Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
36. Pertemuan Yang Mengharukan


__ADS_3

Diamnya Sugeng membuat Alea menyakini jika pamannya lah yang menyebabkan kematian ayahnya. Sugeng juga mengunci rapat mulutnya tentang keberadaan Anita, ibu Alea dan Riki.


"Apa yang membuat kamu berpikir paman yang menyebabkan kematian ayah?" tanya Riki. Mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju perusahaan Global Pratama.


"Entahlah Kak, Lea juga tidak tahu mengapa Lea mengancam paman seperti itu." jawab Alea.


"Mungkin karena begitu banyaknya kejahatan yang dia lakukan sehinggga Alea berpikir mungkin saja dia yang mengakhir hidup ayah." ucap Alea lagi.


"Dengan diamnya paman, mungkin saja yang kamu katakan itu benar." sahut Riki.


"Lea juga berpikir seperti itu, Kak." jawab Alea.


"Mengapa kamu tidak memberi tahu kakak tentang ibu?" tanya Riki sambil melihat adiknya sekilas, lalu kembali fokus dengan jalanan.


"Lea kira Kakak sudah tahu tentang ibu dan akan memberitahu Lea setelah ibu ditemukan." jawab Alea jujur. Itu yang terlintas dalam pikiran Alea begitu Ratna memberi tahu kebenaran tentang ibunya.


"Lalu siapa orang yang memberitahumu?" tanya Riki.


"Radit?" Riki menjawab pertanyaannya sendiri dengan pertanyaan lagi.


"Kenapa dia tidak memberi tahu kakak." kesal Riki.


Alea menggeleng, "Bukan dia" jawabnya. "Mas Radit memang tidak tahu apa-apa tentang ibu, Kak." ucap Alea lagi.


"Lalu siapa?"


"Mbak Ratna yang memberi tahu Lea."


"Ratna? Siapa dia?" tanya Riki yang memang tidak mengenal Ratna.


"Putri paman, saudara sepupu kita." jawab Alea.


"Untuk apa kamu berteman dengan dia, Alea?"


"Mbak Ratna baik, Kak. Dia juga kehilangan jejak ibunya yang mungkin diasingkan bersama ibu kita." ucap Alea menjelaskan pada Riki.


"Jadi paman juga mengasingkan istrinya sendiri?" tanya Riki, Alea mengangguk.


"Keterlaluan." umpat Riki tidak percaya.


"Semua karena harta dan kedudukan." sahut Alea umpatan Riki.


Mobil yang di kendarai Riki memasuki halaman perkantoran perusahaan Global Pratama, Alea menatap heran melihat banyak orang dengan kamera dan mikrofon.


"Mengapa banyak wartawan? Apa Kakak meminta mereka datang?" tanya Alea sambil melihat kerumunan orang-orang yang ada di depan lobby kantor.

__ADS_1


"Kakak juga tidak tahu, Lea. Kakak tidak menghubungi mereka. Kakak hanya meminta para pemegang saham untuk hadir di perusahaan, membahas tertangkap dan di tahannya paman." jawab Riki.


"Maksud Kakak, mereka belum tahu tentang kita?" tanya Alea maksud penjelasan kakaknya. Riki mengangguk.


Tidak ada yang memperdulikan kedatangan Alea dan Riki saat mereka turun dari mobil, memang belum ada yang mengenal ataupun mengenali mereka.


"Riki, Alea." pak Wiliam yang menghampiri dan memanggil mereka.


"Mengapa banyak wartawan, Pak?" tanya Riki pada pak Wiliam.


"Masuk saja dulu, kita bicara di dalam." jawab Pak Wiliam.


Untuk pertama kalinya Alea menginjakkan kaki di perusahaan ini. Ada rasa bangga tapi dia juga sedih mengingat ibu mereka yang belum diketahui keberadaannya dan ayah mereka yang sudah pergi sebelum merasakan menjadi pemimpin di perusahaan ini.


"Salah satu pemegang saham membocorkan masalah pak Sugeng yang di tahan." ucap pak Wiliam memberitahu Alea dan Riki begitu mereka sudah cukup jauh dari kumpulan para awak media.


"Jadi mereka datang untuk mencari tahu tentang itu?" tanya Alea yang diangguki pak Wiliam.


Alea dan Riki tidak langsung memasuki ruang pertemuan, mereka di ajak pak William untuk menunggu di ruangan pimpinan yang selama ini di tempati Sugeng.


Tampak Bagas berdiri di depan pintu pimpinan yang sejak tadi menunggu kedatangan Alea dan Riki.


"Apa kabar kamu hari ini sayang?" tanya Bagas yang membuat Alea melukiskan senyum di wajahnya.


"Ayo masuk." ajak Bagas pada kedua saudara itu.


"Cucu Oma sudah datang." ucap oma Sundari melihat kearah Alea dan Riki yang masuk.


Alea segera mendekat dan mencium punggung tangan oma Sundari, yang membalas dengan mengecup kening Alea.


Seorang wanita berdiri di samping oma Sundari. Alea tidak tahu siapa dia dan mengapa ada disini. Tapi Alea merasa seperti mengenali wajah itu.


Pada saat Alea akan menjabat tangan wanita itu, wanita itu langsung menarik Alea dan memeluknya dengan erat sambil menangis.


"Alea putriku." ucapnya berbisik didalam tangisannya.


Deg. Alea yang mendengar ucapan itu terkejut, Alea mengurai pelukan wanita yang memanggilnya putriku, dia ingin memperhatikan lebih jelas wajah wanita yang ada di hadapannya ini.


"IBU." ucap Alea.


Alea langsung memeluk erat tubuh ibunya. Dia mengenali wajah yang selalu dia rindukan ini, wanita yang melahirkannya ke dunia ini. Tidak ada kata yang bisa Alea ucapkan untuk menggambarkan perasaan bahagianya hari ini.


"Ibu." panggil Riki ikut mendekat dan meneteskan air mata.


"Kemarilah Nak." panggil Anita pada putranya.

__ADS_1


"Ibu." panggil Riki lagi sambil memeluk erat ibunya dan juga Alea.


Ini sebuah kenyataan yang selalu hadir dalam mimpi Riki selama ini. Dia bisa kembali berkumpul bersama ibu dan adiknya.


"Ayah." gumam Riki dalam hati saat dia melihat sang ayah yang ikut hadir di tempat ini. Wajah tampan pria paruh baya itu tersenyum dan mengangguk kecil melihat ke arahnya yang masih memeluk Ibu dan adiknya.


Oma Sundari yang berdiri di dekat ketiganya tidak bisa menahan untuk tidak menangis. Menyaksikan pertemuan ibu dan anak itu, oma Sundari ikut meneteskan air mata. Dia terharu dan juga bahagia.


Bagas yang juga ada disana tersenyum bahagia dengan matanya yang berkaca-kaca. Sambil mengusap punggung oma Sundari yang dirangkulnya, Bagas mencoba menenangkan tubuh sang oma yang sedikit berguncang.


Oma Sundari banyak membantu Bagas dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di keluarga Alea, setelah dia menceritakan siapa Alea sebenarnya dan apa yang terjadi pada Alea. Karena itulah dia terharu melihat pemandangan ini.


Berdasarkan penjelasan Alea yang bersumber dari Ratna, Bagas diam-diam memerintahkan orang-orang kepercayaan keluarganya untuk mencari keberadaan Anita calon ibu mertuanya. Dia juga sengaja tidak memberitahu Riki karena dia akan memberikan kejutan pada calon istri dan calon kakak ipar nya, mempertemukan keduanya dengan sang ibu.


Status Alea baru saja berubah menjadi penerus Global Pratama bersama Riki sang kakak. Wartawan yang semula akan meliput tentang penahanan Sugeng disuguhi berita besar tentang pewaris Global Pratama.


Memandang jauh kedepan dari jendela kaca tempatnya berdiri saat ini, Alea menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi. Seperti mimpi, kini harapannya yang setinggi gedung-gedung pengcakar langit yang ada di sana terwujud.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Bagas yang berdiri disamping Alea.


Berbalik menghadap Bagas, Alea tersenyum pada calon suaminya. "Terima kasih." ucap Alea.


Melihat mata Alea yang berkaca-kaca, Bagas maju satu langkah mengikis jaraknya dengan Alea, lalu dia merentangkan kedua tangannya, mempersilakan Alea untuk masuk kedalam pelukannya.


"Terimakasih sudah menemukan ibu, Bee." ucap Alea pada Bagas dengan suara bergetar menahan tangis dalam pelukan Bagas.


Tidak tahu harus bagaimana lagi mengungkap rasa bahagianya dan rasa terima kasihnya pada Bagas yang sudah menemukan keberadaan ibunya, Alea mengeratkan pelukannya pada Bagas.


"Semua demi kebahagiaan kamu, Alea" bisik Bagas sambil mengecup pucuk kepala Alea. Dia akan melakukan apapun untuk wanita yang dicintainya.


"Aku mencintaimu Alea." bisik Bagas lagi.


Mendengar ucapan Bagas, Alea mengeratkan pelukannya. Merasa bersyukur mendapatkan laki-laki sempurna seperti Bagas, laki-laki yang sungguh-sungguh mencintainya. Kehadiran Bagas disisinya adalah anugrah terindah yang Alea miliki.


"Aku juga mencintaimu, Bee." jawab Alea.


Bagas mengeratkan pelukannya. Hatinya bahagia mendengar ucapan Alea. Ini untuk pertama kalinya Alea menjawab pernyataan cintanya.


Melihat Alea dan Bagas yang berpelukan, membuat Radit menundukkan kepala. Tidak sanggup melihat wanita yang dulu berada dalam pelukannya kini berada dalam pelukan pria lain. Radit mengejek dirinya sendiri, kini dia bisa merasakan bagaimana sakitnya Alea saat melihatnya bersama wanita lain.


"Berbahagialah Alea." gumam Radit sambil melangkah menjauh dari tempatnya berdiri.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2