
Zaki mengurai pelukan Paula padanya, dia mundur beberapa langkah untuk menjauh. Bukan hal yang pantas bagi seorang pria beristri dipeluk seorang wanita yang bukan keluarganya.
"Apa kamu tidak salah menayakan dan meminta pada orang biasa seperti saya?" tanya Zaki menjawab permintaan Paula dengan mengembalikan hinaan yang pernah Paula katakan padanya.
"Maaf." ucap Paula. "Aku memang keterlaluan waktu itu menghina niat baik Om Zak yang rela menanggung aib orang lain. Maaf." ucap Paula menyesali sikapnya dimasa lalu dan kembali meminta maaf pada Zaki.
"Saya sudah memaafkan kamu sejak dulu, tapi maaf tawaran itu sudah tidak berlaku, selain sudah kadaluarsa, tidak ada aib yang harus ditutupi lagi saat ini." ucap Zaki menjawab pertanyaan Paula yang meminta Zaki menikahinya.
"Bukan hanya itu, saya sudah menikah dengan wanita yang menerima saya apa adanya, bahkan di saat saya lupa ingatan dan tidak memiliki apa-apa." ucap Zaki lagi menjelaskan status dirinya saat ini.
"Maaf." ucap Paula lagi.
"Cobalah membenahi hidupmu, Paula. Jangan memaksakan diri untuk segera mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih dari Zio.
Sabar, akan ada waktunya Zio mengetahui kamu ibu yang melahirkannya. Waktu akan membuka jalannya berlahan asalkan kamu tulus menjalaninya.
Bukankah Radit tidak melarang kamu bertemu Zio, gunakanlah kesempatan itu untuk membuat Zio merasakan kasih sayang yang tulus agar dia juga menyayangi kamu dengan tulus.
Jangan lupa, kamu harus meminta izin pada Radit saat akan menemui dan mengajak Zio pergi sebagai orang yang memiliki hak asuh dari Zio." ucap Zaki lagi memberikan nasehatnya pada Paula.
Paula diam dan merenungi setiap kata-kata Zaki. Dia memang selalu mementingkan egonya saja selama ini, jauh dari kata tulus seperti yang Zaki ucapkan. Bahkan Zio, putranya sendiri bisa membedakan pelukan yang tulus dari Alea dan Ratna yang tidak menginginkan apa-apa pada Zio dari kasih sayang yang mereka berikan.
Tanpa Zaki dan Paula ketahui sejak tadi Alea mendengar percakapan keduanya.
Sebelumnya.
Alea tidak sengaja melihat bayangan seseorang di pintu kamar rawat inap Ratna, saat dia ingin menghampiri sosok yang ada di balik pintu, orang itu sudah pergi. Tapi Alea masih bisa melihat punggung Paula yang menjauh. Mengerti perasaan Paula yang sedih tentang Zio, Alea mengikuti langkah Paula yang ternyata memilih untuk duduk di taman rumah sakit.
Baru saja Alea akan mendekati Paula, dia melihat Zaki yang sedang berjalan ke arahnya. Di tengah jalan, Zaki membelokkan langkahnya mendekati Paula. Melihat itu, Alea diam-diam mendekati keduanya dan menyimak apa yang keduanya bicarakan. Kini Alea mengetahui satu hal lagi cerita masa lalu dari seorang Paula.
"Kamu dari mana sayang?" tanya Bagas begitu Alea kembali ke kamar rawat inap Ratna.
"Jalan-jalan sambil cari udara segar Bee." jawab Alea sambil berjalan mendekati suaminya yang duduk di sofa.
"Mau pulang sekarang?" tanya Bagas lagi pada Alea yang langsung dijawab istrinya dengan anggukan.
Di kediaman orang tua Alea, Leoni baru saja membuka matanya. Begitu terkejutnya dia saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
"Aku terlambat." teriak Leoni melompat dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Begini nih kalau lagi halangan, kebablasan." ucap Leoni membicarakan dirinya sendiri yang kesiangan sambil membersihkan diri.
"Kenapa ibu sama Lea nggak bangunin aku ya." ucap Leoni bertanya pada dirinya sendiri begitu dia ingat sedang menginap di kediaman Anita.
"Mbak, kok sepi. Orang-orang pada kemana?" tanya Leoni pada Sri asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Anita, saat dia hanya seorang diri menikmati sarapan.
"Ibu sudah pergi sama mbak Alea dan mas Bagas, Neng. Mereka katanya mau kerumah sakit dan membawakan pakaian ganti untuk Om Zaki dan mas Riki." jawab Sri.
"Siapa yang sakit Mbak?" tanya Leoni lagi.
"Mbak Sri nggak tahu, Neng. Ibu sama mbak Lea nggak bilang."
Leoni segera pergi setelah menyelesaikan sarapannya. Tapi tidak ada kendaraan yang tertinggal satupun di kediaman ini yang bisa dia gunakan.
"Ampun deh, pak bos dan ibu bos benar-benar keterlaluan." rutuk Leoni kesal karena harus menggunakan taxi.
Baru saja Leoni mengeluarkan ponselnya untuk memesan taxi online, suara keras klakson mengejutkannya.
"Butuh tumpangan Neng." ucap Galang menggoda Leoni.
"Capung, Lo bikin jantung gue mau lepas tahu." jawab Leoni kesal begitu tahu yang membunyikan klakson dengan keras adalah Galang.
"Tunggu, gue nebeng sampe kantor." ucap Leoni menahan laju mobil Galang.
"Masuk." jawab Galang.
Leoni menjawab dengan senyum lebar sambil masuk kedalam mobil Galang. Hening tidak ada yang bicara, Galang fokus dengan jalanan sementara Leoni mencoba menghubungi Alea. Hal yang jarang terjadi bila Leoni dan Galang berada dalam satu zona.
"Galang, gue ikut Lo sampe rumah sakit aja." ucap Leoni menunjuk rumah sakit yang tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.
"Siapa yang sakit?" tanya Galang.
"Gue ketinggalan info, ternyata semalam Radit kecelakaan dan Ratna juga sakit diwaktu yang bersamaan." jawab Leoni tentu saja dengan menutupi hal yang sebenarnya terjsdi dari Galang.
"Ya udah, aku sekalian ikut jenguk mereka." ucap Galang.
"Apa tidak menganggu waktu kamu?" tanya Leoni yang tidak ingin mengganggu kegiatan Galang.
"Aku free hari ini." jawab Galang.
__ADS_1
Leoni dan Galang menyusuri lorong rumah sakit. Mereka akan menjenguk Ratna terlebih dahulu baru Radit setelahnya.
"Galang."
Mendengar ada yang memanggil nama Galang, Leoni dan Galang bersamaan menghentikan langkah mereka. Diluar dugaan Leoni, Galang tiba-tiba menggenggam tangannya.
"Hai Galang apa kabar?" tanya Paula.
"Kabar baik, ada di Indonesia?" tanya Galang.
"Iya." jawab Paula lalu menyapa Leoni.
"Leo kamu bisa kenal Galang dari mana?" tanya Paula penasaran.
"Kami kenal sudah lama, Leoni calon istriku. Kami akan segera menikah. Iya Kan sayang?" Galang yang menjawab pertanyaan Paula, sementara Leoni hanya bisa mengiyakan jawaban Galang apa lagi laki-laki itu mengeratkan genggaman tangannya saat bicara.
"Oh... ternyata Leoni." ucap Paula tampak mengejek.
"Ayo sayang." ajak Galang pada Leoni.
Merasa sudah cukup jauh dari Paula, Leoni segera meminta penjelasan pada Galang.
"Lo harus tanggung jawab kalau sampai apa yang Lo ucapkan pada Paula terdengar sampai ke telinga keluarga gue. Terutama Oma." ucap Leoni pada Galang.
"Paula itu keponakan tante Helen, mamanya kak Bagas. Mereka cukup dekat, Paula pasti ngomongin gue ke tantenya yang juga tante gue, Capung" ucap Leoni lagi menjelaskan pada Galang hubungan apa antara dia dan Paula.
"Mau tetap berdiri di sini atau kita lanjut menjenguk Ratna?" tanya Galang menanggapi ucapan Leoni sambil melangkah meninggalkan Leoni.
"CAPUNG." teriak Leoni kesal yang ditanggapi Galang dengan kekehan.
"Gue akan tanggung jawab." ucap Galang begitu Leoni sudah berhasil mensejajarkan langkah mereka membuat Leoni menatap Galang.
"Biasa aja melihatnya, nanti Lo jatuh cinta sama gue." ucap Galang membuat Leoni membuang muka.
"Lo nggak tahu kalau gue udah jatuh cinta sama Lo sejak dulu." ucap Leoni dalam hati.
...💔💔💔...
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...
__ADS_1