SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-27


__ADS_3

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


Ellena merasa pernah melihat perempuan bersama Alyssa tersebut, tetapi dia lupa dimana pernah melihatnya.


"Heii, kau tahu siapa yang bersama ku ini dia adalah kekasih kak Aaron, yang nggak sebanding dengan dirimu perempuan kampungan", ketus Alyssa.


Kata-kata Alyssa, membuat Ellena tersadar dan ingat perempuan itu lah yang ditemuinya di kantor suaminya tempo hari.


"Kak Nancy, kau tahu siapa perempuan itu?", tunjuk Alyssa ke Ellena.


"Dia istri kakak ku!", seru Alyssa ketus.


Mendengar kata-kata Alyssa, Nancy memandang Ellena dengan tatapan hina, ia ingat siapa Ellena.


"Ohh, kamu perempuan office girl di kantor kekasihku kan?", hardik Nancy sambil mendorong tubuh Ellena yang hampir membuat Ellena terjerembab jika tidak ditahan teman-temannya.


"Heiii....apa yang kamu lakukan", balas Vita kepada Nancy.


"Minggir! ini bukan urusan mu", hardik Nancy sambil menarik dress Ellena, membuat pakaian itu robek di bahunya.


"Berhenti..!"


Dua orang pria bertubuh tegap menarik tangan Nancy dan mencengkram nya.


Diperlakukan demikian membuat Nancy histeris tidak terima.


"Siapa kalian?"


"Kalian tidak tahu siapa aku?", ketus Nancy sambil berteriak kencang.


"Jangan coba-coba menyentuh nyonya Ellena!", ujar laki-laki yang mencengkram tangan Nancy.


"Lepaskan tangan kak Nancy,


Kalian tidak tahu berhadapan dengan siapa? Aku adalah adik pemilik mall ini!", bentak Alyssa, kepada orang-orang yang halangi mereka.


Suara menggelegar Alyssa membuat para pengunjung melihat kearah mereka, sebagian menghampiri untuk melihat apa yang terjadi.


Beberapa keamanan gedung dan manajer tergesa-gesa datang ke tempat keributan dan menegur tindakan Nancy dan Alyssa yang telah membuat kekacauan.


Keamanan meminta Nancy dan Alyssa untuk keluar dari Mall, kalau tidak maka mereka akan menyeret keduanya berurusan dengan pihak berwajib.


Dengan wajah dongkol, akhirnya Nancy dan Alyssa pergi dengan menyibak kerumunan orang-orang yang ingin melihat kekacauan yang sudah mereka lakukan.


Ellena masih tampak syok mengalami kejadian tidak menyenangkan tadi, wajahnya pucat pasi.


Teman-temannya menenangkan nya di ruangan manajer mall, yang sebelumnya telah menerima perintah langsung dari Aaron, untuk melindungi dan menempatkan istrinya di ruangan yang paling nyaman di mall miliknya itu


*


Aaron menghentikan meeting dengan para direksi setelah mendapat khabar dari Nico kejadian yang dialami istrinya di salah satu mall miliknya.


Aaron terburu- buru meninggalkan ruang rapat diikuti Nico dan Tari menuju ruangan nya. "Siapkan mobil ku!", perintah nya.


Ia dan Nico meninggalkan perusahaan dengan cepat.


Didalam mobil, wajah Aaron semakin gelap, rahang nya mengeras sambil mengepalkan tangan-tangannya. "Bisa tidak kau mempercepat laju mobil ini", umpat Aaron kesal menyadari mobil mereka tidak bergerak.


Setiap Sore hari jalanan utama selalu macet, sehingga mereka terjebak di kemacetan itu.

__ADS_1


Nico menghubungi koleganya untuk membantunya membaur kemacetan dan menuntun mobil mereka hingga keluar dari jebakan macet.


Tidak selang berapa lama terdengar sirine dan tampak petugas yang berusaha mengatur lalu lintas, sehingga kendaraan mereka bisa melaju tanpa hambatan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke mall dimana tempat Ellena berada.


*


Didalam ruangan manajer, Ellena masih ditenangkan teman-teman nya.


"Emangnya siapa mereka. Kalau sekali lagi bertemu dengan ku akan ku berikan pelajaran, lihat saja nanti ", ucap Vita kesal.


Marsha memberikan minuman mineral kepada Ellena yang sedang mengatur nafasnya.


Ellena meneguk air yang terasa adem di tenggorokan nya yang kering sedari tadi.


Ellena dan teman-temannya dikagetkan dengan suara ribut-ribut diluar pintu.


"Apa kerja kalian hah?"


Nico pecat mereka!".


Ellena tahu dengan pasti itu suara suaminya.


"Maafkan kami tuan, karena kelalaian kami nyonya..(terhenti).


Aaron tidak menggubris alasan bodyguard yang diperintahkan nya menjaga istrinya.


Ceklek


"Sayang..


Aaron memeluk tubuh Ellena dengan erat. Tampak mata Ellena berkaca-kaca. Ellena menggelengkan kepalanya pelan.


Marsha, Vita dan Dewi melongo melihat pria tampan yang masih menggunakan kacamata hitam memasuki ruangan tersebut dan langsung memeluk Ellena.


Mereka saling pandang dan menelan saliva masing-masing. Entah apa yang ada dipikiran teman-teman Ellena tersebut.


Nico memerintahkan anak buah nya untuk mengambil pakaian baru untuk Ellena.


Setelah keadaan tenang Aaron memerintahkan meeting dadakan dengan manajer dan jajarannya di ruang pertemuan di Mall itu.


Ellena mengganti pakaian nya, ia dan temannya masih menunggu di ruangan manager mall.


"Ya ampun Ell, lo beruntung banget dapat suami seganteng itu", ujar Dewi setelah didalam ruangan hanya menyisakan mereka saja.


"Perhatiannya itu loh so sweet banget. Nggak diragukan lagi emang suami idaman.


Dan wangi maskulinnya itu loh bikin jantung berdebar", seloroh Vita memejamkan matanya. Disambut pukulan tangan Marsha di bahunya membuat Vita melotot dan akhirnya mereka berempat tertawa terbahak-bahak.


Teman-temannya senang melihat Ellena tertawa lagi setelah mengalami hari yang buruk.


Tawa mereka tak berhenti sampai disana, obrolan-obrolan ringan.


"Ell, kau ada lagi nggak stok laki-laki seperti Aaron , aku mau daftar ", ujar Dewi sambil disambut tawa teman yang lain.


"Ell, asisten suami kau buat aku saja", balas Marsha nggak mau kalah.


Joke-joke ringan dari temannya menghilangkan beban pikiran Ellena.

__ADS_1


Setelah sekitar satu jam, Aaron dan Nico kembali keruangan. Diikuti manajer dan jajarannya.


Aaron mengajak istrinya pulang. Dan teman-teman Ellena pamit setelah satu persatu diperkenalkan dengan Aaron dan Nico.


*


Aaron mengajak Ellena malam ini tidur di apartemennya. Karena satu kawasan dengan Mall tempat mereka berada sekarang.


Setelah sampai di apartemen, Aaron menjentikkan jarinya seketika lampu-lampu menerangi ruangan yang gelap.


"Apakah Nancy dan Alyssa menyakiti tubuh mu sayang?", ucap Aaron lembut sambil memeluk tubuh Ellena dari belakang.


Ellena menggeleng kan kepalanya, ia hanya menyandarkan kelapanya ke dada Aaron.


Aaron mengecup lembut leher istrinya.


"Ayo kita mandi" bisik nya lembut.


Ellena mengikuti langkah kaki suaminya kekamar mandi, ia mengisi air hangat pada bathtub dan memberi aroma terapi. Ia menghampiri Ellena yang masih mematung didepan cermin dan melihat Aaron membuka satu persatu kancing pakaiannya sambil menciumi tengkuknya. Tangan Aaron meraba dan meremas kedua dadanya membuat Ellena memejamkan matanya. Desisan halus keluar dari mulutnya.


Ellena membuka matanya dan melihat Aaron masih dengan pakaian lengkap nya, "Curang!", Ucap Ellena sambil membuka satu persatu kancing kemeja Aaron.


Aaron semakin bergairah mencium bibir Ellena, masuk kedalam memainkan lidahnya kerongga mulut Ellena yang sudah dibuka.


"Akhhh!", De*ahan lolos dari mulut Ellena.


Tangan Ellena membuka sabuk dan celana kerja Aaron, yang tersisa hanya celana boxer dengan benda yang menonjol didalamnya.


Ellena menelan saliva nya. Perlahan ia menurunkan boxer Aaron. Memegang isinya, memainkannya dengan lembut membuat Aaron mengerang nikmat.


Aaron mengangkat tubuh Ellena dan memasukkannya ke bathtub yang sudah berisi air hangat dan buih sabun yang sudah memenuhi bathtub.


Harum aromaterapi begitu menyegarkan.


Aaron ikut masuk kedalam bathtub dan melanjutkan menciumi bibir Ellena, tangan nya meremas dada istrinya yang menantang itu dan terus turun kebawah bermain di pusat tubuh Ellena.


"Sstt, Ahh...sayang", Ellena merintih menahan gairah tubuhnya yang ditimbulkan jemari tangan Aaron.


Walaupun Ellena sudah sering merasakan permainan panas bersama suaminya itu, namun tetap saja permainan berikutnya membuatnya mengerang hebat.


Permainan panas kali ini mereka habiskan di dalam bathtub, saling bergantian memimpin dan berakhir dengan jeritan kenikmatan yang panjang.


Ahhh..


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MARRIAGE AGREEMENT

__ADS_1



__ADS_2