SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-24


__ADS_3

JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


*


Ellena mengikuti langkah suaminya. Tampaknya terjalin hubungan kurang baik antara Aaron dan tantenya tersebut.


"Sayang duduklah di samping ku, Aaron meminta Ellena duduk di sofa disampingnya. Kemudian ia memanggil pak Hardi dan para pekerja di rumah itu, bahkan kepala keamanan pun dipanggilnya ke rumah besar.


Ia juga memanggil Carolline dan Alyssa.


Carolline dan Alyssa yang masih ada diluar rumah saling pandang, ada apa mereka semua dipanggil .


Mereka duduk didepan Aaron dan Ellena. Tatapan tajam dan tidak suka Alyssa melihat Ellena duduk di samping Aaron.


"Tidak seharusnya wanita murahan itu duduk berdampingan dengan Aaron, akulah yang lebih pantas duduk didekat Aaron", batin Alyssa.


"Aku minta semua yang disini tahu posisi masing-masing, yang berhak memerintah disini hanya aku dan istri ku", Aaron membuka pembicaraan, dengan suara tegas dengan tatapan tajam.


Para pekerja menganggukkan kepala mereka dengan hormat, tanda menyetujui keputusan majikan nya itu.


"Tidak bisa begitu, aku sebagai tante mu berhak mengatur rumah ini", seru Carolline tidak mau kalah.


Huhh, Aaron menarik nafas panjang.


"Sejak kapan tante punya hak itu? Ingat tante ini rumah ku kalau tante tidak suka silahkan keluar dari rumah ini sekarang juga", jawab Aaron ketus dengan menghunuskan tatapan tajam.


"Kakak tidak bisa begitu sama mama", Alyssa protes terhadap perkataan yang dianggapnya kasar kepada Carolline.


"Apanya yang tidak bisa begitu hah?", hardik Aaron.


"Kalau kalian mau tinggal di rumah ku ikuti semua peraturan disini, mengerti kalian berdua!", ucap Aaron tegas dengan suara keras.


Carolline dan Alyssa dibuat tak bergeming.


*


Aaron merebahkan tubuhnya, sesaat berada di dalam kamar.


"Apa tidak berlebihan tindakan mu kepada tante Carolline dan Alyssa? Mereka keluarga mu loh".


"Tante Carolline memang suka berbuat seenaknya dari dulu, aku tidak menyukai caranya", ujar Aaron.


"Tante Carolline juga yang membuat hubungan Ayah ku dan om Mike renggang. Tante Carolline menghasut om Mike untuk menguasai semua aset peninggalan kakek. Ayah ku hanya memiliki saudara yaitu om Mike. Hingga om Mike meninggal ke salah pahaman masih terus terjadi".


"Ceritanya panjang sekali, kalau mau diceritain semuanya, nanti dengan berjalannya waktu kau pasti akan tahu ", ujar Aaron.


Ellena menggenggam tangan Aaron. "Baik sayang", ucap Ellena tersenyum.


"Ehm sayang, maukah kau mengajakku ke cabin belakang sekarang? Mumpung hari ini libur iya kan", Ucap Ellena dengan tatapan memohon membuat Aaron tidak bisa menolaknya.


"Sekarang?" Aaron balik bertanya.


"Iya dong Yang, sekarang. Kita habiskan siang disana, kemarin aku hanya sebentar disana itu pun hanya duduk diluar", seru Ellena.


"Oke ayo", ajak Aaron.


"Aku ganti pakaian santai dulu", ujar Ellena tersenyum.


"Aku akan ke ruang kerja ku sementara kau bersiap", ujar Aaron sambil membuka pintu kamar.


Selang tak berapa lama Ellena selesai mengganti baju nya dengan memakai pakaian casual dan mengikat rambutnya, membuat penampilan nya segar seperti belia.


"Wah wah wah, nyonya besar mau kemana nih", ucap Alyssa dengan nada menghina.

__ADS_1


Tatapannya menelisik tajam penampilan Ellena dari atas sampai bawah.


Ellena tidak menggubris kata-kata Alyssa kepada nya, ternyata tindakannya itu membuat Alyssa kesal.


Alyssa semakin menunjukkan taringnya, ia berjalan mendekati Ellena yang hendak meninggalkan nya.


"Heii perempuan kampung,


Jangan mentang-mentang kak Aaron menikahi mu, kau merasa memilikinya.


Kakak ku itu tidak akan pernah mencintai mu sepenuh hatinya, karena cintanya hanya untuk Davina!".


Alyssa tidak melanjutkan kata-katanya, ia melihat kelebat Aaron mendekati mereka.


"Sayang, kau sudah siap?", Aaron memeluk pinggang Ellena sambil mencium pucuk kepalanya dengan mesra.


"E-ehm ohh iya", Ellena tampak gugup. Kepalanya berdenyut mencerna semua ucapan Alyssa kepadanya barusan.


"Davina.."


Nama itu memenuhi kepala Ellena.


Sambil mengikuti langkah Aaron, Ellena lebih banyak diam.


"Siapa Davina sebenarnya?".


Aku benar-benar tidak mengenal suamiku", ucapnya dalam hati.


Sesampai di cabin, Aaron mengajak Ellena masuk, ia merasakan perubahan pada diri istrinya yang mendadak diam sepanjang perjalanan.


"Sayang ada apa. Kau diam sejak kita menuju kemari?", tanya Aaron masih memegang tangan Ellena.


"Apakah aku langsung tanyakan saja kepada suami ku siapa Davina sebenarnya", batin Ellena.


Ellena menghentikan pertanyaannya, karena ada yang mengetuk pintu cabin, Aaron membuka nya .Tampak Ina didepan pintu membawa keranjang makanan, minuman dan buah.


"Selamat pagi menjelang siang tuan dan nyonya, saya membawa cemilan", ucapnya.


"Apakah makan siang tuan dan nyonya dihidangkan disini juga?", tanya Ina dengan hormat.


"Iya, jawab Aaron, ia melirik istrinya tanpa sepatah kata pun, hanya sunggingan senyum tidak bersemangat seperti sedang memikirkan sesuatu.


Setelah Ina pergi, Aaron menghampiri Ellena


"Apa yang ingin kau tanyakan tadi?", tanya Aaron menunggu jawaban Ellena.


"Eh...tidak ada apa-apa", jawab Ellena singkat.


"Kau tidak pandai berbohong sayang, wajahmu tidak bisa bohong, pasti ada sesuatu", tangan Aaron mengelus lembut wajah istrinya.


"S-iapa D-avina?", tanya Ellena pelan nyaris tak terdengar. Namun


Aaron mendengarnya dengan jelas, ia menarik tangannya dari wajah Ellena.


Aaron menarik nafas dalam-dalam dan tertegun beberapa saat.


"Siapa yang memberi tahu mu?", tanyanya ketus, seolah-olah ketenangannya terusik dengan nama itu.


"Tidak perlu tahu siapa yang memberi tahu ku, aku hanya ingin tahu siapa Davina", lirih suara Ellena.


Ellena tahu dari perubahan Aaron, tiba-tiba ketus kepadanya mendengar nama perempuan itu.


Seperti nya ia wanita yang sangat berkesan di hati suaminya.

__ADS_1


Menyadari semua nya, membuat hati Ellena hancur, hatinya seperti disayat sembilu.


"Jika Aaron mencintai seseorang secara mendalam kenapa ia menikahinya", batinnya sedih.


Aaron berjalan ke jendela sambil menatap hamparan danau didepan cabin mereka.


"Davina, adalah wanita ku dimasa lalu" Ucapnya menjelaskan.


Ellena tertunduk mendengar perkataan Aaron.


"Pada saat itu kami sama-sama kuliah di universitas yang sama di Amerika. Mengambil gelar master kami. Ia adik tingkat ku. Dan pada saat itu kami sama-sama saling mencintai".


Aaron menghampiri Ellena yang masih duduk di sofa, mendengarkan penjelasannya.


Aaron menyandarkan kepala di sandaran sofa sebelah istrinya, sambil meluruskan kakinya di atas meja.Ia memijit keningnya.


"Dimana Davina saat ini?", tanya Ellena dengan suara bergetar sambil menundukkan kepalanya dengan jemari saling meremas.


"Aku tidak tahu! Tujuh tahun yang lalu aku sangat mencintainya.Tapi tiba-tiba ia menghilang dan meninggalkan ku", ucap Aaron.


"Kejadiannya sudah sangat lama tujuh tahun yang lalu. Aku sudah melupakan peristiwa itu. Sekarang aku ingin menata hidupku bersama mu", ucap Aaron sambil menatap Ellena yang duduk disampingnya.


"A-pa kah aku bisa membuat mu melupakannya?", suara Ellena terdengar lirih.


"Iya", jawab Aaron dengan yakin.


"Semenjak pertemuan ku dengan seorang gadis beberapa bulan yang lalu, membuat ku melupakan masalah laluku.


Kesedihan dan kesepian hatiku lambat laun sirna berganti dengan wajah polos yang selalu memenuhi kepala ku", jawab Aaron dengan penuh keyakinan.


Kata-kata Aaron membuat hati Ellena menghangat. Aaron menatap wajah nya dengan pandangan intens.


"Apakah kita disini hanya membahas hal ini, sayang ?", seru Aaron sambil memeluk pinggang istrinya.


Ellena, yang mengetahui gelagat suaminya, berusaha menghindar. "Aku lapar", tangannya membuka keranjang yang dibawa Ina.


Setelah menatanya di atas meja ia mengajak Aaron menikmatinya.


Siang itu mereka habiskan waktu menikmati pemandangan danau sambil berpelukan.


Berbagi cerita masa lalu mereka masing-masing.


Ellena senang, suaminya mau berbagi cerita dengannya sehingga tidak ada hal yang mengganjal dihatinya lagi.


Sepahit apapun masa lalu, bukankah sebaiknya dibicarakan dengan pasangan mu hingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.


...***...


KARYA EMILY LAINNYA :



FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


MARRIAGE AGREEMENT


__ADS_1


__ADS_2