
Ellena mengerjapkan kedua matanya karena sinar matahari yang memancar hingga menerobos masuk melalui cela jendela kaca di kamar mewah itu.
Sesaat Ellena terdiam dengan tubuh terlentang sambil menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Ia baru menyadari terlelap di tempat tidur. Ellena ingat betul semalam ia lebih memilih tidur di sofa.
"Aaron memindahkan aku ke sini, ternyata tubuh ku benar-benar lelah hingga tidak menyadari keadaan sekitar semalam", ucap Ellena pelan.
"Syukur lah tidak ada Aaron sekarang, lebih baik aku mandi dan bersiap-siap kebandara", ucap Ellena bangkit dari tempat tidur.
"Tok
"Tok
"Tok
Terdengar ketukan dari pintu, Ellena mengalihkan pandangannya. "Masuk!"
Terlihat Sri, pelayan apartemen yang Ellena perhatian selama ia berada di sana selalu datang pagi dan pulang setelah menyiapkan makan malamnya bersama Aaron membuka handle pintu.
__ADS_1
"Selamat pagi nyonya, tuan Aaron meminta saya mengantarkan sarapan untuk nyonya", ujar Sri dengan hormat sambil menaruh nampan berisi makanan dan minuman untuk Ellena ke atas meja sofa.
"Terimakasih", ucap Ellena singkat. Matanya melihat selembar kertas dan setangkai mawar merah di atas nampan.
"Apakah suami ku ada di luar?".
"Tidak nyonya, pagi-pagi sekali tuan Aaron pergi.Tuan hanya meminta saya mengantarkan sarapan nyonya kekamar tapi tidak boleh membangunkan nyonya", jawab Sri tersenyum.
Ellena tersenyum getir.
"Baik nyonya, sekarang saya permisi".
Setelah pelayan itu keluar kamar Ellena mengambil kertas di atas nampan dan membacanya. Tulisan tangan suaminya.
*Selamat pagi sayang, aku ada urusan sekarang. Aku pastikan akan tiba tepat waktu sebelum keberangkatan mu. Aku mencintaimu. A*
Ellena melipat kembali kertas itu dan menaruh di dalam tasnya begitupun dengan setangkai bunga mawar merah sesaat Ellena menciumnya dan menaruh di dalam tasnya. Entah apa maksudnya yang pasti perasaan Ellena berkecamuk tak menentu, ia merasakan tidak akan pernah lagi bertemu dengan suaminya itu.
__ADS_1
Ellena masuk ke kamar mandi.
*
"Sayang... akhirnya kau menemui ku juga. Aku sangat merindukanmu sayang. Maafkan aku karena meninggalkan mu beberapa tahun yang lalu", ucap wanita cantik yang masih memakai baju tidur tipis menghambur kepelukan Aaron yang baru saja tiba di apartemen mewah Davina. Ya Aaron memang setelah memikirkan perkataan istrinya Ellena semalam memutuskan untuk menemui Davina. Wanita yang sangat di cintainya di masa lalu.
Dengan menghilang kan egonya, pagi-pagi sekali Aaron menghubungi Rayend menanyakan tempat tinggal Davina dan Rayend mengatakan wanita itu masih tinggal di apartemen miliknya yang dulu sering di datangi Aaron. Bukan apa, setelah Davina tiba-tiba menghilang beberapa tahun yang lalu tidak ada kabar berita membuat Aaron seperti orang gila mencari informasi tentang gadis itu. Tiba-tiba keluarga Davina pun menghilang bak di telan bumi. Bahkan di apartemen yang sekarang ia datangi tidak ada siapa pun kala itu.
Setelah setahun Davina menghilang, Aaron berusaha menata kembali hidupnya. Sulit dan berat di rasakannya saat itu. Hingga tiga tahun yang lalu ia memutuskan menetap di Jakarta. Dan menjadikan Aaron laki-laki yang gila bekerja, membangun perusahaan miliknya menjadi maju pesat seperti saat ini.
Dengan wajah dingin dan tak ada senyuman sama sekali di wajahnya, Aaron memegang kedua bahu Davina agar melepaskan pelukannya dari tubuh Aaron.
Davina menatap wajah laki-laki yang masih sangat di cintainya hingga kini.
"Kita harus bicara Davina..."
...***...
__ADS_1