Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya

Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya
66. Menjelang Makan Malam


__ADS_3

Leoni akhirnya menceritakan tentang dirinya yang di adopsi keluarga Buana setelah dia puas tertawa karena telah berhasil membuat Galang kesal. Itulah Leoni, dia tetap bersikap apa adanya dihadapan pria yang mengisi sudut hatinya yang paling dalam. Dia tetap ingin menjadi diri sendiri, terlepas Galang suka atau tidak dengan pribadinya.


Galang bukan tidak tahu jika sejak dulu Leoni memiliki perasaan lebih padanya, jika boleh jujur Galang sebenarnya sangat terhibur saat bersama Leoni meski temannya itu sering bercanda yang membuatnya kesal. Seperti tadi saat Leoni memberitahu jika dia adalah selingkuhan Bagas, sontak membuat Galang marah dan mengumpat pada Leoni yang malah menertawakannya.


Leoni dan Galang menghentikan percakapan mereka begitu melihat sebuah mobil berhenti tepat dibelakang mobil yang tadi ditumpangi Bagas dan Leoni.


"Siapa yang datang?" tanya Galang.


"Itu kendaraan milik om Zaki." jawab Leoni.


"Om Zaki, bukankah dia..."


"Dia selamat dari kecelakaan itu." ucap Leoni memotong ucapan Galang.


"Tunggu... darimana Lo tahu? Bukankah kamu sudah diluar negeri." tanya Leoni begitu dia mengingat lagi waktu kejadian kecelakaan yang menimpa Zaki.


"Keluar negeri bukan berarti aku tidak tahu apa-apa." jawab Galang.


Galang menahan senyum, sebenarnya dia baru tahu kecelakaan itu beberapa hari yang lalu saat membaca koran lama yang ada di kamar kakeknya.


Leoni dan Galang segera berdiri begitu melihat Zaki berjalan mendekat.


"Siapa mereka?" tanya Galang lagi saat melihat dua orang yang tidak dia kenal.


"Yang perempuan namanya Ratna, dia sepupu Alea dan kak Riki. Yang di sebelahnya, itu calon suaminya." jawab Leoni begitu melihat Ratna dan Radit yang ternyata ikut turun dari mobil milik Zaki.


"Mereka ternyata di undang juga sama kak Riki." gumam Leoni.


Ting, ada bola lampu yang menyala di kepala Leoni. Dia lalu melihat pada Galang, begitu mengingat tujuannya datang ke kediaman orang tua Alea. Dia diundang makan malam karena Riki ingin mengenalkan calon istrinya, sekarang dia bertemu Galang yang sudah kembali dari luar negeri.


"Itu berarti." ucap Leoni di dalam hati. Leoni tersenyum, dia tahu sekarang siapa calon yang akan dikenalkan Riki malam ini.


"Kamu... Galang, kan?" tanya Zaki menebak siapa yang sedang berdiri di samping Leoni.


"Iya Om Zak, ini si Capung." bukan Galang yang menjawab, melainkan Leoni yang bersuara.


"Singa bukan elo yang ditanya." ucap Galang.


"Gue hanya bantuin jawab, Capung." balas Leoni.


Zaki menggelengkan kepala, "Ternyata kalian masih sama saja." ucap Zaki.

__ADS_1


"Galang kenalkan ini Ratna, keponakan Om juga. Ini Radit suaminya." ucap Zaki mengenalkan Galang pada Radit dan Ratna.


"Sudah bertemu Alea, Lang?" tanya Zaki lagi setelah Galang bersalaman dengan Ratna dan Radit.


"Sudah Om, tadi sebelum Leoni datang. Sekarang Al didalam menemani suaminya." jawab Galang.


"Kamu sudah bertemu Bagas." ucap Zaki yang diangguki Galang.


"Syukurlah." ucap Zaki di dalam hati sambil tersenyum senang karena Galang sudah melupakan cintanya pada Alea.


Tidak ada yang tidak tahu perasaan Galang pada Alea, tidak ada yang tidak tahu juga perasaan Leoni pada Galang. Tidak ada yang tidak tahu juga jika Alea hanya menganggap Galang sahabatnya. Hal itulah yang membuat Galang akhirnya memilih pergi ke luar negeri ikut orang tuanya pindah ke Amerika.


"Kenapa hanya duduk di teras? Ayo masuk." tanya dan ajak Zaki.


"Nanti aja Om, kita masih mau bernostalgila." kembali Leoni yang menjawab pertanyaan Zaki.


"Lo aja sendiri yang gila, gue ogah." jawab Galang membuat Zaki tertawa diikuti Ratna.


"Seru banget ya ketawanya, sampe kita datang nggak ada yang tahu." ucap Reina yang juga diundang oleh Riki malam ini.


"Kamu tidak mengenali siapa dia, Rei?" tanya Zaki, membuat Reina memperhatikan Galang dengan sedikit memindai. Mengapa dia seperti mengenali wajah pria yang berdiri disamping Leoni, tapi dia lupa.


"Capung Mbak." Leoni yang menjawab.


"Ha." ucap Reina tidak percaya.


Zaki dan Leoni tertawa melihat Reina yang terkejut dengan perubahan Galang saat ini.


"Ayo masuk, sebentar lagi maghrib." ucap Zaki mengajak semuanya untuk masuk ke dalam rumah.


"Saya pamit Om, mau sholat magrib di masjid." ucap Galang.


"Sama-sama saja." ucap Bagas yang sudah terlihat memakai koko dan sarung ditemani Alea berdiri didepan pintu.


Para pria pergi ke masjid bersama Galang dan Bagas kecuali om Zaki yang mau membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dulu.


Setelah selesai magrib, para wanita sibuk membantu Anita menyiapkan hidangan yang jadi menu makan malam mereka. Sementara para pria sudah pulang dari masjid dan berkumpul di teras sambil berbincang.


"Lea, aku tahu siapa yang akan diajak kak Riki malam ini." ucap Leoni berbisik pada Alea.


"Aku juga tahu." ucap Alea.

__ADS_1


"Apa mungkin yang kita pikirkan sama?" tanya Leoni yang hanya mendapat senyuman dari Alea.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tapi Riki yang meminta mereka untuk berkumpul belum juga menampakkan diri bersama calon istrinya.


"Kenapa Riki belum datang juga ya?" tanya Anita gelisah.


"Jangan khawatir Bu, mungkin kakak sedang di perjalanan dan terkena macet." ucap Alea mencoba menenangkan Anita.


Bukan hanya menenangkan diri untuk ibunya, tapi Alea juga menenangkan dirinya sendiri. Orang kepercayaannya memberikan laporan, ada orang-orang yang sengaja mengganggu kendaraan yang di tumpangi Riki.


"Ya semoga saja." jawab Anita.


"Bagaimana kalau kita mulai saja Bu sambil menunggu kak Riki, biar nggak kemalaman." ucap Leoni yang ikut menyimak percakapan Anita dan Alea.


"Kita tunggu saja sebentar lagi, coba kalian telepon kakak kalian." jawab Anita.


Alea melihat Bagas dan Zaki tampak sedang bicara serius, Alea yakin orang kepercayaannya juga melapor pada Bagas. Sementara Radit sedang berbincang dengan Deri. sedangkan Galang tidak ikut kembali ke kediaman orang tua Alea setelah pulang sholat dari masjid.


"Kak Riki sudah didepan." ucap Leoni begitu dia menutup panggilannya dengan Riki.


Leoni kecewa, saat melihat wanita yang di gandeng Riki bukan yang dia pikirkan. Calon istri Riki tidak ada hubungannya dengan kembalinya Galang.


"Kenapa? Sala prediksi?" tanya Alea pada Leoni.


"Mbak Nala tidak ikut kembali ke Indonesia, dia bahkan sudah nenikah dengan orang sana" ucap Alea lagi setelah melihat perubahan wajah Leoni.


"Dia siapa?" tanya Leoni penasaran.


"Dia Sandra, karyawan satu kantor dengan aku dan mbak Rei." jawab Alea yang mendapat tertawaan dari Reina.


"Kalian curang nggak bagi informasi ke aku." ucap Leoni kecewa.


Sandra terlihat malu saat dikenalkan sebagai calon istri Riki pada Bagas mantan bosnya dan Alea mantan patner kerjanya. Karena itulah selama ini Sandra meminta Riki merahasiakan hubungan mereka.


Bukan Alea jika tidak berusaha mencari tahu. Pengalamannya jadi mata-mata membuat Alea dengan mudah bisa mencari tahu dan menemukan rahasia Riki. Walaupun kali ini dia tidak turun langsung, hanya memberikan perintah pada orang yang dia percaya. Salah satunya Reina yang selalu jadi asistennya dalam urusan selidik menyelidik.


"Ayo kita langsung makan saja, semua sudah lapar menunggu yang punya acara tidak pulang-pulang." ucap Anita tanpa dia ketahui jika Riki hampir saja mengalami kecelakaan, jika bukan karena orang-orang Buana yang di tugaskan Bagas untuk mengawal kakak iparnya, mungkin Riki tidak bisa berkumpul makan malam bersama mereka saat ini.


...💔💔💔...


...Setelah Suamiku Berselingkuh, Aku Menjadi Kaya...

__ADS_1


__ADS_2