SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-8


__ADS_3

TINGGALKAN JEJAK KALIAN, VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


"Kau mau kemana?".


Kata-kata itu mengagetkan Ellena dan bik Sumi.


"Maaf tuan saya sudah meminta nona untuk beristirahat di kamar tuan, tapi nona bersikeras keluar dari kamar tuan", ucap bik Sumi kepada Aaron.


"Beristirahat lah dikamar ku malam ini", ucap Aaron dengan tatapan lembut, tidak seperti tatapan yang biasa ia berikan pada Ellena. Tatapan tajam dan dingin.


"ma-af tuan , sa-saya tidur dikamar bik Sumi saja", jawab Ellena pelan.


"You look beautiful in my clothes", ujar Aaron tanpa perduli dengan perkataan Ellena. Sambil tersenyum lucu menatap Ellena, memakai kemejanya yang kebesaran ditubuh mungilnya.


"Owh..astaga aku lupa baju ku", gumam Ellena sambil mengencangkan kemeja itu ke dada nya, ia baru ingat tidak memakai apapun didalamnya.


Mata bening Ellena terbelalak, mulutnya terbuka karena kaget.


Ellena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena malu, pipinya bersemu merah.


Aaron yang melihat Ellena seperti itu tertawa keras, mbuat Ellena semakin salah tingkah.


Aaron mendekati nya sambil berbisik lembut ditelinga Ellena "kau begitu menggairahkan".

__ADS_1


Tentu saja ucapan Aaron spontan membuat Ellena panik,


semakin mengencangkan kemeja yang dipakainya. Sebenarnya kemeja itu bisa dikatakan daster ditubuh kecilnya.


Dengan rambut terurai tidak seperti saat dikantor, Ellena semakin terlihat sempurna dimata Aaron.


"Malam ini tidurlah dikamar ku, aku akan tidur dikamar yang lain, jangan membantah lagi", ucap Aaron dengan tegas


"Tapi tuan, saya tidak pantas tidur di kamar tuan. Sebaiknya saya saja yang tidur di kamar lain, tu-tuan sudah banyak sekali membantu saya", ujar Ellena terbata-bata.


"Terimakasih untuk semua nya", ucap Ellena tulus.


"Semua itu tidak gratis, ada harga nya. Sekarang tidurlah. Besok kita bicarakan lagi", jawab Aaron sambil meninggalkan Ellena yang bengong mendengar kan ucapannya.


*


Mungkin karena pengaruh obat yang diminum nya tadi, akhirnya rasa kantuk segera melanda. Rasa lelah yang dialami terbayar kan malam ini.


Seketika Ellena sudah terlelap, ditempat tidur luas dengan desain modern tersebut.


Tanpa Ellena sadari seseorang mengawasi semua gerak gerik nya dikamar tersebut.


Dari ruang kerja Aaron lekat menatap layar laptop nya, ia tak berkedip memandang perempuan cantik yang saat ini tertidur pulas di ranjang nya tersebut.

__ADS_1


Dengan rambut terurai disematkan kesatu bahu seperti itu membuat Ellena semakin cantik.


Padahal Aaron sudah sering melihat perempuan cantik di luaran sana bahkan berkencan dengan mereka tapi tentu saja tidak ada hal spesial yang dirasakan hati Aaron.


Lain halnya dengan Ellena, sejak pertama kali bertemu pada saat insiden tabrakan itu, hati Aaron sudah bergetar melihat gadis bertubuh mungil itu.


Bahkan ancaman yang dilakukan Aaron pada saat itu hanya pura-pura, agar bisa tahu nama dan alamat Ellena. Sejak pertemuan ltu bahkan bayangan Ellena selalu hadir di kepala nya. Dan pertemuan kedua mereka benar-benar diluar dugaan Aaron, ia bertemu lagi dengan Ellena di ruangannya.


"Ah, Ellena..


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


MARRIAGE AGREEMENT



__ADS_2