SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-23


__ADS_3

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


Pagi telah menyingsing...


Ellena mengerjapkan matanya, ia masih dalam pelukan hangat suaminya.


Selimut putih menutupi tubuh mereka setelah bercinta semalaman di sofa.


Sekarang mereka dikamar, "Aaron sudah memindahkan ku", pikir Ellena.


Ia beranjak pelan-pelan supaya tidak membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas.


Ellena masuk kekamar mandi, menguyur rambut dan seluruh tubuhnya hingga bersih.


Ia keluar hanya menggunakan bathrobe dan melilitkan handuk di rambutnya yang basah. Ellena mencari-cari pakaiannya dan ia baru ingat bajunya pasti masih di sofa di luar.


Ia melangkahkan kakinya pelan dan membuka pintu kamar, takut membangunkan Aaron yang tampak masih kelelahan.


Dengan bathrobe dan handuk masih melilit di rambutnya yang basah.


Ellena memakai kemeja suaminya dan memunguti pakaian yang berserakan dilantai, mengingat permainan panas mereka semalam membuat Ellena malu sendiri, bagaimana ia begitu erotis semalam bahkan ia yang memulainya. Tubuh suaminya benar-benar membuatnya ketagihan tiap saat.


Arghh..


Ellena ke pantry, ia melihat ada roti tawar dan berbagai macam selai. Ia terpikir untuk membuat roti bakar dan coklat panas. untuk sarapannya bersama Aaron.


Roti bakar dan coklat panas, ia tata di portabel kemudian dibawahnya kekamar.


Diletakkannya di meja minimalis dekat jendela .


Ellena membuka gorden, membiarkan sinar matahari pagi menerobos masuk lewat celah jendela kaca.


Aaron mengerjapkan matanya, karena sinar matahari terasa begitu menyilaukan.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? ayo kemari", ujarnya .


"Kau udah bangun? ayo bersihkan badanmu aku sudah bikin sarapan nih, perutku sudah lapar", ujar Ellena sambil mengelus perutnya.


"Hari ini weekend sayang, ayo kita tidur lagi", ucap Aaron malas-malasan.


"Buruan Yang! aku makan sendiri saja kalau kamu tidur lagi", seru Ellena sambil menarik tangan Aaron. Ia tahu tidak akan mampu menarik tubuh atletis suaminya itu yang ada Ellena lah akan dengan mudah ditarik Aaron.


"Oke, aku bangun dan mandi sekarang", ucap Aaron sambil duduk dan merenggangkan tubuh.


Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, Ia langsung turun menuju kamar mandi.


Ellena hanya bisa memandang suaminya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap punggung lebar suaminya itu.


Ellena merapikan tempat tidur yang berantakan kemudian menuju ruang ganti yang ada dikamar itu menyiapkan pakaian Aaron.


Beberapa saat kemudian..

__ADS_1


Aaron keluar kamar mandi hanya menggunakan bathrobe putih.


Wajah tampak segar dengan rambut basah, tampak air masih menetes dari keningnya.


Ia menghampiri Ellena yang sudah duduk di kursi. Di atas meja tertata roti bakar dan coklat hangat.


Dari lantai empat puluh apartemen Aaron tampak suasana ibu kota di pagi hari belum ada kemacetan, malah jalanan tampak lengang.


"Apakah bi Sumi tidak tinggal disini?", Tanya Ellena sambil menyeruput minumannya.


"Bi Sumi hanya sesekali saja datang kemari. Aku suka apartemen ini karena dekat dengan kantor ku", jawab Aaron.


"Apakah kau ingat malam itu, aku benar-benar kuatir dengan keadaan mu sayang. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu, hem?", tanya Aaron.


"Waktu itu aku keluar dari kantor bersama Ayu teman ku sesama office girl. Karena arah pulang kami berbeda jadi aku sendirian menuju halte. Hari itu tiba-tiba hujan deras aku tak sengaja menabrak salah satu dari mereka. Awalnya mereka tidak menunjukkan tingkah aneh, tapi karena kemeja ku basah salah satu dari mereka sepertinya sudah berpikiran kotor untuk menjamah tubuh ku. Akhirnya yang dua lagi ikut-ikutan menggangguku ", jawab Ellena bergidik mengingat semua nya.


"Aku berterimakasih kepada pahlawan ku malam itu", ucap Ellena tersenyum mesra sambil menggenggam tangan suaminya.


Mendengar perkataan Ellena Aaron tersenyum.


"Tapi kelihatannya kau tidak menyukai pertolongan ku malam itu, apakah kau berharap orang lain yang menolong mu bukan aku?", tanya Aaron menyelidik.


Mendengar perkataan Aaron, membuat Ellena berdiri dan duduk dipangkuan Aaron. "Aku sangat bersyukur yang menolongku adalah kau sayang", jawab Ellena sambil mencium pipi Aaron.


"Really?", jawab Aaron meragukan perkataan istrinya.


Mendengar jawaban Aaron yang masih meragukan perkataannya, membuat Ellena ingin membuktikannya.


Wangi maskulin di rambut dan kulit suaminya membuat Ellena tidak mau melepaskan ciumannya.


Aaron menikmati sentuhan yang diberikan wanitanya pagi itu, bahkan tubuhnya kembali panas. Dibalik bathrobe yang melekat ditubuhnya ia tidak memakai apa-apa, membuat miliknya dengan leluasa bangun. Ellena merasakan itu, dengan spontanitas ia memegang dan memainkannya dengan tangannya.


"Aah.." Aaron mengerang nikmat. Ellena menarik tali bathrobe Aaron.


Kursi tempat duduk mereka menjadi saksi pergumulan erotis di pagi itu. Dengan posisi Ellena di atas membuatnya leluasa bergerak menguasai permainan. Rintihan dan lengkingan terdengar di sana. Aaron memegang pinggang ramping ellena yang terus menggerakkan pinggulnya .


Aaron senang Istrinya sekarang selalu berinisiatif memulai, tanpa di minta.


Ia membalas setiap sentuhan yang diberikan Ellena. Dan pada akhirnya mereka sama-sama merasakan kenikmatan.


*


Mobil Aaron memasuki pekarangan mansion. Ia dan Ellena memutuskan kembali ke rumah.


Setelah meminta bi Sumi datang ke apartemen membersihkan unit tersebut, Aaron dan Ellena pulang menuju rumah.


Seperti biasa, terlihat tukang kebun menata tanaman, para keamanan sudah standby di pos penjagaan.


Aaron memarkirkan mobilnya dan hendak turun, terdengar dengan jelas suara perempuan muda memanggil namanya


"Kak Aaron....

__ADS_1


Ternyata pemilik suara manja itu seorang gadis belia berwajah yang sangat cantik dan seksi. Mungkin usianya sama seperti Ellena.


Dari dalam mobil Ellena tertegun melihat gadis itu berlari berhamburan memeluk tubuh suaminya, yang membuat Aaron kaget tak bergeming.


Ellena keluar dari mobil, dengan wajah masih tertegun.


"Alyssa, what are you doing in my house ? "


Aaron sepertinya tidak menyukai kehadiran gadis itu dirumahnya.


"Tante yang membawa Alyssa", suara perempuan paruh baya dengan Style mentereng berdiri dibelakang Alyssa.


Matanya menatap tajam kebelakang Aaron, menatap tajam Ellena dari atas sampai bawah.


Senyum perempuan itu tampak sinis sekali, membuat jantung Ellena berdegup kencang.


"Siapa dia?" tanya nya ketus tetap menatap tajam tidak suka.


Alyssa yang masih memeluk erat Aaron akhirnya menatap kearah Ellena juga, dengan tatapan menyelidik.


Aaron yang baru menyadari bahwa Ellena sudah turun dari mobil, dengan lembut memanggilnya,


"Kemari sayang...perkenalkan ini sepupu ku Alyssa dan itu mamanya tante Carolline.


Mendengar perkataan Aaron membuat Ellena lega, dengan hormat ia menjulurkan tangannya pada Carolline, tetapi perempuan itu tidak menggubris nya sama sekali.


Alyssa yang melihatnya tersenyum sinis mengejek Ellena.


Aaron yang melihat semuanya, melepaskan pelukan Alyssa dan memeluk pinggang istrinya, "Kemari sayang", ujarnya lembut.


Membuat Alyssa dan Carolline saling pandang, tidak terima.


"Ini Ellena, istri ku. Aku minta kalian menghormati nya!", perintah Aaron dengan suara tegas.


Ia mengajak istrinya masuk kedalam tanpa memperdulikan dua perempuan yang tampak masih tidak terima diperlakukan seperti itu.


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MARRIAGE AGREEMENT

__ADS_1



__ADS_2