SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-79


__ADS_3

Tiya dan Rayend lebih memilih sarapan di kamar mereka. Karena Tiya masih merasakan kesakitan saat berjalan. Apalagi Rayend tidak menepati janjinya semalam katanya tidak akan memasukinya. Ternyata janji hanya tinggal janji saja. Di tengah malam saat semua orang tertidur lelap Rayend malah bergerilya menyusuri tubuh Tiya yang telanjang tanpa sehelai benang pun.


Tiya sangat terkejut merasakan ada yang menyentuh tubuhnya, namun ia tersadar orang itu sekarang menjadi suaminya. Mereka pasangan sah, bebas melakukan hubungan suami-istri. Sehingga ia pun membalas sentuhan suaminya.


Sekarang matahari semakin memancarkan sinarnya. Tiya Rayend sudah membersihkan tubuh. Keduanya mandi berendam bersama dan saling mengusap membersihkan tubuh.


Sekarang Tiya dan Rayend sedang menikmati makan Pagi mereka di kamar.


"Kakak mau sarapan apa, pilihannya banyak sekali"ujar Tiya bingung memilih makanan.


"Aku tidak biasa sarapan pagi dengan menu yang berat. Cukup roti atau oatmeal dengan buah segar saja", ucap Rayend memberi tahu istrinya.


"Aku suka dengan pilihan menu kakak, sehat", jawab Tiya sambil mengambil semangkok oatmeal untuk suaminya.


Sementara Tiya lebih memilih omelette spicy.


"Sayang siang ini kita pulang ke apartemen ku", ujar Rayend sambil menyuapkan sesendok oatmeal ke mulutnya.


"Iya. Pakaian ku masih tersusun di dalam koper. Kau ingat bahkan aku tidak memakai pakaian tidur semalam, jadi tidak ada yang harus aku susun lagi. Apa ada pakaian kakak akan di membawa ke apartemen? Aku akan merapikan nya untuk mu", ucap Tiya sambil menyesap cokelat hangat.


"Tidak ada yang perlu di rapikan. Sebentar lagi kita pamit pada keluarga ku", ucap Rayend sambil membawa ibu jari tangannya membersihkan ujung bibir Tiya menempel cokelat minumannya.


"Apa kau masih kesakitan, hm?"


Tiya tersenyum mendengar pertanyaan Rayend. "Iya. Masih sakit sedikit", ucap Tiya hendak berdiri namun di tubuhnya di tarik Rayend sehingga ia terduduk di pangkuannya.


"Kakak mau apa? Apa akan memasukinya ku lagi? Aku masih sakit kak", ucap Tiya melebarkan kedua matanya menatap Rayend.


"Hanya mencium mu saja, yang satu itu nanti malam saja", ucap Rayend tersenyum penuh makna.


Tiya melingkarkan tangannya pada leher suaminya, sementara bibir keduanya menyatu. Tiya membuka mulutnya memberikan izin Rayend menjelajahi hingga dalam. Lidah saling membelit.


"K-kak...


"Hem..?" Rayend menghentikan ciumannya dan mengendurkan pelukannya di pinggang istrinya. Rayend mengira Tiya akan berdiri, ternyata merubah posisi duduknya menghadap Rayend.


Rayend tersenyum melihat istrinya sekarang lebih berinisiatif. Keduanya melanjutkan ciuman mesra. Sementara jemari-jemari kokoh Rayend menyingkapkan dress pendek yang di pakai Tiya.

__ADS_1


Tangan Rayend menyusuri paha putih mulus istrinya. Nafas keduanya semakin menderu, yang tadinya hanya sentuhan ringan saja berganti dengan sentuhan saling menuntut dan ingin saling memuaskan.


"Ah sayang, sepertinya aku tidak bisa menunggu sampai malam kita lakukan sekarang saja", Ucap Rayend mengusap lembut wajah istrinya. Keduanya bertatapan penuh minat.


Tanpa menjawab Tiya membuka kaos yang membalut tubuh Rayend, mendapatkan respon seperti itu tentu saja Rayend tahu maksud istrinya itu. Ia juga menginginkan percintaan.


Jemari Rayend membuka dress yang di pakai Tiya selanjutnya membuka bra dan panties. Begitupun Tiya melucuti semua kain yang ada di tubuh suaminya hingga keduannya terlanjang. Rayend dan Tiya melakukannya dalam posisi duduk.


Percintaan panas pun tak terelakkan pagi itu. Seakan tak ada bosannya pasangan pengantin baru itu mereguk kenikmatan bercinta.


"Akh...kak". De*ah Tiya saat merasakan milik suaminya menghentakkan dari bawah. Permainan menguras tenaga itu cukup lama berlangsung hingga keduanya mendapatkan pelepasan dan berpelukan mesra.


*


Waktu terus bergulir...Malam telah tiba.


Rayend dan Tiya melangkah bersama masuk kedalam rumah ibu Tiya. Di depan rumah sudah ada mobil Aaron Ellena yang telah sampai lebih duluan.


Sore tadi Ellena menghubungi Tiya. Adik kakak itu janjian bertemu di rumah mereka.


Sementara Ellena dan bi Yana menyiapkan makanan di meja makan. Malam ini keluarga itu akan makan malam bersama.


"Kakak apa yang kakak kerjanya sebaiknya kakak duduk, biar aku yang mengerjakannya. Kakak sedang hamil", ucap Tiya sambil piring di tangan Ellena.


Ellena tersenyum mendengarnya. "Kakak tidak apa-apa dek, keponakan mu tidak menyusahkan kok", ucap Ellena tersenyum.


Beberapa menit kemudian, semuanya menikmati santap malam bersama.


Aryati tersenyum bahagia melihat Ellena dan Tiya sudah menikah semua, bahkan sebentar lagi anggota keluarga mereka akan bertambah.


Setelah santap malam, mereka berbincang-bincang di ruang keluarga. "Ayah kalian pasti sangat bahagia melihat putri-putrinya sudah memiliki suami. Sebentar lagi keluarga ini akan bertambah dengan kehadiran cucu-cucu kami", ucap Aryati tersenyum bahagia.


Tiya menatap ibunya, "cucu-cucu?".


"Kakak hamil kembar dek", ucap Ellena tersenyum memberi tahu Tiya yang kaget mendengarnya.


"Hah benarkah itu kak, wah selamat kak. Aku sangat senang mendengarnya ucap Tiya antusias. Ia memeluk tubuh Ellena.

__ADS_1


"Apa benar kau akan memiliki anak kembar?", tanya Rayend pada Aaron.


"Ya seperti yang kau dengar. Dokter memastikan istri ku hamil kembar. Aku sangat senang mendapatkan berita baik ini teman. Rasanya aku adalah laki-laki paling bahagia di dunia ini", ucap Aaron tersenyum.


"Selamat untuk kalian berdua. Doakan aku dan istriku segera menyusul kau dan Ellena juga memiliki anak", ujar Rayend.


"Pasti", jawab Aaron menepuk pundak sahabat nya itu.


"Ibu berharap nak Aaron dan nak Rayend membimbing Ellena dan Tiya dengan baik", ucap Aryati pada kedua menantunya. "Ellena dan Tiya kalian harus patuh pada suami mu".


"Ibu sangat senang anak-anak ibu mendapatkan suami yang bertanggung jawab dan mencintai mereka apa adanya", ucap Aryati sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes ingat perjuangannya mereka setelah di tinggal suaminya.


Ellena dan Tiya memeluk erat tubuh wanita yang sudah tergerus usia itu. "Aku dan Tiya akan selalu mengingat nasehat ibu. Sekarang izinkan kami membahagiakan ibu", ucap Ellena.


"Ibu sudah tua nak, ibu tidak membutuhkan apa-apa lagi. Ibu hanya ingin melihat kalian bahagia. Semoga ibu di berikan umur yang panjang agar bisa melihat cucu-cucu kelak tumbuh sehat hingga dewasa".


Ketiganya berpelukan erat saling menyayangi. Sementara Aaron dan Rayend tersenyum. Tentu saja mereka sangat mencintai putri putri Aryati. Aaron dan Rayend bersyukur mendapatkan istri Ellena dan Tiya. Baik dan cantik. Terlahir dari keluarga sederhana tetapi dibekali kepintaran dan bisa menempatkan diri mereka di manapun berada.


*


Malam ini Ellena memutuskan tidur di rumah ibunya, sementara Tiya pulang bersama suaminya. Aryati mengerti karena mereka baru saja menikah.


Ellena menyandarkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Sementara Aaron tidur terlentang sambil mengusap lembut punggung istrinya itu. "Sayang, aku sangat senang mengetahui kau hamil kembar. Tenyata ini lah buah kesabaran kita dengan usaha selama ini, di rahim mu tumbuh anak-anak ku".


Ellena tersenyum. "Aku mencintaimu sayang", ucapnya pelan.


Aaron mengangkat dagu Ellena agar menatapnya. "Aku juga mencintaimu Ell, sangat mencintaimu... sepenuh hatiku", jawab Aaron sambil me*umat bibir ranum Ellena. Keduanya berpelukan mesra menyongsong hari esok yang lebih cerah.


...THE END...


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SHE. CERITA INI LAMA HIATUS JADI SUSAH SEKALI MENINGKATKAN LEVEL DAN VIEWER NYA. MAAF YA NGGAK BISA DI LANJUTKAN DENGAN EPISODE PANJANG 🙏


YUK BACA NOVEL BARU EMILY "BRIDESMAIDS". DI JAMIN SERU 🙏



__ADS_1


__ADS_2