SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-60 VISUAL


__ADS_3



Aaron 33 tahun


Ellena 22 tahun


Rayend 32 tahun


Tiya 20 tahun


*


WARNING :


BAB KONTEN 21++ YANG TIDAK SUKA SILAHKAN SKIP 🙏


*


Ellena mengusapkan body lotion aroma lembut ke tumbuhnya dan memoleskan vitamin bibir. Wanita itu menyisir rambutnya di depan meja hias. Ia dan Aaron telah tiba di mansion mereka beberapa saat yang lalu.


Ceklek..


Aaron membuka pintu kamar mandi. Ia masuk keruang wardrobe dan melihat Ellena sedang memakai lingerie seksi berwarna merah terang. Terlukis senyuman di wajahnya.


"Kau menggoda suami mu, hem?", bisik Aaron sambil memeluk tubuh Ellena. "Harum tubuh mu selalu menggoda ku".


"Sayang, aku belum selesai memakai lingerie ini". Ellena mengangkat wajahnya menatap Aaron yang sudah merapatkan tubuhnya pada tubuh Ellena.


"Tidak usah di selesaikan", bisik Aaron.


Jemari lentik Ellena naik ke dada Aaron dan mengusap lembut dada bidang itu. Jari Ellena menyusuri otot-otot yang tercetak sempurna di tubuh suaminya. Tubuh maskulin yang selalu di rindukannya.


Sentuhan Ellena membuat Aaron memejamkan matanya dan menahan nafasnya. Sesaat kemudian kedua tangannya membingkai wajah istrinya dan menyambar bibir Ellena dengan penuh hasrat.


"Kau membuat tubuh ku panas", ucap Aaron me*umat dengan rakus bibir Ellena yang sudah menunggunya dengan terbuka.

__ADS_1


Jemari tangan kanan Aaron mulai meremas dan menyusuri detail tubuh istrinya. Sementara tangan kirinya mulai menurunkan tali lingerie yang sudah terpasang di bahu putih mulus Ellena. Lingerie tipis itu lolos hingga ke perut Ellena. Membuat dua gundukan kenyal milik Ellena terpampang di hadapannya.


Aaron mengecup pundak Ellena hingga mengecup lembut lehernya. Meninggalkan tanda-tanda merah seperti biasanya jika laki-laki itu sudah di kuasai gairah membuncah dalam tubuhnya.


"Akh sayang..." De*ahan lolos dari mulut Ellena saat merasakan jilatan lembut di area dadanya. Aaron menundukkan kepalanya mengigit dan mengulum bergantian puncak gunung kembar yang berdiri begitu menantangnya. Bergantian meremas bergantian layaknya mainan yang sangat di gemari nya. "Tubuh mu sangat indah sayang, aku sangat menyukai ukuran dada mu", bisik Aaron serak.


"Semuanya milik mu", balas Ellena dengan kilatan mata berkabut gairah.


Dengan menggebu Ellena melepaskan kaos oblong hingga joger pants yang dipakai Aaron. Begitu pun Aaron, ia menaikkan sisa lingerie agar terlepas dari tubuh Ellena.Tubuh Aaron sudah polos tidak ada satu benang pun menempel di sana. Sementara panties berwarna merah masih menutupi inti Ellena.


Tanpa menunggu lagi Aaron mengangkat tubuh istrinya keduanya berciuman mesra. Sementara kaki Ellena melingkar di pinggang Aaron. Kedua tangannya memeluk leher suaminya yang berjalan menuju tempat tidur.


Aaron merebahkan tubuh seksi Ellena di atas tempat tidur berukuran king size dan segera menurunkan panties yang tersisa di tubuh itu.


Aaron mensejajarkan wajahnya dengan wajah Ellena, keduanya berciuman mesra dan saling menuntut. Sementara jemari-jemari lentik Ellena mengusap otot-otot perut Aaron. Jemari itu semakin turun dan menyentuh milik Aaron yang sudah sangat menegang.


"Kau akan merasakan akibatnya jika menggoda ku seperti itu sayang", bisik Aaron sambil menggigit lembut telinga Ellena.


"Aku tidak takut", desis Ellena sambil mengenadahkan kepalanya karena merasakan geli di leher dan dadanya ketika merasakan remasan tangan Aaron di dadanya. Jemari tangan berotot itu mencubit puncak kenikmatan Ellena.


"Akh, kau selalu seperti itu. Ahh..."


Tubuh Ellena semakin mengelijang dan bergetar hebat. Aliran tubuhnya terasa panas. Dengan nafas menderu. "Oh S-ayang...aku tidak tahan lagi". Terdengar racauan Ellena.


"Milik mu sudah sangat basah sayang", bisik Aaron siap melakukan penyatuan tubuhnya pada tubuh Ellena yang sudah sangat pasrah di bawah kungkungan nya.


Tubuh keduanya menyatu. Aaron menggerakkan tubuhnya membuat Ellena men*esah tak henti dan memanggil namanya dengan suara bergetar.


Laki-laki itu terus memompa tubuhnya dengan keras. Sementara Ellena tak henti-hentinya mengerang nikmat. Tangan Ellena mencengkram bahu Aaron saat laki-laki itu bergerak semakin cepat. Hingga ke duanya mendapatkan pelepasan bersamaan.


"Kau selalu membuatku bahagia sayang", bisik Aaron mengusap lembut wajah istrinya. "Semoga kali ini usaha kita membuahkan hasil".


Ellena mengetatkan pelukannya. "Aku juga sangat menginginkannya sayang".


*


Rayend merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya. Laki-laki masih menggunakan pakaian lengkap saat jamuan makan malam tadi yang di adakan nya.

__ADS_1


Rayend memutuskan untuk kembali ke apartemen nya. Iya tidak mau menghabiskan malam di kamar hotel.


Sejenak ia memejamkan matanya. Kemudian mengerjapkan matanya. "Kembali sepi ini melanda ku", ucap Rayend pelan.


"Ting..


"Ting..


"Ting..


Pesan masuk di handphone miliknya. Dengan tidak berminat Rayend mengambil handphone di nakas. Pesan gambar dari asistennya Gerry.


Rayend membukanya. Raut wajah dingin itu terlihat tersenyum. Laki-laki itu mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Melihat satu persatu foto yang sudah di kirim Gerry sesuai Perintahnya beberapa waktu yang lalu.


"Ternyata kau sangat cantik", ucap Rayend tersenyum menatap wajah di layar handphone miliknya.


Merasa kurang puas, Rayend menyambungkan handphone miliknya ke televisi berukuran besar di kamarnya. Melihat satu persatu foto yang sudah di kirimkan Gerry. Terpampang di televisi wajah cantik Tiya yang sedang tertawa di acara yang baru selesai beberapa saat yang lalu.


"Aku benar-benar akan menghukum mu. Aku sudah tidak sabar menunggu weekend gadis kecil..."


...***...


YUK BACA JUGA:



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


__ADS_1


__ADS_2