkan melanjutkan kuliah mu. Apalagi kau sudah semester terakhir".


Ellena mengangkat wajahnya .


"S-sayang benarkah? A-ku boleh melanjutkan kuliah ku lagi?", seru Ellena menghentikan makannya menatap tidak percaya suaminya.


"Yap... seperti yang kau dengar. Nicolas akan mengurus berkas-berkas mu hari ini. Beberapa hari ke depan kau bisa mulai kuliah lagi", jawab Aaron dengan nada santai.


Mendengar jawaban Aaron membuat Ellena tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Wanita itu sontak berdiri dan menghambur memeluk tubuh suaminya duduk di pangkuan Aaron dan melingkarkan tangannya pada leher suaminya yang tidak siap menerima Ellena yang bertubi-tubi mengecup mata, hidung dan pipi Aaron yang tidak membalasnya sama sekali.


Ellena tidak perduli ada pak Hardi dan dua orang pelayan wanita di dekat mereka. Yang spontan menundukkan kepalanya saat melihat majikan mereka seperti itu.


Aaron memberi isyarat pada Hardi agar mereka pergi dari ruang makan. Hardi mengerti dan memerintahkan kedua pelayan pergi melanjutkan tugas yang lainnya. Begitu juga Hardi segera berlalu dari sana, dengan wajah tersenyum meninggalkan ruang makan.


Aaron tidak membalas perlakuan istrinya itu. Namun tangannya melingkar di pinggang Ellena.


"No problem...Tapi cara berterimakasih mu itu salah. Sudah berapa kali aku mengajarimu cara berterimakasih yang benar pada suami mu, hem?"


Ellena yang sedikit memberi jarak meskipun masih duduk dipangkuan Aaron menatap penuh cinta pada laki-laki itu.


"Apa perlu aku ajari lagi cara berterimakasih yang benar, hem?", ucap Aaron membalas tatapan Ellena.


Tanpa menjawabnya, Ellena mendaratkan bibirnya pada bibir Aaron. Tanpa sungkan me*umatnya dengan penuh minat. Aaron tidak membalas sama sekali, ia ingin melihat sejauh mana tindakan Ellena membuai dirinya.

__ADS_1


Hingga Ellena menyadari Aaron tidak merespon sentuhannya sama sekali. Ia menghentikan ciuman liarnya dan menatap wajah tampan suaminya. "Kau tidak menyukai ciuman ku? Ternyata aku belum lihai berciuman, buktinya tidak berdampak apa-apa pada mu", ucap Ellena pelan.


Aaron mengusap lembut wajah cantik Ellena. Ibu jarinya mengusap bibir Ellena yang terbuka tepat di hadapannya. Tubuh keduanya begitu intim.


"Siapa bilang aku tidak menyukai ciuman mu, kau bisa merasakan nya", jawab Aaron membawa jemari tangan istrinya pada tubuh bagian bawahnya. "Rasakan, akibat perbuatan mu. Kau harus bertanggung jawab menyelesaikan apa yang kau mulai", bisik Aaron dengan suara berat.


Kedua mata Ellena melebar merasakan milik Aaron sudah terasa sesak di dalam sana. "Tapi kau sudah mau kerja.."


"Pekerjaan di kantor bisa di tunda, tapi pekerjaan ini tidak bisa di tunda", jawab Aaron menatap Ellena penuh hasrat.


Ellena tersenyum mendengarnya. Tanpa pikir panjang ia bangkit dan menarik tangan Aaron ikut dengannya. Tentu saja Aaron mengikutinya dengan senyum penuh makna sambil menyugar rambutnya. Hal yang tidak akan pernah bisa dilewatkannya yaitu bercinta dengan Istrinya dimana dan kapanpun. Contohnya seperti sekarang ia sudah siap untuk bekerja, bahkan sudah lengkap dengan stelan kantornya.


Namun rezeki di pagi hari siapa yang bisa menduga. Ia tidak akan melewatkan nya Batin Aaron bersorak kegirangan.


...***...


MAU LAGI?


.


.


.

__ADS_1


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA DULU YA 🤗


BIAR NGGAK KETINGGALAN TEKAN TOMBOL ❤️ (FAVORIT)


__ADS_2