
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
Di Apartemen...
Tak perlu waktu yang lama sampai di apartemen, karena jarak antara tempat mereka dinner dan apartemen cukup dekat sama-sama ditengah kota.
Tak sabar untuk melanjutkan permainan mereka Aaron buru-buru turun mobil sambil memeluk mesra pinggang istrinya.
Kemudian menuju lift khusus dan menekan angka empat puluh. Didalam lift hanya mereka berdua, Aaron tidak menyia-nyiakannya ia melancarkan ciuman-ciuman panas pada Ellena.
Saat bunyi lift akan terbuka mereka menghentikan aktifitas.
Setelah kosong, melanjutkan lagi. Pun Ellena ia membalas semua sentuhan Aaron.
Akhirnya sampai juga kelantai empat puluh.
Aaron tidak melepaskan pelukannya, didepan unit apartemen ia menekan tombol kode.
Tak lama pintu terbuka, Aaron langsung menarik tangan Ellena kedalam dan mencium bibirnya.
Tangannya menangkup wajah Ellena, dengan nafas menggebu lidahnya menjelajah dalam mulut Ellena.
Tangannya membuka resleting dress Ellena, yang langsung merosot kelantai.Teronggok di antara kaki.
Ellena tak mau kalah ia membalas serangan-serangan Aaron. Tanpa menghentikan ciumannya, jemari lentik Ellena membuka jas dan kancing kemeja suaminya.
Aaron tidak mau kalah ia membuka pengait bra Ellena, setelah terlepas dengan leluasa tangannya meremas kedua dada yang sudah mengeras itu.
__ADS_1
"Aahh", Ellena mendesis nikmat kalah Aaron memainkan puncaknya.
Ia mulai melepaskan sabuk dan celana panjang Aaron . Kemudian memegang organ intim suaminya yang sudah mengeras, tanpa ragu dipegangnya dan dimainkannya dengan mengusapnya dengan lembut.
Mereka terus berpangutan semakin dalam.
Aaron bergerak kearah sofa diikuti Ellena, sambil berciuman dengan buas. Akhirnya Ellena direbahkan di atas sofa dan langsung ditindih Aaron.
Ciuman Aaron semakin turun ke dada Ellena, mulutnya mengulum, menggigit lembut dada berukuran besar itu. Jemari silih berganti meremas.
Kemudian Aaron melepaskan panties Ellena, hingga terlihat tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Tangan Aaron terus menyusuri setiap jengkal tubuh Ellena, hingga jari nya bermain di inti Ellena. Aaron memainkan tangannya di area lembab dan basah pusat tubuh Ellena, membuat Ellena menjerit dengan menggeliatkan tubuhnya.
"Sayang, Aakh", Ellena menjerit sambil menekan kepala Aaron.
Sampai akhirnya ia menjerit panjang.
Bagian bawahnya berkedut-kedut dan basah mengalami pelepasan.
Aaron kembali mencium bibir dan leher Ellena. Ellena mendorong tubuh suaminya itu hingga ia berada di atas tubuh Aaron.
Aaron menghentakkan miliknya dari bawah membuat Ellena menjerit dan mengeluarkan suara lenguhan.
Ellena tak mau kalah ia menggerakkan pinggulnya semakin cepat, membuat Aaron mengerang nikmat sambil tangannya meremas kedua dada Ellena.
Bergantian memimpin pertarungan malam itu, hingga akhirnya sama-sama terkulai lemah dengan nafas tersengal-sengal dan menderu.
__ADS_1
Entah berapa kali mereka mengulang permainan malam itu . Yang pasti sampai terkulai lemas di atas sofa apartemen dengan tubuh masih telanjang mereka berpelukan.
Tengah malam Aaron terjaga. Ia mengangkat tubuh istrinya kekamar, merebahkannya di pembaringan, dan menyelimuti nya.
Aaron menatap lekat wajah istrinya, "kau begitu cantik Ellena. Bahkan tidak butuh waktu yang lama membuat perasaan ku seutuhnya untuk mu. Tetaplah di samping ku walaupun di depan kita suatu hari nanti ada rintangan. Aku mencintaimu", ucap Aaron mengelus wajahnya.
"Sayang.. aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku", bisiknya sambil mencium kening Ellena .
Kemudian melanjutkan tidur dengan pulas sambil mendekap erat tubuh Ellena.
...***...
KARYA EMILY LAINNYA :
FIRST LOVE LAST LOVE
MENJADI YANG KEDUA
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MARRIAGE AGREEMENT
__ADS_1