
Ceklek...
"Ah, sial sekali hidup ku hari ini".
Aaron menatap ke arah pintu ruang kerjanya. Terlihat temannya Rayend menerobos masuk tanpa permisi sambil mengusap-usap tengkuknya. Laki-laki itu duduk di sofa sambil menaikkan kakinya ke atas meja.
"Ada apa kau ini tiba-tiba menerobos masuk kekantor ku dengan wajah kesal begitu", tanya Aaron tanpa menghentikan pekerjaannya.
"Aku bertemu gadis kecil di toko buku beberapa waktu yang lalu. Kami bertikai karena memperebutkan buku yang sama, sampai dia melempar kepala ku dengan buku yang tebal. Wanita bar-bar".
Aaron menghentikan aktivitasnya sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya. "Gadis? Apa dia cantik?", selidik Aaron.
"Cantik apanya pendek begitu, mana bawel lagi. Sangat tidak menarik", balas Rayend tidak berminat.
Aaron membawa tangan nya bersedekap di dada. "Kau yakin?", tanya Aaron sangsi dengan perkataan temannya itu.
__ADS_1
"Aku sangat tahu diri mu teman, kau tidak pernah perduli tentang wanita mana pun. Tapi kenapa kau jadi terpancing begini jika gadis itu tidak berkesan bagi mu", ledek Aaron duduk di hadapan Rayend di sofa.
"Buku apa yang kau beli itu sampai membuat mu rebutan dengan gadis itu?".
"Buku titipan adik ku. Ia sedang ujian makanya meminta tolong pada ku membelikan buku praktikum itu. Huhh...siapa sangka aku malah bertemu gadis tadi. Bahkan kepala dan tengkuk leher ku masih terasa sakit begini", gerutu Rayend kesal.
Aaron tertawa mendengar keluhan temannya. "Hati-hati...jangan terlalu membenci nanti kau malah seperti ku dan Ellena", balas Aaron teringat dengan kejadian mereka dulu. Begitu saling membenci di awal pertemuan. Bahkan Ellena kerap meneteskan air matanya karena ketakutan dengan dirinya yang sering mengancamnya kala itu.
"Tapi kalian pada akhirnya saling mencintai dan bahagia", ujar Rayend.
"Ya. Itulah hal yang paling membahagiakan ku. Memiliki istri seperti Ellena. Aku benar-benar mencintainya, teman. Oh ya bagai mana dengan wanita yang kau cintai itu, bukankah kata mu ia akan wisuda tahun ini dan tujuan mu akan menghadiri wisudanya sambil mengungkapkan perasaan mu Rayend?".
Sontak Aaron menegakkan posisi duduknya.
"What? Apa maksud mu?", ketus Aaron tersentak kaget mendengar pengakuan Rayend di hadapannya. Laki-laki itu menatap tajam Rayend.
__ADS_1
"Calm down. Kau jangan salah paham, kau sangat mengenal ku. Aku bukanlah laki-laki brengsek yang suka merebut milik orang lain apalagi milik temanku sendiri", jawab Rayend menenangkan Aaron yang nampak tidak terima mengetahui bahwa Rayend menyukai Ellena istrinya.
"Kau tahu Aaron aku mengaku menyukai gadis yang sering aku ceritakan pada mu sudah lama, bahkan sebelum kau mengenal Ellena. Dan kau juga sudah mengetahui aku akan mendatangi gadis itu saat ia wisuda. Tapi jujur...saat mengetahui istri mu adalah wanita yang aku sukai, aku sadar bahwa kalian memang berjodoh. Artinya aku harus siap membuang jauh-jauh perasaan yang aku miliki pada Ellena", jawab Rayend dengan serius dan sungguh-sungguh.
"Jadi kau jangan salah paham pada ku. Bagi ku persahabatan lebih penting. Meskipun kita sempat bertikai saat di New York, namun itu meyakinkan aku bahwa kau sangat mencintai Ellena. Aku senang mengetahui Ellena berada ditangan yang tepat. Aku yakin kau bisa membahagiakan dan melindunginya".
Terlihat raut wajah lega Aaron mendengar ucapan Rayend. Ia tahu kesetiaan temannya itu. Semua yang di ucapkan nya benar adanya. Rayend laki-laki baik dan pekerja keras. Ia juga bukan bastard.
"Aku senang mendengarnya. Semoga kau pun segera mendapatkan tautan hati mu di kota ini, teman", ucap Aaron tulus.
"Well...Aku harus pergi sekarang. Aku harus mengantarkan buku yang aku beli tadi pada adikku di kampus nya sekarang. Jangan lupa aku menunggu kedatangan kau dan Ellena di jamuan makan malam nanti", ujar Rayend sambil berdiri dari sofa.
"Kami pasti datang. Oh ya.. Rayend kita sudah lama bersahabat tapi aku tidak tahu kau memiliki adik. Setahu ku kau anak tunggal sama seperti ku".
"Marsha dan Riri, adik tiri ku. Tapi mereka sudah aku anggap adik kandung ku sendiri. Aku menyayangi keduanya", jawab Rayend tersenyum sambil pamit pulang.
__ADS_1
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏