
Ellena mengerjapkan matanya, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui kaca jendela.
Ellena meraba-raba tempat tidur di sampingnya. Namun tidak menemukan tubuh suaminya. Ellena menatap jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Aku kesiangan bangun. Mungkin karena semalam aku tidak bisa tidur sama sekali"
Ellena semalaman hanya pura -pura tidur saja. Yang sebenarnya matanya benar-benar terpejam baru dini hari tadi.
Tok tok tok
Terdengar ketukan dari pintu, Ellena duduk dengan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.
"Masuk!"
Ceklek.. terlihat pelayan membuka pintu sambil membawa nampan berisi sarapan pagi ke dalam kamar.
"Selamat pagi nyonya Ellena, tuan Aaron meminta saya membawakan sarapan nyonya ke kamar", ucap pelayan paruh baya itu dengan sopan.
"Terimakasih. HM...di mana suami ku? Apa ia di ruang kerjanya?".
"Tuan pagi-pagi pergi ke kantornya nyonya. Tuan Aaron menitipkan pesan untuk nyonya".
Pelayan yang berasal dari Indonesia itu menaruh bed tray keatas tempat tidur. Nasi goreng komplit dan segelas susu plain serta potongan buah segar melon dan semangka sudah tersaji.
"Terima kasih bi Sri. Aku membersihkan tubuh ku dulu, sebelum sarapan", ujar Ellena tersenyum ramah.
"Baik nyonya. Jika nyonya membutuhkan sesuatu jangan sungkan memberi tahu bibi", ucap Sri dengan sopan dan hormat. Kemudian pamit keluar karena masih ada pekerjaan lainnya yang harus di kerjakan nya.
Terlihat potongan kertas di sebelah piring dan setangkai bunga mawar merah di atasnya. Ellena tersenyum melihatnya. Dan mengambil kertas itu, membacanya.
*Sayang aku pergi ke kantor. Aku tidak tega membangunkan mu, kau tidur seperti bayi. Sepertinya kau sangat kelelahan. Siang nanti aku mengirimkan sopir menjemputmu, kita jalan-jalan ketempat-tempat yang belum kau kunjungi sebelum kepulangan kita ke Jakarta. Love Aaron*
Ellena tersenyum membaca tulisan tangan Aaron. Laki-laki itu selalu bersikap romantis padanya.
__ADS_1
Namun sesaat kemudian perasaannya di liputi kesedihan. Senyuman hilang dari bibirnya berganti dengan wajah murung. Ia ingat dengan kejadian senja kemarin. Ellena bangkit dari tempat tidur. Memasang jubah tidurnya dan keluar kamar. Ia masuk ke ruang kerja Aaron.
Saat tiba di sana, tubuh Ellena terdiam di belakang pintu, melihat keadaan ruangan yang masih dalam kondisi berantakan. Kedua netranya menatap pigura foto yang sudah tergeletak di lantai posisi terbalik. Ellena melangkahkan kakinya mendekati meja kerja dan mengambil foto itu.
Tangan Ellena gemetaran memegang pigura yang sudah retak sebagian kacanya berserakan di lantai.
Foto ia dan Aaron saat berada di taman berciuman mesra. Ellena ingat sekali hari itu. Mereka sangat bahagia. Ellena mengambil foto itu dan membawanya keluar ruangan dan kembali ke kamarnya.
Ellena duduk di tepi tempat tidur. Sambil menatap foto ia dan suaminya. Kedua netra Ellena memanas. Ia melepaskan foto dari pigura dan menyimpan foto itu dalam tasnya. Kemudian masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Ia harus harus sarapan dan sekitar jam sepuluh akan ke kantor Aaron.
*
Aaron sedang bersama William asistennya di ruang kerjanya di kantor.
"Lusa, aku dan istriku akan kembali ke Jakarta. Kau harus rutin melaporkan semua kondisi perusahaan ku ini".
"Baik tuan", jawab William dengan hormat.
"Iya tuan saya mengerti, Jeniffer segera membawa semua berkas penting yang tuan minta".
Sekitar dua jam berkutat dengan pekerjaannya, Aaron merenggangkan kedua tangannya.
Tok tokk tokk
"Masuk!"
Terlihat Jeniffer membuka pintu. Ia akan mengambil semua berkas-berkas yang sudah di tandatangani bosnya itu.
"Apa kau sudah mengirim sopir untuk menjemput istri ku?"
"Sudah tuan, nyonya sudah di perjalanan menuju perusahaan", jawab Jeniffer dengan sopan.
"Aku ingin bicara dengan mu, Aaron!"
__ADS_1
Tiba-tiba Rayend sudah berada di dalam ruangan itu. Aaron tidak menjawabnya, namun memerintahkan sekertarisnya keluar dengan kibasan tangannya. Jennifer mengerti, sambil membawa berkas ia keluar dan menutup pintu dengan rapat.
Aaron menatap tajam Rayend yang tak kalah menghunuskan tatapan tajamnya juga.
Rayend duduk di hadapan Aaron.
"Apa yang ingin kau bicarakan pada ku? Katakan sekarang juga, aku tidak ada waktu berlama-lama berbincang dengan mu", ketus Aaron.
Huhh.. terlihat Rayend menghembuskan nafasnya.
"Ini tentang Davina..
...***...
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA:
MARRIAGE AGREEMENT
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
__ADS_1