
Rayend menarik lembut dagu Tiya, agar ia menatapnya. "Aku juga mencintaimu sayang. Sepenuh hati ku", balas Rayend.
"K-kak...Aku sangat gugup", ucap Tiya membalas tatapan mesra suaminya.
"Aku belum berpengalaman dalam urusan bercinta", ucap Tiya lagi dengan suara bergetar.
Rayend tidak tahan melihat istrinya seperti itu.
"Oh, Tiya. Siapa yang perduli akan hal itu, aku justru sangat memuja mu sayang", ucap Rayend sambil menundukkan kepalanya menyatukan bibirnya pada bibir Tiya yang bergetar dan terasa sangat dingin.
Rayend menggendong tubuh istrinya ala bridal style. Tanpa melepaskan tautan bibir yang saling me*umat.
Tahu ini yang pertama untuk Tiya, Rayend menciumi sekujur tubuh Tiya dengan sentuhan yang begitu lembut. Rayend menyentuh tubuh Tiya dengan hati- hati, baginya Tiya adalah wanita berharga yang sangat di cintainya.
Rayend kembali menyusuri setiap inci tubuh Tiya. "Aku memuja mu sayang. Dari saat pertama melihat mu aku merasakan perasaan itu. Bahkan aku mengutuk pertemuan kita karena kau membuat akal sehat ku hilang seketika. Kau membuat ku kesal sekaligus membuatku sangat penasaran dengan mu", ucap Rayend sambil melucuti satu persatu gaun dan aksesoris yang melekat di tubuh istrinya. Begitu juga Tiya, gadis itu melepaskan tuxedo dan kancing kemeja Rayend.
Keduanya berciuman mesra, saling mengusap tubuh pasangan yang telah polos. Tiya berusaha membalas ciuman itu walau masih terasa kaku. Namun Rayend justru sangat menyukainya.
Rayend merebahkan tubuh Tiya hingga terlentang di atas tempat tidur. Sementara jemari tangannya melepaskan panties yang menutupi inti istrinya itu. "Ahh kak... A-ku malu kak", racau Tiya saat merasakan mulut Rayend menghisap puncak kenikmatan gunung kembar nya bergantian.
"Tidak perlu malu, aku akan selalu melihat tubuh mu setelah ini. Kau di larang menutupi nya dengan apapun karena aku menyukai tubuh telanjang mu ini", bisik Rayend sambil menggigit telinga Tiya yang mengelijang karena merasakan geli saat merasakan sapuan lidah Rayend di lehernya. Tiya memeluk erat tubuh Rayend yang berada diatas tubuhnya.
__ADS_1
"Akh_Ahh Kak". De*ah Tiya.
Rayend berdiri, perlahan tangannya membuka sabuk celana panjangnya dan melemparkannya ke sembarang.
Kedua mata netra Rayend tak berkedip menatap tubuh indah di atas tempat tidurnya. Tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.
Rayend menatap puncak dada Tiya yang nampak masih kecil berwarna merah muda. Ia yakin dia lah yang pertama menyentuhnya. pu*ingnya belum keluar. Sehingga Rayend harus berusaha lagi agar puncaknya keluar dan berdiri. Rayend menghisap kuat puncak itu sampai pu*ingnya berdiri dan keras.
Tentu saja tindakan Rayend itu membuat Tiya berteriak, men*esah tak henti sambil mencengkram kuat pundak suaminya yang terus menggoda tubuhnya.
"Akh kak...S-akit", rintih Tiya saat merasakan gigitan Rayend di dadanya. Sementara jemari Rayend mengusap lembut inti istrinya itu. Tubuh Tiya semakin mengelijang. "Oh kak aku tidak tahan", lirih Tiya sambil menggigit bibir bawahnya menatap dengan pandangan berkabut gairah.
"Tahanlah, aku belum merasakan seluruh tubuh mu". Rayend membuka kedua paha Tiya tanpa aba-aba ia membenamkan kepalanya di sana. Menghisap dan menjilati milik Tiya dengan lidahnya.
"Itu belum seberapa, sekarang lah saatnya kau akan menjadi wanita seutuhnya. Wanita ku selamanya", ucap Rayend sambil mengarahkan miliknya yang sudah sangat mengeras memasuki inti Tiya yang terlihat pasrah dengan nafas tersengal-sengal dengan mata terpejam.
Seketika Tiya membelalakkan matanya merasakan kesakitan luar biasa di pusat tubuhnya. Milik Rayend berhasil melesatkan ujungnya. "Kak...Sakit!", teriaknya sambil mendorong tubuh Rayend dari atas tubuhnya.
Namun apalah arti tenaga Tiya yang bertubuh mungil di banding tubuh Rayend yang tak memperdulikan tindakan Tiya. Rayend berusaha membujuk istrinya dengan mencium bibir Tiya mengurangi rasa sakit yang dirasakannya. "Sakit nya tidak akan lama, tahanlah", bisik Rayend sambil memainkan puncak gundukan kenyal Tiya yang sudah berdiri menantang begitu menggoda Rayend.
Tiya kembali membelalakkan kedua matanya lagi saat merasakan selaput intinya terkoyak lagi. Kali ini milik Rayend masuk seluruhnya.
__ADS_1
"Akh. Kakak membohongi ku, rasanya masih sakit sekali", lirih Tiya sambil menatap sayu Rayend yang juga menatapnya dengan pandangan berkabut gairah.
"Sakitnya hanya sebentar, percayalah pada ku", ucap Rayend dengan suara berat.
"Ahh sayang, rasamu sangat nikmat", racau Rayend membuat tubuh Tiya semakin diliputi gelanyar aneh yang sulit melukiskan nya.
Untuk mengurangi rasa sakit yang di rasakan Tiya, Rayend kembali me*umat bibir Istrinya itu yang terbuka saat Rayend menghentakkan dengan pelan miliknya pada inti Tiya.
Ini kali pertama bagi Rayend dan Tiya. Namun Rayend sudah tahu seperti apa rasanya bercinta dari teman-temannya yang sudah menikah. Salah satunya dari Aaron.
Tubuh Tiya semakin bergetar hebat merasakan hentakan-hentakan yang di lakukan Rayend semakin dalam dan kuat. Rasa yang tadi begitu sakit berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara nya. De*ahan dan erangan silih berganti lolos dari mulut Tiya. Ternyata suaminya tidak bohong, setelah sakit kenikmatan lah yang di rasakan Tiya.
Rayend merasakan sensasi yang sangat membuncah kala miliknya berhasil masuk sepenuhnya pada pusat tubuh Tiya. Rasanya begitu nikmat yang tidak pernah ia rasakan selama ini saat bermain tunggal di kamar mandi miliknya.
"Ohh Tiya, aku sangat mencintaimu sayang", suara berat Rayend bercampur dengan suara de*ahan Tiya.
...***...
To be continue..
HAI KAKAK² YUK BACA JUGA NOVEL BARU EMILY "BRIDESMAIDS". YANG BARU LAUNCHING HARI INI. SEMOGA SUKA JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA 🙏
__ADS_1