
Aaron memasang kancing tangan kemeja kerjanya. Kemudian memakai jas berwarna biru dongker ke tubuh atletis nya. Menyisir rambut dan menyemprotkan parfum beraroma musk.
Laki-laki itu kembali kekamar dan tersenyum melihat istrinya masih tertidur pulas dengan tubuh telanjang penuh tanda merah hasil hisapan dan gigitannya.
Semalaman keduanya men*esah dan mengerang bersama, mereguk kenikmatan bercinta dengan liar seperti biasanya. Entah sudah berapa kali Ellena mendapatkan pelepasannya, akibat buaian Aaron yang sangat lihai mencumbu tubuh istrinya. Ditambah cuaca seharian kemarin begitu dingin karena di guyur hujan yang tak henti.
Ellena mengerjapkan matanya saat merasakan tangan dingin mengusap lembut wajahnya. "S-sayang...", ucapnya dengan suara lirih. Suaranya terdengar serak. Terlihat lesu dan tak bersemangat. Ellena memijat kepalanya.
Aaron mengeryitkan alisnya. Ada yang aneh dengan Ellena. "Sayang apa kau sakit?", tanya Aaron sambil meraba kening istrinya itu. Normal. Tubuh Ellena tidak panas.
"Kepalaku pusing...Ahh tolong menjauh dari ku, aku tidak tahan bau parfum mu. Membuat ku mual", ucap Ellena spontan berdiri dari tempat tidur namun tubuhnya benar limbung, kepalanya terasa berputar-putar. "Ahh.." Tangan Ellena berpegangan pada lampu tidur di atas nakas.
"Sayang ada apa dengan mu?", ujar Aaron panik melihat kondisi istrinya itu. Selama menikah Aaron tidak pernah melihat Ellena seperti itu. Bahkan sekarang wajahnya semakin pucat.
"Perut ku mual ingin muntah. Ah...kepalaku pusing", keluh Ellena.
Tanpa pikir panjang Aaron menggendong tubuh Ellena kekamar mandi. Dan menunggunya hingga selesai. Ellena merasakan ingin mengeluarkan semua isi perutnya tapi tidak ada yang keluar. Sementara Aaron mengusap lembut tengkuk istrinya itu.
Aaron mengambilkan pakaian baru dari lemari istrinya. Dan membantunya berpakaian. Setelah itu Ellena kembali merebahkan tubuhnya sementara Aaron mengambil handphone miliknya di nakas.
"Sayang kau mau apa?". Terdengar suara lirih Ellena.
"Meminta Nick menghubungi dokter memeriksa kondisi mu sekarang".
"Tidak usah, aku tidak apa-apa Yang. Sepertinya aku hanya masuk angin biasa saja. Kau ingat semalaman tubuh ku tidak memakai apa-apa", ujar Ellena berusaha untuk tersenyum.
"Aku tidak mau ada apa-apa dengan mu, Ell", tegas Aaron tak terbantahkan. Laki-laki itu masih meminta asistennya memanggil dokter keluarganya untuk memeriksa kondisi istrinya.
"Tok..
__ADS_1
"Tok..
"Itu pasti bi Darmi, aku memintanya membawa sarapan kita".
Aaron membuka pintu. Dan menyuruh bi Darmi menaruh bed tray ke atas tempat tidur. Agar Ellena bisa langsung makan, ia baru ingat bahkan mereka semalam melewatkan makan malam mereka karena bercinta.
Saat ini Ellena duduk bersandar di punggung tempat mereka.
Namun setelah bi Darmi menaruh bed tray ke tempat tidur tiba-tiba Ellena merasakan mual-mual lagi setelah mencium aroma makanan yang di bawa Darmi.
"Ell, ada apa sayang?", ujar Aaron menyusul istrinya kekamar mandi yang lagi-lagi ingin muntah. Namun tidak ada yang keluar. Setelah selesai Aaron menggendong tubuh Ellena ketempat tidur dan membaringkannya.
Sementara Darmi masih berdiri dan memegang bed tray. Melihat kondisi Ellena ia punya pikiran sendiri.
"Maaf tuan, kalau boleh bibi berbicara... Melihat kondisi nyonya, sepertinya nyonya Ellena sedang hamil tuan. Ciri-ciri nya seperti wanita hamil", ucap bi Darmi memberikan pendapatnya dengan sopan.
"Maaf tuan jika bibi salah, tetapi yang nyonya alami tanda-tandanya mirip seperti sedang hamil muda", jawab Darmi lagi.
Keduanya berhenti berbicara saat terdengar ketukan di pintu. Darmi menaruh bed tray di atas meja sofa yang tak jauh dari tempat tidur sembari membuka pintu.
Seorang pelayan datang bersama dokter laki-laki paruh baya. Aaron segera mempersilakan dokter Yanuar masuk dan memeriksa keadaan istrinya.
"Sayang, om Yanuar akan memeriksa mu sekarang", ujar Aaron membangunkan Ellena yang tergolek lemah di atas tempat tidur mereka.
Ellena berusaha untuk duduk. Namun Aaron dan dokter bersamaan mencegahnya. Dokter meminta Ellena tetap rebahan saja. Sementara Aaron menjelaskan semua yang dialami istrinya beberapa saat yang lalu. Mengalami mual berasa ingin muntah dan kepalanya pusing.
Setelah beberapa menit berlalu, terlihat dokter kembali memeriksa kondisi Ellena untuk lebih memastikan. Menit berikutnya dokter Yanuar menarik nafas dan tersenyum. "Tidak ada yang perlu kau kuatir kan. Istri mu sedang hamil muda. Usia kandungannya memasuki enam minggu".
Seketika raut cemas di wajah Aaron berganti dengan senyuman bahagia seakan tak percaya apa yang di dengarnya. "Benarkah om Istri ku sedang hamil?".
__ADS_1
"Iya. Om yakin 99%. Satu persen nya kau harus segera memeriksakan istri mu pada dokter kandungan", jawab Yanuar yang sudah Aaron anggap sebagai anggota keluarga nya sediri karena Yanuar merupakan teman sekolah ayahnya. Yanuar sendiri dokter spesialis jantung.
"Baiklah... om pamit pulang sekarang karena ada operasi pagi ini", ujar Yanuar sambil memberikan vitamin dan rujukan ke dokter kandungan terbaik yang ia rekomendasikan.
*
"Sayang, setelah penantian panjang akhirnya benih ku tumbuh di perut wanita yang sangat aku cintai", ucap Aaron sambil mendekap tubuh Ellena. Keduanya bersandar pada ujung tempat tidur.
Kondisi Ellena sudah membaik setelah meminum vitamin penguat yang di berikan dokter beberapa saat yang lalu.
"Iya. Aku juga sangat senang mengetahui sekarang aku sedang hamil. Apa kau bahagia?".
"Pertanyaan apa itu, Ell...tentu saja aku bahagia. Sangat bahagia", jawab Aaron dengan pasti.
"Sayang sekarang sudah siang, apa kau tidak kekantor? aku baik-baik saja kok".
"Tidak. Sebentar lagi aku harus membawa mu ke dokter kandungan. Kita harus memastikan kondisi mu sayang".
"Ah...rasanya akulah laki-laki yang paling bahagia saat ini. Usahaku ternyata membuahkan hasil. Daddy tidak sabar melihat mu", Ucap Aaron mengusap dan mencium lembut perut istrinya yang masih rata itu.
Berita kehamilan Ellena benar-benar membuat perasaan Aaron bahagia.
...***...
HAI SELAMAT PAGI SEMUA...JIKA ADA TYPO NANTI AUTHOR REVISI YA, MAU BERSIAP KERJA DI RL 🙏
*
JGN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
__ADS_1