SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-40


__ADS_3

"Ini tentang Davina..


Mendengar nama itu, tidak ada sahutan dari Aaron. Hanya tatapan tajam matanya saja yang menjawab ucapan Rayend.


"Aku akan menjelaskan semuanya pada mu sekarang".


"Tiga tahun yang lalu aku tahu Davina sakit. Jantung nya bermasalah dan harus melakukan cangkok jantung. Aku tidak sengaja melihat nya di salah satu rumah sakit. Saat itu Davina sudah berada di atas ranjang yang di dorong petugas yang akan membawa nya ke ruang operasi".


"Aku mencari tahu semua tentangnya dan riwayat kesehatan nya. Hingga aku mendapatkan informasi itu. Keesokan harinya aku menemui nya di kamarnya. Dan Davina menceritakan semuanya, keadaan kesehatannya juga kenapa ia meninggalkan mu tanpa pesan sedikit pun beberapa tahun sebelumnya".


"Davina hampir kehilangan nyawanya karena jantung bawaan yang di deritanya. Orang tuanya melakukan cangkok jantung untuk Davina untuk menggantikan jantung yang sakit dengan jantung donor yang sehat untuk memperpanjang hidupnya yang menderita gagal jantung. Tentu saja kau lebih tahu kondisinya di bandingkan aku".


"Saat melihat ku, Davina dan keluarganya meminta ku untuk merahasiakannya dari mu Aaron".


"Dan aku menyimpan rahasia ini hingga sekarang aku katakan kebenarannya. Kemarin Davina menemui ku menceritakan pertemuan kalian", ucap Rayend menatap temannya yang diam tak bergeming.


Aaron tak bergeming, jemari tangannya mengusap dagunya yang sudah di tumbuhi rambut-rambut halus.


Sesaat kemudian..


"Kau tahu dengan pasti Rayend aku tidak mau berteman dengan orang yang membohongi ku. Kau tahu dengan pasti bagaimana hancurnya perasaan ku saat tidak ada kabar kekasih ku Davina saat itu. Bahkan aku meminta orang mencari keberadaan nya namun hasilnya tetap nihil".


"Dan kau mengetahui rahasia itu tiga tahun yang lalu? Bukan waktu yang singkat Rayend. Tiga tahun".

__ADS_1


"Bahkan tiga tahun yang lalu aku masih tinggal di New York. Kita masih dekat. Kau tahu dengan pasti bagaimana perasaan ku tiga tahun yang lalu. Hancur. Hingga aku memutuskan menetap di Jakarta untuk melupakan semuanya. Menata hidup ku yang sudah hancur berkeping-keping".


"Kau sangat tega kepada ku Rayend. Membodohi ku selama ini. Andai saja kau menceritakan semuanya pada ku saat kau mengetahui semuanya, hidupku tidak akan sakit dan hancur".


Aaron menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya. "Davina..", lirihnya dengan mendalam.


"Kau sudah bahagia berama Ellena, Aaron. Ellena lah istri mu sekarang", ucap Rayend menyadarkan temannya itu.


"Tutup mulut mu. Kau tidak berhak mengaturku. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika kau berterus terang pada ku, brengsek. Dan pertemuan kembali dengan Davina benar-benar mempengaruhi diri ku. Isi kepala ku hanya wajah sendu nya saat melihat ku kemarin".


"Ternyata perasaan ku masih begitu dalam padanya. Aku masih teramat sangat mencintainya. Aku masih memiliki perasaan itu pada Davina", ucap Aaron dengan suara lantang. Tanpa ia sadari bahwa Ellena mendengar semuanya dengan jelas.


Beberapa menit yang lalu Ellena sampai di perusahaan suaminya. Tidak terlihat siapa pun di meja luar ruangan suaminya membuat Ellena langsung menuju ruang Aaron. Perlahan Ellena membuka handle pintu, segera di urungkan niatnya untuk masuk setelah mendengar Aaron sedang berbicara dengan suara sedikit keras. Ellena tahu teman bicara Aaron adalah Rayend. Ellena berdiri tepat di depan pintu yang sudah terbuka sedikit.


Dengan jelas Ellena mendengar pengakuan Aaron bahwa ia masih memiliki perasaan yang mendalam untuk Davina dan dengan jelas Aaron mengakui masih sangat mencintai wanita itu.


Tiba-tiba buliran-buliran bening menyentuh wajahnya tanpa bisa Ellena cegah. Walaupun sekuat tenaga ia tahan. Dengan terisak Ellena menjauh dari pintu. Tidak tahu harus apa. Yang ada di pikirannya lari sejauh mungkin.


Sambil menundukkan kepalanya Ellena berlari menuju lift khusus. Bahkan sapaan sekertaris Aaron yang menyapanya tidak di jawabnya. Dengan langkah cepat Ellena masuk ke dalam lift hingga pintu lift tertutup rapat, air mata Ellena benar-benar tumpah.


Begitu pintu lift terbuka Ellena lari ke luar perusahaan. Dan melangkahkan kakinya berjalan menjauhi kantor suaminya. Yang ada di pikirannya hanya pergi menjauh.


Langkah kaki Ellena berhenti di sebuah taman yang tidak begitu jauh dari perusahaan Aaron. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi besi yang berada tepat di pinggir danau yang tenang. Ellena menghirup oksigen, menenangkan perasaannya.

__ADS_1


Ellena terlihat sangat kacau. Perlahan tangannya mengusap air mata yang membasahi wajahnya.


"Aku benar-benar bodoh membawa perasaan di pernikahan ini. Seharusnya aku tahu, pernikahan ini hanya semu bukan yang sesungguhnya. Aaron tidak benar-benar mencintai ku", ucap Ellena berlinang air mata.


"Bagaimana cara nya aku pulang ke Jakarta sekarang. Aku ingin pergi menjauh dari Aaron. Ia tidak mencintai ku seperti yang sering di ucapkannya. Ternyata semua itu palsu", batin Ellena menangis sejadi-jadinya.


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1


AIR MATA SCARLETT



__ADS_2