SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-47


__ADS_3

"Aku mencintaimu Ell. Jangan pernah pergi lagi dari ku..", ucap Aaron bersungguh -sungguh.


Aaron menatap dengan lembut wajah Ellena. Jemari tangannya juga beralih menggenggam erat tangan Ellena.


Ellena tidak merespon sedikit pun, wanita itu diam tak bergeming.


"Sejujurnya kehadiran Davina sangat mengejutkan ku, terlebih pagi tadi Rayend mengatakan kebenaran kenapa Davina pergi tanpa pesan pada ku kala itu. Karena Davina sakit jantung bawaan. Rayend mengetahui kondisi Davina setelah tidak sengaja melihatnya saat hendak menjalani operasi transplantasi jantung. Davina dan keluarganya meminta Rayend menyembunyikan hal itu pada ku".


"Itulah yang membuat ku terbawa suasana masa lalu. Bahkan aku mengatakan aku masih mencintai Davina. Maafkan aku Ell, tapi sungguh aku tidak mau kau pergi dari ku. Dan mengakhiri pernikahan kita. Aku sudah memikirkannya sejak kau pergi tadi. Kau adalah masa depan ku, sementara Davina adalah masa lalu ku", ucap Aaron bersungguh-sungguh.


Tanpa melepaskan genggaman tangannya Aaron berucap. "Setelah kau pergi tadi, aku menyadari perasaan ku. Aku tidak ingin kehilanganmu Ell. Percaya lah pada ku. Aku tidak akan pernah lagi menyakiti mu".


"Jika kau ingat beberapa bulan yang lalu waktu kita di pondok, kau pernah bertanya siapa Davina? dan aku mengatakan ia adalah wanita di masa lalu ku dan aku juga mengatakan di masa itu aku sangat mencintainya tapi ia pergi meninggalkan aku. Ya kelanjutan cerita itulah yang terjadi hari ini. Rayend mengatakan kebenaran yang ditutupinya selama bertahun-tahun dari ku. Aku sangat kecewa pada sahabat ku itu. Yang malah menutupi semuanya dari ku".


Huhh .. Ellena menarik nafas dalam-dalam.


"Kau marah kepada Rayend menutupi semuanya dari mu? karena kau sangat mencintai kekasih mu itu. Ucapan mu yang mengatakan kau memiliki perasaan mendalam pada Davina benar adanya Aaron. Kau tidak perlu menyangkalnya lagi. Aku sudah tahu".

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan besok akan pulang ke Jakarta. Aku sudah memikirkan tentang kelanjutan Pernikahan kita. Dari awal aku katakan pernikahan ini sakral aku tidak pernah main-main, dan menginginkan pernikahan satu kali dalam hidup ku", ucap Ellena serius.


"Baik. Kita pulang ke Jakarta besok", jawab Aaron sambil menatap lekat wajah Ellena yang terlihat sangat serius.


Sejenak Ellena memejamkan matanya. "Tidak. Aku ingin kau menyelesaikan hubungan mu dengan Davina, Aaron", jawab Ellena membalas tatapan suaminya. Dengan tatapan sendu.


"Penerbangan ku pukul delapan pagi besok. Rayend membantuku memesankan tiket dan aku sudah mendapatkan tiket keberangkatan ku besok", ucap Ellena pelan.


Seketika Aaron melepaskan tangannya pada jemari Ellena. "Apa maksud mu, memesan tiket melalui Rayend? Kita pulang bersama besok, aku tidak mau tahu. William akan membatalkan tiket itu dan aku akan mengembalikan uang Rayend", balas Aaron dengan nada tegas.


"Mengerti lah, aku tidak mengenal siapa pun di kota ini selain kak Rayend. Saat aku putus asa tadi aku meminta bantuan kepadanya agar aku bisa pulang ke Jakarta. Kau jangan pernah salah paham akan hal itu".


Sebelum Aaron menjawab lagi Ellena membalikkan badannya menuju kamar mereka. Aaron terdiam mematung di tempat duduknya. Menatap punggung Ellena hingga masuk ke kamar mereka.


Aaron masih mencerna semua perkataan istrinya. "Ahh, ternyata aku benar-benar melukai perasaan istri ku", ucap Aaron sambil memijat kepalanya yang mendadak berat. Laki-laki itu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. Mengurung diri sambil berpikir.


*

__ADS_1


Ellena mengambil bantal dan selimut, malam ini ia ingin tidur terpisah dari Aaron. Ellena akan menghabiskan malam terakhir di New York dengan tidur di sofa.


Ellena merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar. "Semoga apa yang aku lakukan ini adalah yang terbaik untuk ku dan suamiku", batin Ellena.


Ellena yakin jika Aaron benar-benar mencintai nya pasti Aaron akan segera menyusulnya pulang. Jika ia masih mencintai Davina pasti Aaron akan lama menetap di negara ini.


"Aku memang mencintai suamiku, tapi aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini jika hati suamiku masih milik wanita lain".


"Meskipun perasaan ku sakit, dada ku sesak dan menangis saat meminta Aaron menyelesaikan masalahnya dengan wanita itu, tapi tetap harus aku lakukan. Semuanya untuk kebaikan kami, demi pernikahan ini", batin Ellena dengan mata berkaca-kaca wanita itu memejamkan matanya berusaha tertidur sebelum Aaron masuk ke kamar itu.


Ternyata beban berat pikiran Ellena membuatnya cepat terlelap. Saat Aaron masuk ke kamar ia benar-benar sudah pulas. Aaron kaget melihat Ellena tidur di sofa.


"Ternyata kau wanita keras kepala, bahkan kau menghukum ku seperti ini", ucap Aaron menggelengkan kepalanya menatap istrinya yang sudah meringkuk seperti bayi.


Tanpa pikir panjang Aaron mengangkat tubuh istrinya. Memindahkannya ke atas tempat tidur mereka. Aaron pun segera merebahkan tubuhnya di samping Ellena dan membawa tubuh istrinya itu dalam dekapannya.


Tak henti Aaron mencium lembut pucuk kepala Ellena sementara tangannya mengusap lembut punggung istrinya itu.

__ADS_1


"Besok aku akan menyelesaikan semuanya..


...***...


__ADS_2