SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-52


__ADS_3

Mobil yang membawa Ellena dan Aaron telah berhenti di depan mansion. Pak hardi dan bi Darsih menyambut mereka.


"Selamat pagi tuan, nyonya. Selamat datang kembali ke tanah air", ucap Hardi dengan hormat.


"Pagi..hari ini aku dan istriku akan istirahat di kamar, jangan ada yang mengganggu. Antarkan saja sarapan ku dan istriku ke kamar satu jam lagi", perintah Aaron yang di iyakan oleh Hardi dan Darmi.


Aaron menggenggam erat tangan Ellena menuju kamar mereka. "Perjalanan jauh seperti tadi sangat melelahkan. Aku bahkan tidak bisa memejamkan mata ku".


"Kau ini berlebihan sekali, bersyukurlah penerbangan kita lancar. Aku juga tidak mabuk dan baik-baik saja", jawab Ellena melepaskan coat nya.


"Aku mau berendam sekarang", ucap Ellena absurd.


Aaron yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur langsung duduk. "Kau mengajak ku berendam bersama mu sayang?"


"Tentu saja tidak. Aku akan berendam sendiri. Jika kau berendam bersama ku kau akan membuat ku berjam-jam di kamar mandi", seru Ellena hendak melangkahkan kakinya namun tangannya di tarik Aaron.


"Tapi berikan dulu aku ciuman mu. Sudah beberapa hari kau terus-menerus ngambek dan mendiamkan suami mu bahkan tidak memberiku jatah. Padahal itu perjalanan honeymoon kita. Aku pengen sayang", rengek Aaron sambil merapatkan tubuhnya pada tubuh Ellena.

__ADS_1


"Uhhh, seperti anak kecil saja. Kolokan dan Manja", ledek Ellena hendak membalikkan tubuhnya menuju kamar mandi tapi lagi-lagi Aaron minta perhatian seperti anak kecil. Memeluk tubuh istrinya sambil menyandarkan dagunya diantara tengkuk leher Ellena.


Ellena jadi aneh melihat tingkah Aaron, laki-laki itu tidak pernah sampai seperti itu.


"Aku mandi dulu, tubuhku terasa lengket sekali sayang. Kau juga harus mandi kata mu tubuh mu pegal-pegal. Nanti aku akan memijatnya", ucap Ellena membujuk Aaron yang nampak bergelayut manja kolokan.


"Aku akan menagih janji mu", bisik Aaron sambil mencium lembut leher Ellena.


Ellena melebarkan kedua matanya sambil berlalu. Sementara Aaron kembali merebahkan tubuhnya yang masih terasa sangat penat.


Mungkin karena semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya sama sekali sehingga sekarang membuatnya cepat tertidur pulas. Sementara Ellena melakukan ritual berendam.


"Ahh, akhirnya tubuhku kembali segar bugar", ucap Ellena sambil memejamkan matanya menikmati suasana di bathtub yang terasa begitu nyaman.


"Huhhh... Akhirnya aku dan suamiku bisa pulang bersama-sama". Sesungguhnya Ellena tidak menyangka hubungan ia dan Aaron baik-baik saja setelah kemarin mengalami guncangan dan gelombang.


Sebenarnya Ellena sempat putus asa, ia tidak siap jika harus berpisah dari Aaron. Apalagi jika di sebabkan oleh kisah masa lalu suaminya yang belum usai.

__ADS_1


Namun Ellena percaya dengan takdir. Sehancur-hancurnya perasaan Ellena jika takdir menentukan mereka bersatu tentu saja tidak ada yang bisa menolak. Termasuk Ellena.


"HM...sudah empat puluh menit aku berendam. Perut ku sudah terasa lapar sekali. Sebaiknya aku sudahi saja berendam ini", ujar Ellena sambil keluar dari bathtub.


Ellena hanya membilas tubuhnya kemudian dengan bathrobe berwarna merah muda ia keluar kamar mandi.


Terlihat Aaron tertidur sambil tertelungkup sambil memeluk batalnya.


Ellena tersenyum melihat suaminya yang nampak kelelahan setelah penerbangan berjam-jam lamanya tapi tidak bisa memejamkan matanya barang sejenak karena merasa tidak nyaman dengan kursi yang tidak bisa leluasa di rebahkan kebelakang. Berbeda dengan pesawat milik Aaron yang terasa sangat nyaman.


Ellena mengusap lembut punggung dan bahu Aaron, seakan menyadari ada yang menyentuh tubuhnya membuat Aaron terjaga dan membalikkan badannya terlentang.


Dengan cepat Aaron menarik Ellena kedalam pelukannya. Mengecup lembut bibir Ellena. Dan menjelajahi rongga mulut istrinya hingga dalam. Aroma cheri masak begitu manis di bibir Ellena.


Tak sampai di situ saja Aaron membalikkan tubuh Ellena hingga di bawah kungkungan tubuh gagah Aaron. Dengan agresif Aaron membuai setiap jengkal tubuh istrinya itu.


Akibat permasalahan yang terjadi diantara keduanya benar-benar berakibat fatal, keduanya hanya dalam hasrat yang menggebu. Sepertinya sudah bertahun-tahun tidak bercinta.

__ADS_1


...***...


__ADS_2