
Ellena mengikat rambutnya tak lupa memakai coat sebagai lapisan luar dalaman sweater yang di padukan dengan celana jeans berwarna biru.
Aaron akan mengajaknya jalan-jalan. Untuk hari ini Ellena di suruh memilih tempat yang akan di kunjungi. Museum atau ke Time Square merupakan suatu persimpangan jalan utama di Manhattan, New York City dan tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenua.
Namun Ellena mengatakan ingin melihat kawasan urban. Central Park yang berada di pusat kota Manhattan.
"Kenapa kau memilih taman Central park. Di sini banyak sekali taman-taman indah lainnya", ujar Aaron sambil memeluk tubuh istrinya.
"Karena aku melihat taman indah itu di film Maid in Manhattan dan film Disney Enchanted. Aku sangat menyukai dua film itu, sayang. Bahkan aku membayangkan jika aku berada di taman yang sangat indah itu. HM...siapa sangka aku berada di kota Manhattan, New York yang terkenal di seluruh dunia. Aku sangat beruntung", ucap Ellena menyandarkan kepalanya pada dada Aaron.
Aaron tersenyum mendengar alasan kenapa ia lebih memilih berkunjung ke Central park. Karena melihat taman itu di film kesukaannya.
"Sekarang ayo kita pergi ke sana. Kau bisa berada di sana sepuasnya".
"Iya. Ayo kita pergi aku sudah tidak sabaran berada di taman indah itu sayang. Kau harus memotret ku di sana nanti".
__ADS_1
"Tidak masalah. Tapi pekerjaan menjadi fotografer itu melelahkan, jadi tidak gratis", ujar Aaron penuh makna.
Ellena menghentikan langkahnya dan menatap suaminya. "Kau memintaku membayar mu Aaron? Iss kau ini perhitungan sekali dengan istri sendiri!", seru Ellena sambil mencebikkan bibirnya.
"Aku tidak meminta mu membayar ku dengan uang", jawab Aaron sambil mendekatkan mulutnya ke telinga istrinya itu yang sudah melebarkan kedua matanya mendengar apa yang di bisikkan Aaron padanya.
"Iss.. kau ini, yang benar saja! Aku bisa masuk angin Aaron kalau tidur tidak menggunakan apa-apa", seru Ellena sambil memukul bahu suaminya yang baru saja menggodanya dengan meminta imbalan jika Ellena mau di foto di taman nanti.
"Alright, kalau kau tidak mau aku tidak akan menjadi fotografer mu", ucap Aaron melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Aah Aaron kau menyebalkan sekali", ketus Ellena menghentakan kakinya dengan cepat bahkan mendahului Aaron yang menahan tawanya melihat tingkah istrinya itu.
Ellena tampak sangat bahagia dan menikmati berada di Central park. Entah sudah berapa banyak ia meminta suaminya memotret dirinya.
Pada momen itu tak ketinggalan Aaron meminta bantuan seseorang untuk memotret dirinya dan istrinya. Keduanya berciuman mesra dengan view hamparan bunga mawar berwarna merah terang dan merah muda yang terdapat di pinggir danau.
__ADS_1
Setelahnya Aaron duduk di kursi panjang memilih salah foto dirinya dan Ellena untuk dijadikan wallpaper handphone miliknya. Sementara Ellena terlihat sangat bahagia memberikan makanan pada burung. Senyum bahagia terlukis di wajahnya. Aaron mengarahkan kamera miliknya dan mengabadikan pose istrinya itu yang sedang tertawa bahagia.
Tak lama kemudian Ellena duduk di samping Aaron dan menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya itu.
"Apa kau senang berada di sini?"
"Tentu saja, aku senang dan sangat bahagia. Kau mewujudkan impian ku. Terimakasih sayang", ucap Ellena sambil mencium lembut wajah Aaron.
Namun Aaron tidak mau hanya di cium seperti itu saja. Laki-laki itu menarik tengkuk Ellena dan me*umat bibir Ellena hingga dalam.
Cuaca dingin seketika menjadi panas menjalari seluruh tubuh Ellena. Aaron menciumnya sangat hebat.
"Sayang...kita sedang di tempat umum", ucap Ellena menyadarkan suaminya yang sudah begitu bergairah.
"Ahh Ellena...bahkan aku tidak bisa mengontrol diriku", bisik Aaron menghentikan ciumannya sambil mengusap lembut bibir istrinya.
__ADS_1
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏