
Sudah banyak tamu yang memenuhi ballroom di salah satu hotel milik Global Pratama, mereka datang untuk menghadiri acara pertunangan Riki dan Sandra. Sesuai rencana hari ini Alea akan memperkenalkan Anita dengan Adam juga mempertemukan Alvaro dengan seseorang.
"Bu, ini uncle Adam. Adik mamanya kak Bagas." ucap Alea begitu Adam menyapanya yang sedang berdiri bersama Bagas dan Anita.
"Adam" ucap Adam sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri pada Anita.
"Saya Anita, ibunya Alea." jawab Anita sambil menangkupkan kedua tangannya untuk membalas uluran tangan Adam.
Adam tidak terkejut dengan cara Anita menyambut uluran tangannya, karena Alea pertama kali bertemu dengannya juga melakukan hal yang sama. Anita dan Adam terlihat seperti sudah kenal lama, mereka berbincang berdua dan terlihat sangat akrab. Leoni yang tahu rencana Alea hanya tersenyum simpul sambil mengacungkan jempol nya begitu Alea melihat ke arahnya.
"Uncle Adam, Ibu, kami mau menemui tamu yang lain." ucap Bagas setelah diberi kode oleh Alea agar mereka meninggalkan Adam dan Anita.
"Apa menurut kamu berhasil sayang?" tanya Bagas setelah mereka menjauh.
"Kita ikuti saja kemana arah membawa mereka. Jangan terburu-buru juga, biarkan mereka saling mengenal terlebih dulu. Biarkan juga hati mereka yang akan bicara nantinya. Kita hanya berusaha Bee, dan takdir yang akan menentukan mereka bersatu atau tidak pada akhirnya." jawab Alea.
"Alea, Bagas." panggil Alvaro begitu melihat sepasang suami istri itu tengah bergandengan mesrah.
Alea dan Bagas segera menghentikan langkah mereka lalu menunggu Alvaro mendekat.
"Siapa orang yang ingin kamu pertemukan dengan ku?" tanya Alvaro langsung pada tujuannya datang ke acara pertunangan ini. Karena dia penasaran dengan orang yang dimaksudkan Alea.
"Dia sudah datang. Mas Varo tunggu saja, dia yang akan mendatangi Mas Varo."
Jawaban Alea tentu saja membuat Alvaro semakin penasaran. Sementara itu Alea sudah mengirimkan pesan pada orang yang ingin menemui Alvaro untuk segera keluar dari persembunyiannya.
"Lea dan Kak Bagas mau menemui tamu yang lain." ucap Alea pamit meninggalkan Alvaro berdiri sendiri.
"Siapa yang ingin bertemu dengan Alvaro?" tanya Bagas yang tidak tahu masalah ini.
Alea tersenyum, " Lihat saja nanti." jawab Alea lalu terkekeh membuat Bagas gemas ingin mencium istrinya. Sayangnya dia hanya bisa menoel hidung istrinya gemas.
Pembawa acara meminta keluarga dari Riki dan Sandra untuk berdiri di belakang keduanya. Alea dan Bagas yang mendengar permintaan itu segera berjalan kedepan dimana panggung kecil yang disiapkan untuk Riki menyematkan cincin pada Sandra berada.
__ADS_1
"Lihat uncle Adam ikut menemani ibu berjalan medekati panggung Bee." bisik Alea pada Bagas.
"Selera uncle Adam itu sama seperti Kakak." jawab Bagas.
Wajah Alea sangat mirip Anita, hanya saja Alea memiliki mata yang sedikit lebih besar karena Alea memiliki mata seperti ayahnya. Cara mereka tersenyum pun sama, hanya usia yang membedakan keduanya. Itulah mengapa Bagas mengatakan jika seleranya dan Adam sama, sama-sama menyukai wajah cantik alami Alea dan Anita.
Acara pertunangan dimulai, Anita memasangkan cincin ke jari Sandra mewakili Riki. Lalu keduanya berpelukan.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu Ibu." ucap Anita bahagia dan haru.
Seperti Sandra yang menerima cincin dari Anita, sekarang Riki yang menerima cincin untuk dipasangkan di jarinya oleh mamanya Sandra.
Alea ikut memeluk Sandra yang akan menjadi kakak iparnya, siapa sangka teman kerjanya adalah wanita yang bisa meluluhkan hati Riki yang selama ini hanya berharap pada satu wanita yang tidak bisa dia miliki.
Sementara itu di luar hotel tepatnya di taman kolam berenang yang ada di hotel dimana acara pertunangan Riki berlangsung, Alvaro sedang duduk sendiri di bangku taman sambil memainkan ponselnya.
Dia memilih keluar dari ballroom, karena tidak begitu suka dengan suasana acaranya yang menurut Alvaro tidak penting. Dia juga sudah tidak peduli dengan orang yang ingin bertemu dengannya. Jika orang itu benar-benar ingin bertemu dia pasti mencari keberadaan dirinya. Karena itu juga Alvaro memutuskan untuk tidak langsung pulanh, dia memilih untuk duduk di area swimming pool.
Alvaro terkejut saat tahu siapa yang tiba-tiba duduk disampingnya, dia sedang memperhatikan anak kecil yang baru belajar berenang yang mengingatkan masa kecilnya bersama Bagas. Bodoh memang dia mau saja dipengaruhi orang yang sakit jiwa bertahun-tahun lamanya yang merugikan dirinya sendiri.
"Tadinya memang aku memutuskan untuk kabur keluar negeri karena tidak ada tempat disini untuk orang seperti aku, tapi Alea menahan aku pergi." jawab Paula orang yang duduk disamping Alvaro.
"Dia wanita yang sangat baik, sangat pantas bersanding dengan Bagas. Alea satu-satunya orang yang tidak pernah menyalahkan kesalahan yang pernah aku lakukan, dia bahkan memberikan semangat padaku untuk memperbaikinya. Karena itulah dia memintaku untuk menetap." ucap Paula lagi melanjutkan jawabannya.
"Apa kamu orang yang dimaksud Alea yang ingin bertemu dengan ku?" tanya Alvaro.
"Iya, Alea memberitahu ku tentang kepulanganmu ke Indonesia. Aku pernah menceritakan tentang kamu pada Alea, saudara sepupu Bagas yang dekat denganku."
"Kamu menceritakan apa yang pernah aku lakukan padamu?" tanya Alvaro lagi karena dia tidak mau Alea tahu sikap bejatnya dimasa lalu, mencoba menyakiti Bagas dengan cara gila karena mengikuti rencana orang gila.
"Jangan takut, aku banyak belajar dari Alea untuk tidak membuka aib orang lain. Jadi dia tidak tahu dekat kita seperti apa dimasa lalu." jawab Paula.
"Maaf." ucap Alvaro.
__ADS_1
"Kamu tidak seutuhnya salah, karena aku juga memberi kesempatan padamu untuk melakukannya. Tika memang tidak waras hingga dia mampu membuat ide gila. Bodohnya aku mau saja percaya dengan rencsnsenalannya." ucap Paula.
"Kita sama-sama di bodohi oleh orang yang memiliki gangguan jiwa." jawab Alvaro.
"Apa mungkin kita juga sakit jiwa tanpa kita sadari." sahut Paula menanggapi ucapan Alvaro.
"Mungkin saja."
Avaro terkekeh menanggapi ucapannya sendiri diikuti Paula yang menertawakan kebodohan mereka berdua dimasa lalu.
"Aku banyak belajar memperbaiki diri berkat bantuan Alea, semua kulakukan demi anakku. Aku tidak ingin dia melihat sisi buruk mamanya dimasa lalu." ucap Paula setelah menghentikan kekehannya.
"Anak, kamu sudah menikah lagi?" tanya Alvaro.
"Iya aku sudah memiliki seorang anak laki-laki, tapi aku belum menikah lagi." jawab Paula.
Hening sesaat setelah Paula menjawab pertanyaan Alvaro. Lalu Alvaro menanyakan apa yang melintas di kepalanya. "Apa dia anakku?" tanyanya
Paula menggeleng menjawab pertanyaan Alvaro, "Aku sudah punya anak sebelum menikah dengan Bagas. Itu salah satu alasan Bagas menceraikan aku, bukan karena kamu." jawab Paula.
"Sudahlah itu masa lalu yang buruk dan saat ini aku sedang mencoba memperbaikinya.
Itulah mengapa aku ingin bertemu dan bicara langsung denganmu, karena aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara kita bukan hanya kesalahan kamu, tapi juga kesalahanku.
Aku minta maaf agar aku benar-benar bisa tenang dalam memperbaiki diri." ucap Paula memberitahu Alvaro mengapa dia ingin bertemu saudara sepupu suami Alea itu.
"Ajak aku bersamamu Paula, aku juga ingin memperbaiki diri. Aku ingin hidup normal dan bahagia seperti Bagas." ucap Alvaro.
"Aku hanya bisa membantu sebisaku, selebihnya keinginan yang kuat dari dirimu sendiri." jawab Paula.
"Terimakasih." ucap Alvaro tersenyum lebar.
...💔💔💔...
__ADS_1
...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...