Setangkai Layu

Setangkai Layu
Agresif


__ADS_3

Menatap langit gelap yang tak satupun kerlip bintang berhias, menaungi dua insan yang tengah menata hati memulai lembaran baru.


"Kamu balik ke Jogja kapan? " tanya Angga tanpa ekspresi.


"Besok sore, " jawab Hana.


"Jaga dirimu baik-baik, " ucap Angga nampak khawatir.


"Iya.. kamu juga Mas. "


"Kamu harus bahagia dengan siapapun? " ujar Angga lagi.


"Mas juga, secepatnya menemukan perempuan yang Mas cintai. "


"Sejak Kinara memutuskan menikah dengan Roman, saat itu pula aku perlahan mulai menepikan perasaanku sama kamu. Karena akan aneh, jika aku dan Roman memanggil adik kita sendiri dengan sebutan Mbak, " ucap Angga.


"Iya, sebutannya malah jadi kebalik-balik, rumit, " jawab Hana tersenyum.


"Lalu gimana dengan Jay? " tanya Angga mulai mengulik perasaan Hana.


"Meski dia ikhlas melepas Kinara, tapi pasti akan sulit mengisi hatinya lagi dengan orang lain. Cinta Jay begitu dalam, " ucapan Kinara terdengar pasrah.


"Yah, semoga saja semuanya perlahan akan membaik. Menjadi biasa meski terpaksa, " Angga menghela nafas panjangnya.


"Ya udah Mas, aku balik dulu."


"Aku antar? "


"Nggak usah," sembari melangkah namun Angga menahannya.


"Boleh aku peluk kamu? "


Hana mengangguk tersenyum, Angga pun langsung menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya.


"Aku pasti akan merindukanmu sampai bosan, sampai lelah, sampai aku tak ingin merindukanmu lagi, " ucap Angga yang matanya mulai memerah, menahan genangan yang ingin tumpah.


"Iya, sampai Mas Angga nggak merindukanku lagi, " Hana pun mengeratkan pelukannya.


Angga mulai melonggarkan pelukannya, menatap lekat wajah yang sebentar lagi bisa dilihatnya setiap hari, wajah yang tak bisa lagi dia perjuangkan untuk dimilikinya. Dan berakhir satu kecupan lembut sekian detik mendarat hangat di kening Hana. Saat itu air mata keduanya menetes.


"Aku akan baik-baik saja, " ucap Angga sembari menyeka air mata Hana, dia tahu Hana mencemaskan nya.


"Aku balik sekarang Mas, " Hana pun melangkah pergi.


Di tempat lain, Roman dan Kinara tengah mengemasi barang-barangnya. Mereka memutuskan tinggal di rumah Roman.


"Bu.. Ibu tinggal aja ya sama kami, " Kinara mencoba membujuk Bu Ira.


"Ibu kan udah sama ibu kamu, kamu nggak usah khawatirkan kami, " jawab Bu Ira tersenyum.


"Kalau ada apa-apa Ibu langsung kabari aku ya! " tak tega rasanya meninggalkan orang yang selama ini selalu ada dalam susah senangnya.


"Iya, pasti. Kamu jaga diri kamu baik-baik, jadilah istri dan Ibu yang baik, dan segera kasih Evan adek, " pesan Bu Ira.

__ADS_1


Mendengar kata adek untuk Evan entah apa yang ada di pikiran Kinara, rautnya berubah seketika.


"Bukalah hati kamu hanya untuk suamimu, belajarlah mencintainya. Jangan terkungkung dengan masa lalu, " Bu Ira sepertinya paham akan perasaan Kinara.


"Iya Bu, " Kinara menunduk.


Setelah semua terkemas, mereka pun berpamitan dengan berat. Lain halnya dengan Kinara, Evan nampak begitu riang dengan kepindahan mereka.


"Nanti kita akan sering berkunjung ke rumah Ibu, " ujar Roman yang melihat raut Kinara nampak sedih.


"Iya Mas... "


"Kalau perlu, tiap hari aku anter kamu ke sana pas berangkat kerja, pulangnya aku jemput lagi, " ujar Roman.


"Terserah Mas aja, " balas Kinara tersenyum, seharusnya dia memang bahagia memiliki Roman yang sangat mencintainya.


Setibanya di rumah, mereka langsung menata beberapa pakaian dan barang lain yang dibawanya tadi.


"Biar aku sama Si Mbok yang ngerjain, kamu ajak Evan tidur siang aja, kelihatannya udah capek banget, " ujar Roman.


"Iya Mas, tapi baju aku sama Evan biar aku aja yang nata, biar aku gampang nyarinya lagi, " pinta Kinara.


"Ya, siap sayang, " kata sayang yang kali pertamanya Roman ucapkan. Kinara pun tersenyum.


Setelah semua tertata rapi dan menyelesaikan makan malam, Mereka bertiga bercanda di dalam kamar. Bermain diiringi tawa bahagia ketiganya, hingga Evan tertidur saking lelahnya.


Roman mengelus kepala Evan dengan lembutnya, aku sangat bahagia punya Evan juga Kamu, " ucap Roman.


"Lihatlah, wajahnya tercetak mirip sekali denganku. Mungkin itu petunjuk agar aku menyadarinya. Maafkan untuk waktu itu, " Roman begitu menyesali kebodohannya beberapa tahun silam.


"Dia udah nyenyak bgt, aku pindahin ya. Takut tidurnya nanti tubrukan, " ujar Roman. Kinara pun tersenyum menyetujuinya.


Raut Kinara berubah tegang membayangkan bagaimana dia menghabiskan malam ini dengan Roman. Saat keriet pintu terbuka, dia langsung menutup rapat dirinya dengan selimut.


Roman pun tersenyum melihatnya, sepertinya dia bisa menebak apa yang Kinara pikirkan.


"Nanti susah nafasnya kalau rapet kaya gini, " ujar Roman sembari membuka selimut perlahan.


"umm... tadi kayanya dingin banget, " jawab Kinara beralasan.


Roman malah memeluk pinggang Kinara dengan erat, hingga wajah mereka nyaris bersentuhan. Sontak Kinara menutup matanya.


"Udah malem, tidur aja kamu pasti capek kan? " di iringi kecupan singkat di kening Kinara. Membuat Kinara bisa bernafas lega.


"Aku pengin ngelakuin itu saat kamu udah siap, " desis Roman di telinga Kinara masih dengan pelukan eratnya.


"Makasih Mas.. "


"Tapi jangan terlalu lama, " candanya, yang menghasilkan cubitan pedas di pinggangnya.


"Aoww... sakit sayang, " jerit Roman.


"Mas duluan si... "

__ADS_1


"Ya kan itu, siksaan kalo kamu bikin aku nunggu lama, " ucapnya lagi.


Kinara pun tersipu mendengar itu, dan mereka pun tertidur dengan saling berpelukan hingga pagi.


****


Untuk kedua kali aroma bumbu dapur menyengat membuat Roman beranjak membuka matanya. Tangannya meraba ke sisinya, tak ada Kinara di sana.


"Kamu masak apa wangi banget? " tanya Roman dengan melingkarkan kedua tangannya, memeluk Kinara.


"Aku lagi masak Mas, entar gosong loh.. "


"Nggak papa, bikin lagi aja, " seraya mencumbu dengan mesra. Makin berani menggoda istrinya.


"Ihhhh... Mas, geli tau, " keluh Kinara.


"Entar aku cubit lagi loh, " ancam Kinara lagi.


"Cubit aja, habis itu aku gigit kamu, " balas Roman.


"Nakal kamu ya, " sembari mendorong tubuh Roman.


"Sana gih tunggu di meja makan aja!" usirnya.


"Aku kan mau bantu kamu, " Roman tak mau kalah.


"Tugas Mas entar nyuci ni perabot semua, ok? " tawar Kinara.


"Baiklah.. " jawab Roman sembari mencuri satu ciuman di pipi Kinara. Membuat Kinara makin kesal.


Roman makin agresif, mungkin dengan cara ini dia bisa lebih cepat memenangkan hati Kinara.


******


Hi... Teman-teman semua, numpang promo ya... baru netes lagi nih cerita baru "Berharap Lupa" itu judulnya yah... 🥰🥰


Othor ceritain dikit ya, ceritanya berawal dari kejadian pencopetan yang Farah alami, bikin dia ketemu sama salah satu preman jalanan yang namanya Dewa. Dewa yang diam-diam memperhatikan Farah, akhirnya terlibat kejadian yang tidak mengenakkan ketika di dalam bis yang penuh sesak. Dewa yang berniat ngelindungin Farah malah menubruknya hingga kedua tangannya berada persis di dada Farah. Pertemuan pertama yang membuat Farah murka.


Berawal dari kejadian itu mereka pun makin dekat, dan tumbuh benih cinta diantara keduanya. Namun dua tahun berjalan, Dewa terpaksa harus ikut dengan paman, adik dari ibunya yang baru dia temukan, setelah sekian tahun hidup terlunta-lunta tanpa keluarga.


Farah tetap menunggunya meski tanpa kabar, hingga kejadian buruk menimpa keluarganya. Dimana ayahnya meninggal saat terjadi kebakaran di konveksi miliknya.


Farah yang harus menanggung semuanya, biaya pengobatan beberapa karyawan dan banyak kerugian lain. Kondisi sang ibu pun makin melemah paska kejadian itu.


Hingga satu pilihan hadir, saat seseorang yang mengaku kolega ayahnya menawari bantuan dengan cuma-cuma. Dia pun menerimanya dengan terpaksa.


Setelah sekian bulan berjalan, sahabat ayahnya tersebut memintanya menikah dengan anaknya, menjadi ibu dari cucunya. Namun Farah menolak, dia hanya bersedia merawat bayi tersebut. Hingga dia bertemu dengan sosok ayah dari bayi tersebut yang bernama Raka. Pria yang menyimpan banyak luka di masa lalunya. Akankah mereka jatuh cinta, atau hanya sekedar pengasuh dan majikan.


Pantengin ceritanya ya... Mudah-mudahan menarik dan yang paling penting bisa up lancar nggak dang ding dong kaya kemarin.


Aku ucapin berjuta-juta terimakasih buat semua dukungannya ...tanpa teman-teman semua apalah cerita ini..


Yang ini nih ya..👇😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2