SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-30


__ADS_3

Setelah terbang sangat lama dua puluh satu jam lebih, akhirnya pesawat pribadi yang membawa pemiliknya dan istrinya mendarat sempurna di Bandara Internasional John F. Kennedy New York.


Ellena merasakan kepalanya pusing. Saat pesawat sudah berhenti di apron bandara Ellena mencengkram kuat pergelangan tangan Aaron. "Kepalaku pusing", ucapnya lirih.


"Kau mengalami jetlag, El. Sandarkan kepala mu dan pejamkan mata. Biasanya pusing akibat terbang jauh bisa hilang", ucap Aaron memijat kening Ellena pelan.


Ellena menurut perkataan suaminya.


Beberapa saat kemudian sakit kepala Ellena memang reda. Aaron langsung mengajaknya menuju ke mobil yang sudah menjemput mereka. Saat di mobil, Aaron membawa Ellena ke pelukannya. Ia tahu istrinya masih mengalami jetlag karena perubahan zona waktu yang dirasakannya.


Setelah berkendara sekitar empat puluh menit mobil mewah yang di kendarai sopir berhenti di private car milik Aaron. Ellena melebarkan matanya melihat beberapa mobil terparkir di sana.


"Ayo, ke unit ku. Kau harus istirahat agar sakit kepala mu sembuh", ucap Aaron sambil memeluk pinggang Ellena.


Ellena menganggukkan kepalanya. "Iya..


Tiba di depan pintu megah, Aaron menekan tombol password. Saat pintu terbuka, terpampang di depan mata Ellena ruangan unit yang luas dengan furniture minimalis yang dinominasikan dengan warna hitam dan abu-abu. Menunjukkan sang pemilik sangat manly.


"Ayo aku antar kekamar kita, sekarang sudah sore menjelang senja sebaiknya kau berendam dan istirahat. Besok saja kita mengunjungi orang tua ku".


"Iya", jawab Ellena pelan.


Aaron membuka pintu kamar, lagi-lagi harus dengan password. Ketika pintu terbuka Ellena langsung mencium harum musk Aaron menyeruak dari kamar. Wangi yang begitu disukai Ellena.


"Di sana kamar mandi. Di depannya walk in closet yang terdapat wardrobe milik ku dan milik mu", ucap Aaron menjelaskan dengan rinci keadaan kamar tidur yang akan ditiduri mereka selama berada di New York

__ADS_1


Sementara Ellena mandi, Aaron merebahkan tubuhnya ditempat tidur berukuran king size dengan tangan bertautan di belakang kepalanya. "Penerbangan jauh cukup melelahkan", gumam Aaron.


Tok tokk tokk


Aaron bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu kamar. Terlihat pelayan membawa makan malam mereka. Aaron menyuruh pelayan meletakkan bad tray di atas tempat tidur.


Tak lama berselang Ellena keluar kamar mandi masih menggunakan bathrobe berwarna putih menutupi tubuhnya. Ellena menghampiri Aaron di kamar yang terlihat memejamkan matanya, Sementara di sebelahnya terlihat bad tray berisi makanan dan minuman.


Ellena naik ketempat tidur. Dan menyandarkan punggungnya pada ujung ranjang. Kepalanya masih sedikit pusing.


Aaron menyadari istrinya sudah ada disampingnya. Ia membuka matanya. "Aku sudah meminta pelayan menyiapkan makan malam kita. Makanlah kemudian istirahat lah", ucap Aaron sambil memiringkan tubuhnya menghadap Ellena yang terlihat pucat.


"Apa sakit kepala mu belum redah juga?".


Aaron mendudukkan tubuhnya. "Ayo kita makan kemudian kau istirahat. Penerbangan jauh memang melelahkan apalagi untukmu ini penerbangan pertama, itulah kau mengalami jetlag. Minumlah teh Chamomille akan membuat mu semakin baik".


"Iya", ucap Ellena pelan membuka matanya dan mengambil gelas yang berisi teh Chamomille harumnya benar-benar menyegarkan. Ellena menyeruput teh hangat itu. Seketika tenggorokannya terasa lega, ternyata didalam teh ada daun mint juga.


"Teh ini begitu nikmat", ucap Ellena kembali meminumnya.


"Teh Chamomille akan membantu tubuh mu pulih setelah lelah. Juga membantu kualitas tidur", jawab Aaron sambil mengelap ujung bibirnya setelah selesai makan.


"Malam ini kita tidak kemana-mana, besok baru aku akan mengajak mu menemui mama dan papa ku", ucap Aaron.


"Iya sayang"

__ADS_1


"Sekarang aku membersihkan tubuh ku dulu. Tubuh ku juga terasa sangat lelah. Karena kau membuatnya bekerja keras saat terbang", bisik Aaron ditelinga Ellena. Aaron sengaja menggoda istrinya itu, mengingatkan nya apa yang terjadi di penerbangan beberapa saat yang lalu. Tiga kali bercinta membuat Ellena tidak menjerit ketakutan, tetapi menjerit-jerit karena nikmat yang dirasakannya saat bercinta dengan suaminya.


Mendengar perkataan Aaron membuat wajah Ellena merona dan tubuhnya bergidik. "Berhentilah meledekku!".


"Aku tidak keberatan kalau kau ketakutan malam ini. Aku akan membuat mu semakin tenang", seloroh Aaron tertawa nyengir.


"Aaron... berhentilah menggodaku. Ucapan mu semakin membuat kepalaku sakit", seru Ellena sambil melemparkan bantal kearah tubuh suaminya. Namun Aaron berhasil mengelak di balas tawa keras laki-laki itu sambil masuk kekamar mandi.


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MARRIAGE AGREEMENT


__ADS_1


__ADS_2