SERPIHAN HATI ELLENA

SERPIHAN HATI ELLENA
BAB-36


__ADS_3

"Kak Rayend!"


"Ellena ..


Keduanya sama-sama terkejut dengan pertemuan.


Terutama Rayend, benar-benar kaget melihat ternyata Ellena adalah istri sahabatnya Aaron Brylee Wijaya.


"Kalian sudah saling mengenal?", ucap Aaron menatap istrinya dan Rayend bergantian dengan tatapan tajam penuh selidik.


"Sayang... kak Rayend ini adalah kakak Marsha teman ku. Kau sudah aku kenalkan saat di mall mu beberapa hari yang lalu", ujar Ellena menjelaskan kenapa ia mengenal Rayend.


Namun Rayend tidak bisa menutupi perubahan wajahnya. Kedua netra hitamnya menatap tak berkedip pada Ellena yang berdiri di sebelah Aaron.


Aaron menyadari tatapan sahabatnya itu berbeda saat menatap Ellena. Spontan tangan Aaron memeluk erat pinggang istrinya. Dan menghunuskan tatapan tak kalah tajamnya pada Rayend.


Tok tokk tokk


Ceklek... Terlihat sekertaris Aaron membuka pintu.


"Maaf tuan, makanan yang di pesan sudah tiba".


"Hem". Aaron memberikan isyarat agar di letakkan di meja.


Dengan sigap sekertaris itu menata di atas meja, kemudian permisi keluar.


"Baiklah, sekarang kita makan. Kau pasti sudah sangat lapar kan sayang", ujar Aaron mengusap lembut wajah Ellena. Yang di balas dengan anggukan kepala Ellena. Pasangan suami-istri itu duduk di depan Rayend yang tak henti menatap Ellena. Seakan masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang. Tatapan Rayend itu tak luput dari perhatian Aaron.


"Apa kak Rayend tidak akan kembali ke Jakarta?", tanya Ellena sambil menikmati makan siang.

__ADS_1


"Rayend dalam waktu dekat akan kembali ke Jakarta, ia bilang pada ku akan melamar wanita yang sudah lama dicintainya. Bukankah begitu, Rayend?", ucap Aaron dengan tegas.


"Oh ya?", celetuk Ellena singkat.


"Rayend ingin mengungkapkan perasaannya pada saat pujaan hatinya itu wisuda. Dan langsung melamarnya", jawab Aaron menatap tajam Rayend yang dari tadi hanya menyesap minumannya saja tanpa makan sedikit pun. Bahkan makan siang miliknya tak di sentuh sama sekali.


Terlihat Rayend menarik nafasnya dalam-dalam. "Aku belum memastikan nya. Tapi sepertinya rencana ku akan berubah", jawab Rayend.


"Sebenarnya bagaimana kalian bisa bertemu? Bukankah kau seharusnya masih kuliah semester akhir, Ellena?", tanya Rayend kembali fokus pada Ellena.


Ellena menatap Aaron. Kemudian tersenyum. "Pertemuan tak terduga, aku tidak sengaja menabrak mobil Aaron saat akan bekerja di hari pertama. Namun siapa sangka kami di pertemukan lagi, ternyata aku bekerja di perusahaan milik Aaron", jawab Ellena tersenyum. Terlihat sangat bahagia. Begitu juga Aaron tersenyum bahagia mendengar penuturan istrinya. Rayend menatap ke duanya bergantian.


"Kuliah ku harus stop out, di semester terakhir. Ibu ku sudah sakit-sakitan. Dan aku harus bekerja, untuk menghidupi keluarga ku. Yang akhirnya mempertemukan aku dan suamiku", jawab Ellena sambil menggenggam jemari tangan Aaron. Namun tersirat kesedihan saat mengatakan harus stop out dari bangku kuliahnya. Rayend bisa menangkap itu dari wajah cantik Ellena.


Sesaat kemudian..


"Well, aku harus pergi sekarang. Meskipun terlambat aku ucapkan selamat untuk kalian berdua semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia. Semoga ibu mu sembuh dari sakitnya, Ell", ucap Rayend terdengar begitu akrab, tulus namun tersirat kekecewaan di wajahnya.


Setelah Rayend pulang beberapa saat yang lalu, Aaron mengajak Ellena beristirahat sejenak di Private room yang ada di ruang kerjanya itu.


Aaron membuka jas dan dasinya. Laki-laki itu menggulung lengan kemeja hingga ke siku tangannya. Kemudian merebahkan tubuhnya terlentang di atas tempat tidur, sementara dua tangannya berada di belakang kepalanya.


Ceklek..


Ellena keluar dari kamar mandi. Sekilas menatap suaminya. "Sayang, aku tidak menyangka ternyata kau berteman baik dengan kakak teman ku. Hm...tapi kenapa Marsha tidak mengenal mu ya saat di mall?".


Aaron tidak menggubris pertanyaannya Ellena.


"Rayend lebih banyak menetap di New York. Aku juga tak pernah sekalipun berkunjung ke rumahnya. Yang aku tahu Rayend anak tunggal".

__ADS_1


"Bagaimana ia mengenal mu sangat baik? Kalian Sepertinya sangat dekat ya?", tanya Aaron penuh selidik tanpa mengalihkan perhatian matanya pada langit-langit kamar.


"Kami beberapa kali bertemu saat aku ke rumah Marsha. Bahkan saat ia sedang di Jakarta kak Rayend sering melihat kami sedang belajar bersama-sama", ucap Ellena dengan polosnya sambil merebahkan tubuhnya di samping Aaron.


Seketika Aaron menindih tubuh istrinya sambil menciumi tengkuk Ellena. "Begitu rupanya", bisik Aaron di telinga istrinya. Tanpa Ellena sadari netra laki-laki itu menggelap.


"Mulai sekarang aku melarang mu di antar siapapun, termasuk Rayend. Kau hanya milik ku", ucap Aaron sambil me*umat bibir ranum Ellena yang terbuka dan membuka satu persatu kancing kemeja ketat istrinya.


Ellena tidak mengerti apa maksud Aaron, namun ia tidak berminat memperpanjangnya.


"S-sayang...kata mu kau akan mengajak ku ke museum".


"Setelah ini. Aku bisa menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat", balas Aaron sambil menghisap kuat puncak dada Ellena.


"Akh..


...***...


YUK BACA JUGA :



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


FIRST LOVE LAST LOVE



__ADS_2