SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-65


__ADS_3

"Tiya ada apa? Apa ada yang salah dengan makanan ini?"


"U-dang.."


"Kau alergi udang Tiya?", tanya Rayend. Bahkan wajah gadis itu memerah. Tiya yang menggunakan dress tanpa lengan itu terlihat lengannya sudah memerah semua.


Rayend segera memanggil pelayan dan menanyakan komposisi hidangan. Ternyata memang benar topping pizza yang di santap Tiya terdiri dari tuna dan udang yang di potong kecil sehingga tak nampak lagi bentuk asli udangnya.


"Shitt...", umpat Rayend. Tanpa pikir panjang ia mengangkat tubuh Tiya ke mobil. Sementara semua hidangan sudah di bayar Gerry saat melakukan reservasi.


Terlihat nafas Tiya menderu dengan cepat. Sedangkan Rayend melepaskan coat nya dan di pakaiannya pada tubuh Tiya yang semakin terlihat tidak baik. Tanpa pikir panjang Rayend melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Laki-laki itu menekan pijakan gas hingga dalam.


"Tetap buka mata mu...Sayang", ucap Rayend sambil menolehkan kepalanya pada Tiya yang terlihat sesak nafas. Gadis itu memejamkan matanya dan menekan dadanya. Bahkan ia tidak menyadari ucapan Rayend barusan memanggil nya sayang.


Rayend terlihat begitu panik melihat Tiya jadi begitu lemah. Ketika mobil berhenti Rayend langsung membopong tubuh Tiya ke ruang UGD sebuah rumah sakit terdekat.


Rayend menjelaskan pada dokter jaga apa yang terjadi pada Tiya. Dengan cekatan dokter segera menangani pasien. Sementara Rayend menunggu di luar dengan cemas.


"Apa yang terjadi pada Tiya. Tadi semuanya baik-baik saja, tiba-tiba Tiya batuk-batuk seperti itu. Aku benar-benar kuatir padanya", gumam Rayend sambil memijat pelipisnya.

__ADS_1


*


"Pasien mengalami alergi akut seperti yang tuan duga. Saat ini pasien sudah diberikan obat pereda alergi dan tidur. Tidak perlu kuatir, karena pasien segera di tangani dengan cepat tidak sampai membuat pasien sesak nafas dan demam".


"Batuk dan terlihat sesak akibat dari alergi itu sendiri, tubuhnya langsung bereaksi seperti itu karena makanan yang di makannya. Pasien tidak mengalami muntah-muntah jadi bisa pulang jika sudah bangun nanti", ucap dokter menjelaskan dengan terperinci.


"Huhhh..."


Rayend lega mendengarnya. Ia langsung melihat Tiya yang masih terpejam. Merah-merah di wajahnya pun berangsur hilang. Rayend tersenyum melihat gadis itu tertidur pulas. Tak henti tangan Rayend mengusap kening Tiya.


Seakan merasakan ada yang menyentuhnya, tubuh Tiya meresponnya. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia terlonjak melihat Rayend bersamanya. "K-kak..


"Kau membuat ku sangat cemas. Bagaimana keadaan mu, apa yang kau rasakan. Apakah tubuh mu merasakan sakit?".


Rayend tersenyum. Ia senang melihat Tiya baik-baik saja.


"Apa kau bisa jalan? Atau aku harus mengendong mu lagi?", tanya Rayend serius.


"Aku tidak apa-apa kak, aku bisa berjalan sendiri", jawab Tiya dengan wajah kembali memerah.Tapi kali ini di sebabkan oleh rasa malunya, ia ingat Rayend tadi menggendong tubuhnya.

__ADS_1


Rayend membantunya turun dari ranjang pasien. Bahkan Rayend memeluk pinggang Tiya hingga ke mobilnya. entah seperti apa merahnya wajah gadis itu saat ini. Pun di dalam mobil lagi-lagi Rayend membuat jantung nya seakan mau copot ketika memasangkan seat belt. Bahkan Tiya merasakan hembusan nafas Rayend menyentuh wajahnya. Walau hanya sesaat tapi dampaknya begitu lama.


Hingga mobil melaju, Tiya berusaha mengatur nafasnya. Sementara Rayend lebih fokus menyetir mobil dengan pandangan ke depan.


Menit berikutnya...


"Kak, maafkan aku lagi-lagi mengacaukan semuanya. Dan menyusahkan mu", ucap Tiya pelan. Kedua manik bening itu menatap Rayend yang juga menatapnya.


"Tidak apa-apa, yang penting semuanya baik-baik saja. Kita bisa makan malam di lain hari kan. Apa kau masih mau?", tanya Rayend menatap lekat wajah yang terlihat lebih segar tidak seperti beberapa waktu yang lalu.


Tiya mengulum senyumnya. "Iya kak", jawabnya dengan suara lembut.


"Apa kau sering mengalami alergi seperti tadi?".


"Iya, tubuh ku langsung bereaksi seperti itu jika yang aku makan ada udangnya. Bahkan dulu aku sampai pingsan. Sejak kejadian itu aku menghindari makanan yang terbuat dari udang".


"Terimakasih kak, karena sudah menolong ku", ucap Tiya dengan tulus.


"Hem. Kau benar-benar membuatku kuatir Tiya", ujar Rayend.

__ADS_1


...***...


TINGGALKAN JEJAK KALIAN, EMILY PASTI UPDATE LAGI 🙏


__ADS_2