SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-55


__ADS_3

"Bu...Tiya pergi kuliah dulu ya. Bi Yana sudah datang", ucap Tiya menghampiri ibunya Aryati yang tampak sedang merajut di beranda samping rumah mereka yang asri.


Rumah mungil bercat putih itu, baru saja selesai di renovasi Aaron. Bahkan beberapa furniture-furniture sudah di ganti dengan yang baru termasuk menambah dua kamar lagi. Satu untuk Tiya dan satu lagi untuk Ellena jika nanti mereka menginap di rumah itu.


Namun Aryati meminta jangan merubah total semua bangunan yang sudah ada saat suaminya masih ada, menurutnya hanya bangunan itu dan motor butut menjadi kenangannya bersama Kaharudin suaminya...ayah Ellena dan Tiya.


Karena Aaron lah kehidupan keluarga itu semakin membaik. Bahkan Aaron dan Ellena membiayai semua kebutuhan Aryati dan Tiya. Meskipun pada awalnya Aryati menolak dengan halus karena rencananya ia akan membuka warung kecil-kecilan di halaman rumah mereka agar menyisihkan uang untuk biaya kuliah Tiya yang di fakultas kedokteran di salah satu universitas negeri.


Aryati patut berbangga terhadap kedua putrinya yang di karuniai kecerdasan. Keduanya di terima di kuliah di universitas ternama tanpa tes. Baik Ellena maupun Tiya dikirim oleh sekolah mereka bersaing dengan ratusan pelajar untuk menembus seleksi masuk ke perguruan tinggi.


"Iya nak. Hati-hati di jalan ya", ucap Aryati mengulurkan tangannya saat putri bungsunya hendak mencium lembut tangan wanita yang sangat disayanginya itu.


"Iya bu. Hem...ibu membuat apa? sepertinya itu kaos kaki", ucap Tiya melihat hasil rajutan ibunya yang nampak belum selesai.


Aryati tersenyum. "Ibu membuat kaos kaki untuk cucu ibu nanti. Semoga kakak mu segera memberikan ibu seorang cucu. Lihat lah, ibu membuat kaos kaki beberapa warna", ucap Aryati membuka kotak dan memperlihatkan hasil rajutannya yang sudah selesai.


"Wah bu, hasilnya cantik semua. Pasti sebentar lagi kakak akan memberikan kita anggota baru bu. Kita berdoa saja", jawab Tiya sambil pamit pergi ke kampus nya.


Sebelum ke kampus Tiya akan mampir dulu ke toko buku mencari buku praktikum gigi sesuai dengan jurusan yang di ambilnya.


Tiya memarkirkan motor Scoopy berwarna pink miliknya di tempat parkir toko buku yang kerap di kunjungi nya selain dekat dengan rumah dan kampusnya toko buku itu tergolong lengkap.


Setelah mengetik judul dan pengarang di komputer yang di sediakan di setiap sudah ruangan Tiya langsung menuju tempat rak buku yang di carinya yang ada di lantai dua toko buku tersebut.


Wajah cantik itu tersenyum setelah menemukan buku yang di carinya. "Huhh...akhirnya aku menemukan buku ini", ucap Tiya bahagia.


Tapi ia tidak bisa menarik buku itu karena tertahan. Terlihat jari tangan seseorang menahan buku yang sudah sangat diinginkan Tiya di sisi depan rak.


Kedua netra bening Tiya bertukar tatap dengan manik hitam milik seorang pria di cela buku yang diinginkannya itu. "Maaf pak, saya duluan memegang buku ini. Artinya buku ini milik saya!".


"Kata siapa kau duluan memegangnya, nona...justru aku lah yang duluan memegangnya", jawab laki-laki itu.


Mengerti lah pak, aku sangat membutuhkan buku ini sekarang juga", seru Tiya.

__ADS_1


"Siapa kau mengaturku, hah!"


Terlihat wajah kesal Tiya, berdebat dengan laki-laki yang juga terlihat ngotot. Gadis itu sekuat tenaga menarik buku hingga ia mendapatkan nya dan memeluknya ke dadanya.


"Heii...kau berani pada ku!".


"Tentu saja aku tidak takut kepada mu, memangnya siapa kamu sampai aku harus takut", seru Tiya sambil melangkahkan kakinya menuju kasir untuk segera membayarnya. Tidak peduli dengan pria itu mengejarnya dan menghadang di hadapannya.


"Minggir!", ketus Tiya


"Berikan bukunya, itu milik ku!".


Terlihat beberapa pelayan toko buku menghampiri keduanya, yang tampak bersitegang. "Maaf tuan, nona...apa yang bisa kami bantu?"


"Saya mau membayar buku ini tetapi laki-laki ini menghalangi ku", jawab Tiya menatap tajam laki-laki dewasa bertubuh atletis di hadapannya.


"Wanita ini mengambil buku milik ku", seru laki laki itu menarik buku di pelukan Tiya yang sedikit lengah.


"Kau....Arghh!"


"Kau tidak bisa melakukan itu. Kau curang... buku itu sudah menjadi milik ku", ketus Tiya dengan emosi.


Tiya menarik kuat jas yang membalut tubuh laki-laki yang berdebat dengannya hingga satu kancingnya lepas. Membuat laki-laki itu seketika membalikkan tubuhnya menghadap gadis yang membuatnya kesal.


"Heii... apa-apaan kau ini! Kau berani pada ku hah?!"


"Tuan Rayend, apa yang terjadi...?"


"Gerry bereskan wanita gila ini, aku tidak banyak waktu. Ck... buang-buang waktu ku saja!", perintah Rayend pada asistennya.


Tiya yang di perlakukan semena-mena seperti itu tidak mau tinggal diam, gadis itu mengambil salah satu buku lumayan tebal di meja kasir dan melemparkannya pada Rayend tepat mengenai kepala dan punggung laki-laki itu.


"Nona...apa yang kau lakukan? T-tuan Rayend, anda tidak apa-apa?", tanya Gerry sedikit panik melihat situasi semakin memanas.

__ADS_1


Terlihat keamanan toko datang dan melerai perselisihan kedua pengunjung toko mereka.


"Seandainya waktu ku banyak, kau akan tahu siapa aku nona!", ujar Rayend menghunuskan tatapan tajamnya pada Tiya yang masih berdiri di tempatnya dengan tatapan tak kalah tajam.


"Kau laki-laki tua brengsek!", teriak Tiya kesal. Sementara Rayend berlalu dari sana tanpa perduli lagi.


Beberapa menit kemudian..


"Maaf nona, buku itu tidak tersedia lagi", ucap seorang pelayan memberitahu Tiya yang masih nampak begitu kesal dengan kejadian yang di alaminya.


"Laki-laki menyebalkan itu, benar-benar menguji kesabaran ku. Aku terlambat kuliah dan buku yang seharusnya milik ku di ambilnya".


"Awas saja kalau bertemu lagi, aku tidak akan tinggal diam!", gerutu nya kesal.


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1



__ADS_2